Kamis, 27 Apr 2017 / 30 Rejab 1438

WDC Berdelegasi ke Pemko

Oleh: Idham Sabang
Rabu, 15 Mar 2017 10:32
view: 1103
Idham Sabang
Pengurus Women Development Center (WDC) Kota Banda Aceh, Selasa (14/3/2017) berdelegasi ke Pemerintah Kota Banda Aceh.

BANDA ACEH, datariau.com - Pengurus Women Development Center (WDC) Kota Banda Aceh, Selasa (14/3/2017) berdelegasi ke Pemerintah Kota Banda Aceh. Rombongan perwakilan WDC disambut langsung oleh Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal dan Wakil Walikota Zainal Arifin di ruang rapat Walikota. Turut juga hadir Sekdakota Ir Bahagia, Kepala Bappeda Ir Gusmeri dan Asisten Administrasi Umum M Nurdin S.Sos.

Ketua WDC Kota Banda Aceh, Surayya Kamaruzzaman mengatakan tujuan pertemuan ini antara lain untuk mengungkapkan beberapa keluhan yang dialami anggota WDC seperti masalah keuangan, tempat kegiatan, dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

Ia juga mengungkapkan tentang kekhawatiran nasib WDC ke depan setelah Illiza mengakhiri jabatannya sebagai walikota di awal Juli nanti. Karena selama ini, mulai dari menjabat wakil walikota hingga menjadi walikota sekarang, Illiza sangat aktif dan peduli terhadap peran dan kegiatan perempuan di kota ini.

“WDC lahir pada tahun 2007 dari hasil Musrenbang. Dan saat itu juga dalam masa rehab-rekon. Lembaga BRR mecetuskan WDC di setiap kabupaten dan kota di Aceh sebagai bentuk kepedulian terhadap perempuan. Namun seiring waktu berjalan, organisasi ini satu persatu hilang dan kantornya dialihfungsikan akibat kebijakan pemerintah daerah setempat, hanya Banda Aceh yang tersisa. Jadi kami khawatir pada pemerintahan selanjutnya apakah kami tetap bertahan?” ungkap Soraya.

Menjawab hal tersebut, Illiza mengatakan akan terus berusaha membantu segala kegiatan WDC di sisa masa jabatannya karena dari dulu ia sangat mendukung keeksisan perempuan di kota Banda Aceh ini. Setelah itu kebijakan akan dilanjutkan oleh Zainal Arifin di periode selanjutnya yang juga menduduki posisi wakil walikota bersama walikota terpilih.

“Apabila pergerakan perempuan dihambat, maka pembangunan juga terhambat,” ungkap Illiza.

Menjawab kekhawatiran para perempuan dari WDC tersebut, Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin yang juga menegaskan tidak mungkin mengabaikan peran perempuan, apalagi ia pernah menjabat sebagai kepala bidang pemberdayaan perempuan pertama dalam kepengurusan partai PAN.

“istri saya juga aktif dalam kegiatan perempuan dan pernah menjadi bendahara ibu soraya yang saat itu menjabat sebagai ketua pemberdayaan perempuan dalam kepengurusan Himpunan Mahasiswa Aceh Besar,” ujar Zainal.

Editor: Idham Sabang

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Gelar Lomba Melukis Inai, Upaya DWP Kota Banda Aceh Lestarikan Budaya Lokal

    BANDA ACEH, datariau.com - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banda Aceh menggelar lomba melukis inai. Perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kota Banda Ac

  • Dinkes Gelar Worshop Rencana Kontijensi Penanggulangan KKM

    BANDA ACEH, datariau.com - Kota Banda Aceh akan segera memiliki panduan penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM). K

  • Pemko Bandung Studi Komparasi Pengendalian Kualitas Pembangunan ke Banda Aceh

    BANDA ACEH, datariau.com - Delegasi Pemerintah Kota Bandung yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Bandung Iming Ahmad melakukan kun

  • Pimpinan Dayah se-Kota Banda Aceh Gelar Rakor

    BANDA ACEH, datariau.com - Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal membuka acara Rapat Koordinasi Pimpinan Dayah Kota Banda Aceh, Senin (4/10/20

  • UCLG Asia Pasific Nobatkan Illiza sebagai Champion of Women

    BANDA ACEH, datariau.com - Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE telah mengakhiri masa tugasnya sebagai Co-Pre

  • Di Forum Women Mayors UCLG, Illiza Paparkan Best Practice Banda Aceh dalam Pemberdayaan Perempuan

    CATBALONGAN CITY, datariau.com - Seperti halnya yang terjadi di belahan dunia lainnya, Kota Banda Aceh juga tidak luput dari kasus kekerasan berbasis gender. "Angkanya
  • Rektor UNIMAP: Aceh Sangat Masyhur di Negeri Kami

    BANDA ACEH, datariau.com - Rombongan mahasiswa Universiti Malaysia Perlis (UNIMAP) bersilaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, Senin (2/4/2017)

  • KOMENTAR
    PERMASI