Selasa, 27 Jun 2017 / 2 Syawal 1438
  • Home
  • Hukrim
  • Setubuhi Anak Kandung Dibawah Umur, Seorang Ayah di Inhu Diringkus Polisi

Setubuhi Anak Kandung Dibawah Umur, Seorang Ayah di Inhu Diringkus Polisi

Oleh: Heri
Sabtu, 17 Jun 2017 19:06
view: 4144
Heri
Pelaku saat diringkus polisi.

RENGAT, datariau.com - Bejat, seorang ayah bernama inisial S (41) warga Kampung Toba Sari Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih dibawah umur.

Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari SIk MH dikonfirmasi datariau.com melalui Paur Humas Polres Inhu Ipda Juaridi mengatakan, kronologis kejadian persetubuhan anak dibawah umur terjadi di Peranap pada hari Jumat tanggal 16 Juni 2017, pada saat ibu korban bersama korban inisial L sedang berada di rumahnya di Kampung Toba Desa Pauh Ranap Kecematan Peranap.

Kemudian korban mengatakan kepada ibunya bahwa dia sudah tidak sekolah dan sudah tertekan serta dibuat hancur hidupnya oleh ayah kandungnya sendiri.

Korban pun kemudian menceritakan kepada ibunya dan saksi lainnya inisial R bahwa dia sudah disetubuhi oleh ayahnya berulang-ulang kali dari tahun 2014 sampai 2017 dan pertama kali dilakukan di rumahnya sewaktu tinggal di Rantau Parapat Sumatera Utara dan yang terakhir kali dilakukan persetubuhan oleh ayahnya pada hari Ahad tanggal 04 Juni 2017 sekira pukul 21.00 wib di dalam rumah mereka, di dalam kamar korban di Kampung Toba Sari Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap.

Atas penjelasan itu, ibu korban kemudian melaporkan suaminya ke polisi dan pada hari Ahad tanggal 16 Juni 2017 sekira pukul 22.30 wib, berdasarkan Laporan Pengaduan kemudian 4 orang Anggota Polsek Peranap yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Peranap Ipda Syafril langsung menuju rumah terlapor dan pada saat itu terlapor sedang berada di rumahnya, kemudian terlapor langsung dilakukan penangkapan dan dibawa ke Polsek Peranap.

Pada saat terlapor dilakukan introgasi oleh Anggota Reskrim Polsek Peranap dan terlapor mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan perbuatan persetubuhan anak yang dibawah umur terhadap korban L, yang telah dilakukannya secara berulang kali dari tahun 2014 hingga 2017 dan pertama kali dilakukan terlapor di rumahnya di Rantau Parapat dan yang terakhir kali pada hari Ahad tanggal 04 Juni 2017 di rumahnya di Kampung Toba Sari Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap.

"Atas pengakuan terlapor tersebut kemudian terlapor beserta barang bukti dibawa dan diamankan ke Polsek Peranap guna pengusutan lebih lanjut," terangnya.

Terpisah, Kapolsek Peranap AKP Anisman menjelaskan, untuk pelaku pencabulan dikenakan Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 76D: Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Dari pasal 76D tersebut dijelaskan bahwa pelaku pencabulan adalah orang yang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Sementara dalam Pasal 76E: Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Untuk ancaman pidana terhadap kasus pencabulan termaktub dalam pasal 81 yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 81

(1) Setiap orang yang melangggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

"Nah, bagi para pelaku pencabulan dan kekerasan terhadap anak akan mendapatkan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar. Sementara jika pelakunya adalah Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan maka ancaman pidananya ditambah sepertiganya," terangnya.

Editor: Adi

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Diduga Cabuli Belasan Anak Dibawah Umur, Sorang Remaja di Desa Tarai Bangun Kampar Ditahan Polisi

    TAMBANG, datariau.com - Kenakalan remaja belakangan ini semakin mengkhawatirkan. Faktor kegagalan pendidikan dalam keluarga penyebab utamanya kemudian anak-a

  • Bupati Inhil Serahkan Bantuan Kepada 63 Orang Anak Yatim - Piatu

    TEMBILAHAN, Datariau.com -Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyerahkan bantuan kepada 63 (Enam Puluh Tiga) orang anak yatim - piatu di Mesjid Yayasan Ama
  • Terkait Kedatangan Tim Verifikasi KLA, Berikut Persiapan Pemkab Siak

    SIAK, datariau.com - Sebagai Kabupaten yang pernah mendapatkan 2 kali Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (tahun 2013 dan 2015), tahun ini Kabupaten Siak kembal
  • Bicara Didepan Masyarakat Pusako, Ini Pesan Syamsuar..

    PUSAKO, datariau.com - Melanjutkan kegiatan Gemar (Gerakan Masyarakat) Siak Berzakat tahun 2017, kali ini Kecamatan Pusako ambil bagian dari 7 Kecamatan yang bergabu
  • Diantar Orangtuanya, Indah Salah Satu Anak di Kampung Tualang Dibawa Berobat ke Posko

    TUALANG, datariau.com - Tampak wajah gadis belia itu pucat karena demam, Jum'at (16/6/2017). Setelah mendapat pelayanan dengan baik dan diberi obat diposko penan
  • Setubuhi Anak Kandung Dibawah Umur, Seorang Ayah di Inhu Diringkus Polisi

    RENGAT, datariau.com - Bejat, seorang ayah bernama inisial S (41) warga Kampung Toba Sari Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu tega menyetubuhi a

  • IKABA 2002 Polres Inhu Serahkan Santunan ke Panti Asuhan Nur Ananda Putri Rengat

    RENGAT, datariau.com -  IKABA (Ikatan Keluarga Besar Alumi Dikmaba Polri) 2002 Polres Indragiri Hulu serahkan santunan untuk anak yatim dan buka bersama

  • KOMENTAR