Senin, 18 Des 2017 / 29 Rabiul Awal 1439
  • Home
  • Citizen
  • Teganya, Foto dan Video Hoax Korban Rohingya Beredar di Sosial Media

Teganya, Foto dan Video Hoax Korban Rohingya Beredar di Sosial Media

Minggu, 03 Sep 2017 05:46
view: 841

JAKARTA, datariau.com - Rohingya tidak henti-hentinya hidup dalam pusaran konflik kekerasan. Penyerangan 30 pos polisi dan militer oleh Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), justru merembet memberi dampak terhadap etnis Rohingya yang tak berdosa. Laporan Reuters terakhir menyebutkan, konflik kali ini telah menewaskan 400 orang yang di dalamnya termasuk warga sipil dan anak-anak.

Informasi langsung menyesaki linimasa. Foto, video, beserta kisah-kisah menjadi bahan pembicaraan di dunia maya. Pertempuran juga terjadi di media sosial. Sebagai konflik komunal yang begitu tragis sekaligus dramatis, setiap orang berlomba-lomba untuk mengambil posisi keberpihakan.  

Dengan kondisi Myanmar yang begitu tertutup terhadap kunjungan jurnalis dan lembaga swadaya masyarakat, proses konfirmasi informasi terus dilakukan. Beberapa data dan fakta seperti arus pengungsi, video kuburan masal, dan pemusnahan permukiman berusaha dikonfirmasi seakurat mungkin. Semuanya dilakukan dengan disiplin tinggi, agar informasi yang beredar ikut membangun keterbukaan publik agar bisa ikut memperbaiki keadaan.

Namun sayang, usaha mengakurasi data ini tercoreng oleh banyaknya informasi pelintiran. Saat ini di media sosial, banyak orang menunjukkan sikapnya terhadap isu Rohingya dengan menyertakan foto dan video, namun infonya belum tentu benar.

Pemerintah Myanmar terus melayangkan narasi terhadap orang-orang Rohingya. Setelah berkukuh tidak mengakui mereka sebagai warga negara dengan menyematkan label orang Rohingya sebagai orang dari Bengal, mereka saat ini sedang membangun narasi orang Rohingya sebagai perusuh.

Dilansir Reuters, pemerintah Myanmar mengonfirmasi bahwa terdapat 2600 rumah yang dibakar. Pembakaran tidak dilakukan oleh aparat pemerintah, melainkan para militan ARSA. Aksi konvoi militer yang berlangsung akhir-akhir ini juga memiliki dalih untuk memberantas para militan.

Narasi serupa tak hanya dibangun pemerintah, tapi juga para pendukungnya di dunia maya. Sebuah foto dan cuitan milik seorang pemuda Myanmar menyebutkan bahwa yang ada di Arakan adalah gerombolan perusuh, bukan orang-orang tertindas seperti diketahui orang selama ini.

Apa yang dilakukan oleh pemuda tersebut salah besar. Kesalahan pertama, asal-usul foto tersebut keliru. Foto tersebut bukanlah orang-orang Rohingya, melainkan relawan pejuang kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971. Kesalahan kedua, ia memperkeruh keadaan dengan menjadi provokator.

Penggunaan informasi hoax juga terjadi di sisi seberang. Banyak orang berusaha berhati mulia mengambil sisi kemanusiaan untuk memperjuangkan hak asasi Rohingya tapi justru melakukan kesalahan karena memberikan data yang kurang akurat.

Pada 29 Agustus 2017, Deputi Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek mengunggah tweet dengan nada marah. "There is a massacre against Rohingya. Stop turning a blind eye to ethnic cleansing in Arakan Myanmar. International Community Must Act Now," kata Simsek yang ingin menunjukkan kepada followers-nya bahwa saat ini tengah berlangsung pembantaian terhadap orang-orang Rohingya.

Untuk meyakinkan pesannya, Simsek melampirkan empat foto yang mencitrakan tragedi. Foto seorang pria terikat di pohon, kumpulan manusia yang terkatung-katung di atas air, anak yang menangis, dan foto utamanya adalah mayat-mayat yang terapung di air.  

Dari penelusuran BBC, keempat foto tersebut nyatanya terjadi dalam empat peristiwa di lokasi yang berbeda-beda. Foto mayat mengapung di atas air adalah foto Badai Nargis di Nigeria pada Mei 2008. Foto lainnya adalah perempuan Aceh yang menangisi kondisi suaminya yang ditemukan tewas di pohon pada tahun 2003.

Kedua belah pihak berusaha membentuk narasi untuk mendukung argumennya. Informasi hoax yang beredar menjadi bumbu-bumbu pelengkap yang membuat konflik komunal ini semakin keruh.

Mencari informasi terkait konflik yang begitu sensitif memang butuh dedikasi yang besar. Informasi yang salah akan membutakan, dan memperburuk kondisi di tempat yang tengah berkobar.

loading...
Sumber: Kumparan.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Mahasiswa ini Nilai Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Politisi Akun FB Anggota DPRD Siak

    SIAK, datariau.com - Beberapa minggu belakangan ini, kelangkaan Gas Elpiji ukuran 3 kilogram melanda sebagian daerah di Provinsi Riau. Terkhusus bagi masyarakat di K
  • Petaka Brosur Pentas Seni Teater Matan Diduga Melecehkan dan Menghina, Netizen: Boikot

    SIAK, datariau.com - Kabar tak sedap, petaka brosur yang di cetak pihak penyelenggara Pentas Seni Teater Matan, yang diselenggarakan di Gedung Seni Idrus Tintin Purn
  • Teganya, Foto dan Video Hoax Korban Rohingya Beredar di Sosial Media

    JAKARTA, datariau.com - Rohingya tidak henti-hentinya hidup dalam pusaran konflik kekerasan. Penyerangan 30 pos polisi dan militer oleh Arakan Rohingya Salva

  • Mengejutkan, Anak Penjual Es Keliling Sering Tertidur di Jalan Itu Ternyata Bukan Orang Miskin, Berikut Faktanya..

    JAKARTA, datariau.com - Sejak beberapa hari terakhir, kabar mengenai seorang anak bernama Adit yang sehari-hari bekerja sebagai penjual es keliling dan kerap

  • Video dan Foto-foto Kecelakaan Maut di Malang Viral di Medsos

    JAKARTA, datariau.com - Video dan foto-foto tabrakan maut tronton di Karangploso, Malang, menjadi viral di media sosial. Video sepanjang 4,5 menit muncul men

  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg