Sabtu, 20 Jan 2018 / 3 Jamadil Awal 1439
  • Home
  • Banda Aceh
  • Penyandang Masalah Sosial Akan Dibina dan Dipulangkan ke Daerah Asal

Penyandang Masalah Sosial Akan Dibina dan Dipulangkan ke Daerah Asal

Oleh: Mahdi Andela
Selasa, 09 Jan 2018 15:41
view: 478
Mahdi Andela

BANDA ACEH, datariau.com - Menindaklanjuti instruksi Wali Kota Aminullah, Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh telah melakukan penertiban terhadap Penyandang Masalah Sosial (PMS) di Banda Aceh.

Penertiban dilakukan petugas pada Senin malam (8/1/2018) di seputaran Banda Aceh. Dalam penertiban tersebut, 33 orang berhasil ditertibkan dan dibawa ke Rumah Singgah milik Dinas Sosial Kota Banda Aceh yang berlokasi di Lam Jabat, Kecamatan Meuraxa.

Data dari Satpol PP Banda Aceh, 33 orang yang terjaring petugas terdiri dari 20 orang pengemis, 4 waria dan 9 anak jalanan. Mayoritas dari mereka berasal dari luar Banda Aceh, bahkan ada yang dari luar Aceh (Jambi).

Selasa (9/1/2017), Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak MM dan Wakilnya Drs H Zainal Arifin turun langsung ke Rumah Singgah. Di tempat penampungan tersebut, Amin-Zainal ikut memberikan arahan kepada pengemis, anak jalanan dan waria yang telah ditertibkan petugas.

Kata Aminullah, Pemko telah melakukan pembinaan kepada sejumlah pengemis seperti dari kalangan tuna netra di Banda Aceh. Setelah dibina mereka diberikan pelatihan skill berikut modal usaha agar bisa mandiri. Tujuannya, agar tidak ada lagi pengemis di Banda Aceh yang berdampak pada terganggunya ketertiban umum.

Bagi anak jalanan, Walikota mengatakan terlebih dulu akan dilakukan pembinaan dan juga pelatihan skill sesuai bakat yang dimiliki. Kemudian Pemko akan mendorong mereka berkarya dan memberikan pendampingan.

"Tadi Saya sudah tanya sama anak jalanan soal bakat yang mereka punya. Ada yang bisa menyablon, nanti akan kita bantu biar dia bisa berkarya. Tapi jangan lagi kembali berperilaku seperti ini, hidup di jalanan," ungkap Walikota.

"Kita ingin mereka mandiri tanpa harus mengemis. Mengemis di simpang jalan itu membahayakan diri mereka, kalau kecelakaan disenggol kenderaan misalnya, Pemko juga yang disalahkan," tambah Aminullah.

Bagi yang berasal dari luar Banda Aceh, Aminullah memastikan akan memulangkan mereka ke daerah asal setelah diminta menandatangi surat perjanjian tidak kembali lagi ke Banda Aceh.

"Kalau mereka nanti kembali dan terjaring petugas kita lagi, kita bina mereka disini sampai 100 hari," kata Aminullah.

Walikota meyakini setiap derah juga memiliki anggaran untuk melakukan pembinaan kepada penyandang masalah sosial di daerahnya.

"Kami akan pulangkan Bapak dan Ibu ke daerah asal, Saya yakin disana ada juga program dalam memberdayakan PMS ini," ujar Aminullah.

Terkait dengan penertiban yang dilakukan terhadap waria, Walikota menyampaikan petugas menjaring mereka saat dini hari di pinggir jalan, bukan saat sedang menjalankan aktifitas seperti sedang bekerja.

"Kalau mereka hanya menjalankan aktifitas pekerjaan tidak akan ditertibkan. Tapi ini berada di pinggir jalan saat dini hari dengan pakaian menyerupai perempuan. Ini kan ada apa-apanya dan meresahkan warga," ungkap Aminullah.

Amin memastikan, program penertiban akan terus dikakukan di Banda Aceh hingga warga benar-benar merasakan kenyamanan dari persoalan masalah sosial ini.

"Kita akan terus lakukan program penegakan syariat Islam. Setiap ada kegiatan yang melanggar syariat Islam dan adat istiadat Aceh akan kita tindak," tegas Walikota.

Editor: Redaksi

Sumber: Datariau.com

Tegur kami jika termuat berita tidak sesuai fakta dengan menghubungi 085265651178 atau email: [email protected] Kami juga menerima artikel, opini, dan informasi lainnya. Sertakan data diri Anda.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Terima Tamu dari Brunei, Walikota Banda Aceh Titip Pesan Untuk Hasanah Bolkiah

    BANDAACEH, datariau.com - Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM, Kamis (18/1/2018) menerima kunjungan tamu dari Kerajaan Brunei Darussalam di Balai

  • Banda Aceh dan Jepang Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan

    BANDA ACEH, datariau.com - Pemerintah Kota Banda Aceh dan Artline Shachihata -perusahaan alat tulis kantor dan sekolah- asal Nagoya, Jepang, bersepakat untuk

  • Pemko Banda Aceh Akan Kirim Guru Belajar ke Malaysia

    BANDA ACEH, datariau.com - Pemerintah Kota Banda Aceh akan mengirimkan guru-guru untuk belajar ke Malaysia. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan m

  • Aminullah: Banda Aceh Harus Bersih dari LGBT, Waria, Wanita Malam dan Maksiat Sejenisnya

    BANDA ACEH, datariau.com - Memasuki tahun baru 2018, Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mengintensifkan pemberantasan segala bentuk kemaksiatan yang masih terj

  • Pemerintah Buka Call Center Banda Aceh Gemilang Anti Maksiat

    BANDA ACEH, datariau.com - Dalam rangka memaksimalkan program penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh, Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman dalam berbaga

  • KOMENTAR
    Polling

    Pasangan Gubernur-Wagub Riau Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data Riau
    Drs H Syamsuar MSi - Edy Afrizal Natar Nasution
    DR H Firdaus MT - H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA - H Suyatno AMP
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi - Hardianto