Kamis, 14 Des 2017 / 25 Rabiul Awal 1439
  • Home
  • Dakwah
  • Kisah Hijrahnya Seorang Personil Satpol PP Rohil, Mengenali Ilmu Agama, Semakin Semangat Bertugas Untuk Negara

Kisah Hijrahnya Seorang Personil Satpol PP Rohil, Mengenali Ilmu Agama, Semakin Semangat Bertugas Untuk Negara

Oleh: Riki
Minggu, 08 Okt 2017 00:22
view: 2.439
Ist.
Anggota Satpol PP Rohil, Junaidi.

ROHIL, datariau.com - Hidayah memang tidak ada yang tahu kapan hadirnya, hidayah datang mengetuk hati hamba yang dipilih oleh Allah ta'ala, namun apakah kita mampu mengolah hidayah itu dan istiqomah di jalan-Nya.

Seperti kisah inspiratif berikut ini. Kami memuat artikel ini bukan untuk ria, atau berbangga adanya seorang yang hijrah, mengungkit-ungkit amalah seseorang, akan tetapi berharap dengan tulisan ini, akan semakin mengkokohkan bagi mereka yang kini menempuh jalan hidayah, juga membimbing langkah mereka yang kini sedang mencari jalan hidayah.

Kisah ini dirasa perlu dibagi kepada pembaca, dimana seorang anggota Satpol PP di Rokan Hilir (Rohil) kini telah merasakan nikmatnya dan manisnya iman. Saat menjalankan kehidupan di atas koridor yang ditentukan, menjauhi setiap hasutan untuk menjalani penyimpangan, maka kehidupan ini terasa begitu bermakna.

Setelah mengenal hakikat penciptaan manusia, yang ternyata diturunkan ke dunia ini semata-mata hanyalah untuk beribadah kepada Allah 'azza wa jalla, maka pandangan hidup pun semakin jelas, setiap perjalanan dilakukan dengan semangat. Karena ada banyak pahala yang bisa diraup di kehidupan dunia ini jika kita pandai mengolahnya, bekerja juga menjadi ladang pahala jika dilaksanakan ikhlas karena Allah, bekerja dengan baik tidak melakukan penyimpangan dan mensyukuri hasil dari pekerjaan itu, menggunakannya untuk menafkahi keluarga, untuk kepentingan yang baik, bukan untuk membayar hutang Riba.

Dia adalah Junaidi, datariau.com berhasil wawancara singkat dengan beliau untuk sekedar berbagi cerita sehingga dirangkailah hasil wawancara itu dengan tulisan ini, ada berbagai penambahan dan perubahan bahasa untuk mudah difahami pembaca, namun yakinlah tulisan ini tanpa merubah makna asli yang disampaikan narasumber tersebut.

Junaidi kini menyibukkan diri dengan menggali ilmu agama, menghadiri majelis ilmu, menjauhi hal-hal yang mubah dan semakin bersemangat mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Awal Junaidi terketuk untuk hijrah, mengenali dan menggali ilmu agama, dimana sebelumnya dia tidak begitu terlalu peduli dengan ilmu agama ataupun kajian-kajian yang membahas ilmu agama, yakni saat dia bertemu dengan seseorang yang dia tidak perlu menyebutkan nama orang tersebut, namun dia mendoakan semoga orang yang dimaksudnya itu selalu dalam lindungan Allah Subahanahu wa Ta'ala dan terus istiqomah.

"Dia selalu nongkrong di tempat ana (saya, red) tugas dan dia selalu memutar dakwah sunnah di tempat ana tugas, ya pertama-tama ana cuek aja gak terkesan, tapi lama kelamaan entah kenapa hati ini tersentuh ketika mendengar dakwah sunnah itu dan bikin ana merinding mendengarnya," kata Junaidi, kemarin.

"Singkat ceritanya saya langsung dapat hidayah dan tertarik untuk mengikuti sunnah," lanjutnya. Yang dimaksud kajian sunnah yakni kajian ilmu agama yang membahas kitab-kitab shahih dan tafsir Al Quran oleh ustadz-ustadz yang menguasai keilmuan di bidangnya, kebanyakan ustadz sunnah di Riau lulusan Universitas Madinah Arab Saudi.

Junaidi mengisahkan, awal dia hijrah tantangan cukup berat. Karena beberapa masyarakat saat ini dengan kedangkalan ilmu agamanya, maka merasa aneh melihat orang taat dan sangat terbiasa melihat seorang muslim yang jahat, terbiasa melihat manusia ke tempat maksiat dan merasa aneh melihat sebagian manusia yang setiap azan tiba mereka bergegas ke masjid, bahkan beberapa orang menyebut orang yang mengamalkan ibadah secara baik, dicap sebagai teroris, aliran keras dan sebaganya, na'udzubillah, begitu dangkalnya ilmu mereka, semoga Allah berikan hidayah kepadanya dan mengumpulkan kita hambaNya di dalam syurga kelak, Aamiin.

"Teman-teman selalu menertawakan ana, ada yang bilang teroris lah dan lainnya, dan di keluarga ana sendiri ada yang bilang sesat lah, aliran keras lah dan lainnya, di lingkungan sosial ana sendiri kendalanya musik, dan Alhamdulillah semenjak ana mengenal sunnah ana selalu risih kalau dengar music, dan sampai saat ini Alhamdulillah ana semakin merasa nyaman hidup dengan sunnah, walaupun banyak cemoohan orang, dan bagi ana itu adalah ujian buat ana, karena mustahil kalau kita hijrah tidak sda ujian, ya karena di situ lah iman kita diuji oleh Allah," lanjutnya.

Memang pengaruh musik sangat buruk sekali untuk manusia, dimana dengan musik maka manusia dibuat lali membaca Al Quran, bahkan kebanyakan manusia yang mencintai musik, mereka sampai lupa dengan Al Quran. Bayangkan, seorang yang berjalan di suatu tempat yang asing tak pernah dia melalui jalan di tempat itu, hanya dipandu dengan selembar peta, namun di awal jalan dia campakkan peta tersebut dan berjalan sesukanya, akankah dia sampai ke tujuan awal dia diperintahkan berjalan di tempat itu, tentu tidak, dia akan tersesat kemana-mana dan akan menjadi bahan permainan bagi yang lainnya.

Seorang yanghijrah dari kehidupan yang kelam cuek terhadap ilmu agama, maka akan merasakan perubahan drastis dalam kehidupannya, menyibukkan diri dengan Al Quran, melaksanakan ibadah dengan maksimal, bahkan seorang yang telah mengenal ilmu agama dengan baik, dalam bekerja akan bertambah semangat, tidak akan bermain-main, tidak akan lalai terlebih lagi korupsi. Karena orang yang beriman, dalam bekerja meyakini dirinya diawasi oleh Allah Yang Maha Kuasa, Maha Melihat.

Langkah hijrahnya seseorang akan berusaha dihentikan oleh tentara syaitan, berbagai syubhat akan dihembuskan, membisikkan keraguan terhadap hukum syariat yang telah masuk ke hati insan terpilih ini. Mengolok-olok, menjauhi, bahkan memusuhi, namun hal ini merupakan pertanda hijrah kita sedang berjalan dan bersabarlah, tetap istiqomah di jalan-Nya.

"Ana selalu sabar dan beristigfar, ya saran ana kalau ada orang yang mencela jangan diladenin, mereka itu sedang transfer pahala. Saran ana kepada teman-teman yang masih jarang shalat, jarang hadir di majelis ilmu dan sebagainya, segeralah untuk hijrah, karena tidak ada kenikmatan yang lebih nikmat di dunia ini selain iman, yang membuat kita tenang, nyaman, seperti yang ana rasakan sekarang," pungkasnya.

Editor: Riki

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Islam Melarang Keras Aksi Terorisme

    DATARIAU.COM - Ingatlah bahwa Islam tidak mengajarkan terorisme, silakan mengkaji dalam Al Qur'an dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahk

  • Bahaya Fanatik Kepada Satu Ustadz, Saat Salah Tetap Dianggap Benar

    DATARIAU.COM - Tidak dibenarkan seorang yang fanatik terhadap satu ustadz, kemudian menganggap apa yang dikatakan ustadz tersebut pasti benar bahkan yang sal

  • Saat Celana Pendek Mencela Celana Cingkrang

    DATARIAU.COM - Islam merupakan agama yang sempurna, bukan hanya mengajarkan soal ibadah, bahkan tata cara berpakaian pun diajarkan secara detail di Islam. Se

  • "Sombong Terhadap Orang Sombong Adalah Sedekah" Ini Bukan Hadits

    DATARIAU.COM - Sahihkah hadits dengan matan terjemahan, "Sombong terhadap orang sombong adalah sedekah." Bila sahih, bagaimana syarahnya menurut ul

  • Jangan Bully Ustadz yang Keliru dan Salah Ucap

    DATARIAU.COM - Hendaknya orang awam dan penuntut ilmu (termasuk kami pribadi) lebih khawatir pada dirinya sendiri. Renungkanlah, jika para ulama dan ustadz b

  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg