Kamis, 18 Jan 2018 / 1 Jamadil Awal 1439
  • Home
  • Dakwah
  • Ini Obat Untuk Anda yang Bertaubat Namun Kembali Terjerumus Berbuat Maksiat

Ini Obat Untuk Anda yang Bertaubat Namun Kembali Terjerumus Berbuat Maksiat

Jumat, 20 Okt 2017 06:12
view: 530

DATARIAU.COM - Fatwa Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah bin Baaz rahimahullahu Ta'ala

Pertanyaan:

Apakah obat bagi orang yang berbuat maksiat, kemudian bertaubat, namun kembali lagi berbuat maksiat?

Jawaban:

Menjadi sebuah keharusan untuk bersungguh-sungguh (melawan) diri sendiri (hawa nafsu atau syahwat) untuk konsisten di atas kebenaran dan istiqamah dalam bertaubat. Karena sesungguhnya jiwa manusia membutuhkan kesungguhan (jihad). Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ

“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.” (QS. Al-‘Ankabuut [29]: 6)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabuut [29]: 69)

Makna firman Allah Ta’ala, “berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami” adalah berjihad melawan dirinya sendiri, orang-orang kafir, munafik atau berjihad melawan pelaku kemaksiatan dan setan. Ayat tersebut mencakup seluruh makna jihad, termasuk di dalamnya jihad melawan dirinya sendiri (hawa nafsu). Karena dalam ayat tersebut Allah Ta’ala tidak menegaskan siapa atau apa objek jihad yang dimaksud, sehingga mencakup seluruh makna jihad.

Oleh karena itu, jiwa (hawa nafsu) manusia membutuhkan tarbiyah (pendidikan dan latihan), perhatian, kesabaran, dan jihad. Hal ini sebagaimana ungkapan penyair,

وما النفس إلا حيث يجعلها الفتى فإن أطمعت تاقت وإلا تسلت

Nafsu itu bergantung pada perlakuan sang pemuda. Jika diberi nutrisi, dia akan menjadi baik. Jika tidak, dia akan menjadi liar.

والنفس راغبة إذا رغبتها وإذا ترد إلى قليل تقنع

Nafsu semakin menjadi, jika engkau melayaninya. Jika engkau menghasungnya, niscaya dia akan terbiasa.

والنفس كالطفل إن تهمله شب على حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم

Nafsu layaknya bayi. Jika engkau membiarkannya, niscaya dia akan tetap menyusu sampai besar. Namun, jika disapih, niscaya dia berhenti menyusu.

Tiga bait ini sangatlah indah dan sesuai dengan keadaan jiwa manusia. Seorang mukmin yang kuat adalah mereka yang berjihad melawan dirinya sendiri karena Allah Ta’ala, sehingga mereka istiqamah di atas jalan kebenaran dan senantiasa memperhatikan batasan-batasan (syariat). Dengannya, Allah Ta’ala akan memberikan hidayah kepada jalan-Nya yang teguh dan lurus. Sehingga pada akhirnya, orang-orang beriman tersebut akan dikumpulkan bersama orang-orang yang berbuat ihsan (muhsin), sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabuut [29]: 69)

Dan juga firman Allah Ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl [16]: 128)

Dan Allah Maha pemberi taufik.

***

Penerjemah: Muhammad Saifudin Hakim
Diterjemahkan dari https://binbaz.org.sa/fatawa/285
Sumber: https://muslim.or.id/33216-bertaubat-lalu-kembali-berbuat-maksiat.html

Editor: Riki

Sumber: Muslim.or.id

Tegur kami jika termuat berita tidak sesuai fakta dengan menghubungi 085265651178 atau email: [email protected] Kami juga menerima artikel, opini, dan informasi lainnya. Sertakan data diri Anda.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Darurat Hadis Palsu di Media Sosial

    DATARIAU.COM - Satu tombol bisa memiliki sejuta fungsi, bisa menjadi sumber kebaikan, dan sekaligus menjadi sumber kejahatan. Itulah media sosial. Betapa mud

  • Perintahkan Keluargamu Untuk Shalat

    DATARIAU.COM - Dari 'Abdullah bin 'Amr Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
  • Tak Seharusnya Umat Islam Ikut Tiup Terompet dan Ledakan Kembang Api di Tahun Baru

    DATARIAU.COM - Perayaan tahun baru termasuk hari raya non muslim. Dengan bukti, perayaan ini memiliki latar belakang ideologi. Sehingga bukan sebatas tradisi

  • Waspada, Ini Dalil yang Digunakan Ajaran Menyimpang Tentang Bolehnya Ucapan Selamat Natal

    DATARIAU.COM - Ada dua prinsip yang perlu kita perhatikan ketika berdalil, pertama, keabsahan dalil. Sebelum menggunakan dalil, kita perlu memastikan kesahih

  • Hukum Membeli Diskon Momen Natal dan Hari Raya Non-Muslim

    DATARIAU.COM - Perlu diketahui bahwa hukum asal muamalah dengan non-muslim adalah boleh. Sebagaimana dalam hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa salla

  • KOMENTAR
    Polling

    Pilih Pasangan Gubernur-Wagub Riau Periode 2019-2024 Idola Anda
    Drs H Syamsuar MSi - Edy Afrizal Natar Nasution
    DR H Firdaus MT - H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA - H Suyatno AMP
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi - Hardianto