Selasa, 22 Agu 2017 / 29 Zulkaedah 1438
  • Home
  • Hukrim
  • Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

Oleh: Wanti
Minggu, 19 Mar 2017 08:55
view: 9251
Wanti
FPI saat mengunjungi Karaoke Koro-koro secara mendadak.

PEKANBARU, datariau.com - Ikut mengawasi berjalannya Peraturan Daerah Kota Pekanbaru nomor 3 tahun 2002 tentang jam operasional tempat hiburan malam, Form Pembela Islam Provinsi Riau turun melakukan pemantauan ke sejumlah tempat hiburan malam di Pekanbaru, termasuk Karaoke Koro-koro Jalan HR Soebrantas Panam yang dilaporkan meresahkan masyarakat sekitar.

Dari kunjungan mendadak yang dilakukan oleh FPI pada Ahad (19/3/2017) dini hari didapatkan 40-50 persen pengunjung adalah mahasiswa. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua FPI Riau Ade Hasibuan SH.

"Monitoring yang kita lakukan ini atas banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait tempat hiburan malam yang melampaui jam opersional, alhasil saat kita mengungjungi Karaoke Koro-koro pukul 01.00 wib dini hari tadi mereka masih buka, masih menerima pengunjung, padahalkan sesuai Perda hanya sampai pukul 23.00 wib," ungkap Ade Hasibuan, Ahad (19/3/2017).

Dari Monitoring tersebut, lanjut Hasibuan, pihaknya menemukan mayoritas pengunjung adalah dari kalangan mahasiswa yakni berkisaran 40-50 persen, bahkan yang mirisnya lagi wanita berjilbab juga terlihat, ini tentu juga jadi perhatian mereka untuk sama-sama menghimbau, meminta agar generasi muda menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri.



Sementara saat ditanya apakah dalam kunjungan tersebut FPI juga mempertanyakan soal izin karaoke tersebut, Hasibuan mengatakan pihak pengelola tidak ada di tempat dan hanya ada perwakilan yang tidak terlalu berkompeten. "Kita juga menilai ada yang ditutup-tutupi mereka," tegasnya.

FPI Riau juga meminta Pemko dalam hal ini Satpol PP Pekanbaru sebagai penegak Perda harus bersikap tegas, terutama dalam menindak tempat hiburan malam yang selama ini meresahkan masyarakat, mulai dari jam operasinal hingga menindak tempat hiburan yang terindikasi jadi tempat transaksi narkoba, prostitusi, perjudian dan sebagainya.

"Harus ditindak tegas, baik secara adminitrasi sampai pencabutan izin, kan di dalam Perda sudah diatur, apalagi dari beberapa kali operasi BNN di Karaoke Koro-koro ini terindikasi pengunjungnya positif menggunakan narkoba," tegasnya.

Sebenarya menurut Ade Hasibuan lagi, persoalan ini tidak sulit bagi Pemko Pekanbaru untuk bertindak, hanya tinggal komitmen dan keseriusan pemerintah saja.

"Ini masukan juga buat Pemko, bagaimana mungkin Kota Pekanbaru dengan cita-cita Madani akan tercapai kalau yang begini saja tidak mampu mengatasinya, sebenarnya tidak sulit, kalau memang melanggar Perda baik itu jam operasional ya sudah cabut saja izinya, apa yang perlu dikhawatirkan, dan jangan sampai masyarakat menilai ada main mata oknum-oknum pemerintah itu sendiri," tegasnya.

Untuk itu, Ade Hasibuan berharap persoalan seperti Karaoke Koro-koro dan tempat hiburan lainnya jadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, dan pihaknya di FPI juga akan terus memantau.

"Kita harap Pemko bisa menegakkan perda yang sudah dibuat ini, tidak hanya di karaoke koro-koro, tetapi tempat hiburan lainnya  juga diperhatikan, dan tentunya kita akan ikut mengawasi," pungkasnya.

Editor: Wanti

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Polda Diminta Hentikan Penyidikan Habib Rizieq, Ini Alasannya..

    JAKARTA, datariau.com - Kuasa hukum Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab akhirnya mengirimkan permohonan penghentian penyidikan perkara terkait kasus chatnya d

  • FPI dan XTC Inhu Galang Dana Untuk Palestina

    RENGAT, datariau.com - Forn Pembela Islam (FPI) dan komunitas motor XTC Indonesia di Kabupaten Indragiri Hulu menggalang sumbangan masyarakat untuk membantu

  • Camat Seberida yang Baru Akan Tindaklanjuti Keresahan Warga Terhadap Kafe dan Karaoke di Simpang Kasus

    RENGAT, datariau.com - Meski sempat ditutup beberapa waktu lalu, kini beberapa kafe dan tempat karaoke di Simpang Kasus Belilas kembali buka dan diduga menja

  • Masyarakat Kembali Diresahkan Aksi Prostitusi di Simpang Kasus dan Blok A Belilas Inhu

    RENGAT, datariau.com - Sekalipun sudah ada perjanjian dengan Upika (Unsur Pimpinan Kecamatan) yang terdiri dari Camat,  Kapolsek, Danramil,

  • Ini Sosok Warga yang Melaporkan Anak Presiden ke Polisi, Bukan Anggota FPI

    JAKARTA, datariau.com - Beredar informasi bahwa Muhammad Hidayat, pelapor anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI
  • Meski Ramadhan, Prostitusi Tetap Marak di Pekanbaru, FPI Datangi Kantor Satpol PP

    PEKANBARU, datariau.com - Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa ormas lain mendatangi kantor Satpol PP Kota Pekanbaru, Kamis (8/6/2017). Kedatangan ormas Is

  • Razia Malam Ramadhan, Upika Tualang Temukan Karaoke Berkedok Lesehan dan Salon Diduga Ilegal

    TUALANG, datariau.com - Memasuki malam ketiga Ramadhan, Unit Pimpinan Kecamatan (Upika) Tualang, Ahad (28/5/2017) sekira pukul 23.10 WIB, menggelar operasi C

  • KOMENTAR