Rabu, 29 Mar 2017 / 1 Rejab 1438
  • Home
  • Hukrim
  • Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

Oleh: Wanti
Minggu, 19 Mar 2017 08:55
view: 8945
Wanti
FPI saat mengunjungi Karaoke Koro-koro secara mendadak.

PEKANBARU, datariau.com - Ikut mengawasi berjalannya Peraturan Daerah Kota Pekanbaru nomor 3 tahun 2002 tentang jam operasional tempat hiburan malam, Form Pembela Islam Provinsi Riau turun melakukan pemantauan ke sejumlah tempat hiburan malam di Pekanbaru, termasuk Karaoke Koro-koro Jalan HR Soebrantas Panam yang dilaporkan meresahkan masyarakat sekitar.

Dari kunjungan mendadak yang dilakukan oleh FPI pada Ahad (19/3/2017) dini hari didapatkan 40-50 persen pengunjung adalah mahasiswa. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua FPI Riau Ade Hasibuan SH.

"Monitoring yang kita lakukan ini atas banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait tempat hiburan malam yang melampaui jam opersional, alhasil saat kita mengungjungi Karaoke Koro-koro pukul 01.00 wib dini hari tadi mereka masih buka, masih menerima pengunjung, padahalkan sesuai Perda hanya sampai pukul 23.00 wib," ungkap Ade Hasibuan, Ahad (19/3/2017).

Dari Monitoring tersebut, lanjut Hasibuan, pihaknya menemukan mayoritas pengunjung adalah dari kalangan mahasiswa yakni berkisaran 40-50 persen, bahkan yang mirisnya lagi wanita berjilbab juga terlihat, ini tentu juga jadi perhatian mereka untuk sama-sama menghimbau, meminta agar generasi muda menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri.



Sementara saat ditanya apakah dalam kunjungan tersebut FPI juga mempertanyakan soal izin karaoke tersebut, Hasibuan mengatakan pihak pengelola tidak ada di tempat dan hanya ada perwakilan yang tidak terlalu berkompeten. "Kita juga menilai ada yang ditutup-tutupi mereka," tegasnya.

FPI Riau juga meminta Pemko dalam hal ini Satpol PP Pekanbaru sebagai penegak Perda harus bersikap tegas, terutama dalam menindak tempat hiburan malam yang selama ini meresahkan masyarakat, mulai dari jam operasinal hingga menindak tempat hiburan yang terindikasi jadi tempat transaksi narkoba, prostitusi, perjudian dan sebagainya.

"Harus ditindak tegas, baik secara adminitrasi sampai pencabutan izin, kan di dalam Perda sudah diatur, apalagi dari beberapa kali operasi BNN di Karaoke Koro-koro ini terindikasi pengunjungnya positif menggunakan narkoba," tegasnya.

Sebenarya menurut Ade Hasibuan lagi, persoalan ini tidak sulit bagi Pemko Pekanbaru untuk bertindak, hanya tinggal komitmen dan keseriusan pemerintah saja.

"Ini masukan juga buat Pemko, bagaimana mungkin Kota Pekanbaru dengan cita-cita Madani akan tercapai kalau yang begini saja tidak mampu mengatasinya, sebenarnya tidak sulit, kalau memang melanggar Perda baik itu jam operasional ya sudah cabut saja izinya, apa yang perlu dikhawatirkan, dan jangan sampai masyarakat menilai ada main mata oknum-oknum pemerintah itu sendiri," tegasnya.

Untuk itu, Ade Hasibuan berharap persoalan seperti Karaoke Koro-koro dan tempat hiburan lainnya jadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, dan pihaknya di FPI juga akan terus memantau.

"Kita harap Pemko bisa menegakkan perda yang sudah dibuat ini, tidak hanya di karaoke koro-koro, tetapi tempat hiburan lainnya  juga diperhatikan, dan tentunya kita akan ikut mengawasi," pungkasnya.

Iklan Promo Data Riau
Editor: Wanti

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • DPRD Pekanbaru Minta Pemko Tindak Tegas Karaoke Koro-koro

    PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru Firkri Wahyudi Hamdani meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengevaluasi kembali perizinan Karaoke

  • Datangi Tempat Karaoke Koro-koro Pekanbaru, FPI Temukan Beberapa Mahasiswa Asik Bernyanyi Hingga Larut Malam

    PEKANBARU, datariau.com - Ikut mengawasi berjalannya Peraturan Daerah Kota Pekanbaru nomor 3 tahun 2002 tentang jam operasional tempat hiburan malam, Form Pe

  • Maraknya Tempat Prostitusi dan Narkoba di Kota Layak Anak Menjadi Perhatian Serius Masyarakat Inhu

    RENGAT, datariau.com - Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau sejak beberapa tahun yang silam ditetapkan sebagai kota layak anak oleh P

  • Markas FPI Diserang Bom Molotov Bertubi-tubi

    JAKARTA, datariau.com - Selama sepekan bom molotov menyasar tempat disebut tempat berkumpulnya anggota Front Pembela Islam (FPI). Serangan bom molotov selama

  • Seorang Mahasiswa di Kuansing Diciduk Polisi Karena Terlibat Judi Togel

    TELUKKUANTAN, datariau.com - Tim Opsnal Satreskrim Polres Kuansing berhasil mengamankan seorang tersangka pelaku judi jenis Sie Jie (togel). Terseangka seora

  • Menghina Ketua Umum FPI, Seorang Warga Kota Dumai Riau Diringkus Polisi

    DUMAI, datariau.com - Dugaan penghinaan tokoh agama Islam yang dilakukan oleh pemilik akun media sosial (Medsos) Facebook atas nama Ongky Eltron Warga Jalan

  • Niat Perkosa Mahasiswi, Seorang Karyawan Bank Mandiri Rengat Dipolisikan

    RENGAT, datariau.com - Seorang karyawan Bank Mandiri Rengat kabupaten Inhu inisial BLP (22) dilaporkan ke Polres Inhu akibat ulahnya yang nekat berusaha memp

  • KOMENTAR
    PERMASI