Kamis, 18 Jan 2018 / 1 Jamadil Awal 1439
  • Home
  • Hukrim
  • Apa Kabar Proses Hukum Pupuk Subsidi di Inhu, Petani Masih Menunggu Hasilnya

Apa Kabar Proses Hukum Pupuk Subsidi di Inhu, Petani Masih Menunggu Hasilnya

Oleh: Heri
Senin, 18 Sep 2017 07:43
view: 391
Heri
Truk berisi pupuk subsidi yang diamankan di Mapolres Inhu.
RENGAT, datariau.com - Petani sawit, karet dan petani palawija dari berbagai kecamatan di Kabupaten Inhu saat ini sedang menanti keputusan proses hukum terhadap pelaku atau tersangka dugaan penggelapan pupuk subsidi hasil tangkapan Kodim 0302 Inhu yang sekarang ditangani Mapolres Inhu.

"Bagaimana proses pupuk subsidi hasil tangkapan Kodim Inhu itu, kok hingga kini tidak ada kabar beritanya lagi, informasi terakhir perkara pupuk itu sudah ditangani oleh Polres Inhu, apa perkembangannya," tanya Tarman, Ketua Kelompok Tani Maju asal Kabupaten Inhu kepada datariau.com, kemarin.

"Kami sebagai kelompok tani berharap awak media terus kawal dan ekspose perkara pupuk penangkapan Kodim 0302 Inhu, jangan sampai perkara pupuk subsidi itu damai," harap Tarman.

"Akibat ulah para penggelapan pupuk subsidi, kami selaku petani dibuat sengsara dan kesulitan karena kami harus beli pupuk yang non subsidi dengan harga mahal. Pokoknya akibat penggelapan pupuk subsidi ini kami menderita," tegasnya lagi.

Truk pupuk yang diamankan di Mapolres Inhu. (foto: heri/datariau.com)

Tarman berharap pihak kepolisian terus mengusut pelaku penggelapan pupuk subsidi hingga ke akar-akarnya, sehingga semua yang terlibat permainan pupuk ini dihukum sebagai efek jera.

"Jangan mau diajak damai, mau itu sama distributor atau apa pun itu namanya, pelaku penggelapan pupuk subsidi harus dihukum dengan setimpal dan bila perlu dihukum gantung," pinta Tarman.

Sementara itu, warga lainnya Supar mengatakan hal yang sama. Pelaku penggelapan pupuk subsidi harus dihukum setimpal, karena atas perbuatannya petani kecil dibuat sengsara lahir dan batin.

"Kami harus beli pupuk yang bukan subsidi, karena pupuk subsidi habis diborong perusahaan perkebunan. Kalau tidak, pelaku penggelapan pupuk subsidi serahkan kepada kami para petani, biar kami yang menghukumnya, biar tahu pula bagaimana menderitanya kami selama ini," keluhnya.

Terkait hal ini, Kapolres Inhu maupun Kasat Reskrim belum ada yang dapat dikonfirmasi. Tim datariau.com terus mengupayakan untuk menghubungi dan juga akan menemui mereka di Mapolres hari ini.
Editor: Riki

Sumber: Datariau.com

Tegur kami jika termuat berita tidak sesuai fakta dengan menghubungi 085265651178 atau email: [email protected] Kami juga menerima artikel, opini, dan informasi lainnya. Sertakan data diri Anda.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Sidang GBD Inhu, Penggugat Mendapat Angin Segar

    PEKANBARU, datariau.com - Perkara gugatan Guru Bantu Daerah (GBD) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang sedang proses sidang di Pengadialan Tata Usaha Nega

  • Sidang Perdata Pemalsuan AJB di Pelalawan Temukan Bukti Tandatangan SKGR Diduga Palsu

    PELALAWAN, DATARIAU.COM - Kasus perkara pemalsuan akte jual beli (AJB) yang dilakukan oleh oknum Notaris tidak saja terjadi di Kabupaten Inhu, namun juga ter

  • Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Rohil Ringkus Pemilik Sabu

    BAGANBATU, datariau.com - Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Rohil berhasil melakukan pengungkapan Narkotika jenis shabu-shabu di Jl Lintas Faqih Ibrahim Simpang

  • Mayat Pria Ditemukan di Atas Becak Bikin Heboh Warga Tembilahan Inhil

    TEMBILAHAN, Datariau.com - Warga Jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan Dihebohkan Dengan Sesosok Mayat pria Lanjut Usia Meninggal Dunia Diatas becak, Selasa (16/1/18).
  • Akun Facebook Hatta Munir Diretas Untuk Minta Uang

    RENGAT, datariau.com - Akun Facebook milik Tokoh Masyarakat Inhu yang merupakan mantan Anggota DPRD Inhu, juga sebagai Ketua LSM Ber-Nas Kabupaten Inhu dan b

  • KOMENTAR
    Polling

    Pilih Pasangan Gubernur-Wagub Riau Periode 2019-2024 Idola Anda
    Drs H Syamsuar MSi - Edy Afrizal Natar Nasution
    DR H Firdaus MT - H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA - H Suyatno AMP
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi - Hardianto