Sabtu, 20 Jan 2018 / 3 Jamadil Awal 1439

Mana yang Lebih Berbahaya, Gula atau Garam?

Selasa, 02 Jan 2018 09:39
view: 838
DATARIAU.COM - Konsumsi gula dan garam dalam jumlah berlebih merupakan asal mula berbagai penyakit berbahaya. Ini karena gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes, sedangkan garam berlebihan dihubungkan dengan hipertensi alias tekanan darah tinggi.
 
Garam dan gula memang sama-sama dibutuhkan oleh tubuh. Sebagai contoh, gula diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Sementara garam dibutuhkan oleh otot untuk dapat berkontraksi.
 
Namun jika dikonsumsi dalam jumlah tidak tepat, baik gula maupun garam dapat mendatangkan berbagai penyakit mematikan.
 
Garam vs gula, mana lebih berbahaya?
 
Gula yang berbahaya bagi kesehatan adalah gula halus dan gula tambahan, seperti pada camilan atau minuman kaleng.
 
Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan obesitas. Tak hanya itu, gula yang dikonsumsi dalam jumlah tidak wajar juga dapat menyebabkan resistensi hormon insulin, yang dapat berakhir pada kondisi diabetes melitus. Lebih jauh, gula berlebih juga dapat meningkatkan risiko glaukoma, gagal ginjal, serangan jantung dan strok.
 
Parahnya lagi, mengonsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) secara berlebih juga dapat membebani organ hati, sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit perlemakan hati, dan gagal jantung.
 
Bagaimana dengan garam? Garam dibutuhkan untuk mengatur cairan tubuh, dan menjaga hubungan elektrik antar sel tubuh tetap baik. Namun mengonsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
 
Memang, hubungan langsung garam dan hipertensi masih belum dapat dibuktikan. Tapi, pada orang yang lebih sensitif terhadap garam –misalnya pada mereka yang berusia di atas 50 tahun, dan yang sudah memiliki hipertensi– sebaiknya menghindari konsumsi garam berlebih.
 
Garam dapat menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak cairan, sehingga membebani pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gangguan ginjal maupun penglihatan.
 
Jika dikonsumsi ditinjau dari segi kesehatan, gula lebih berbahaya dibandingkan garam. Ini karena jurnal dari Diabetology & Metabolic Syndrome menemukan bahwa gula juga dapat meningkatkan efek negatif dari garam.
 
Meski gula dan garam dapat menyebabkan sederet dampak bahaya, bukan berarti Anda harus menghindari keduanya sama sekali. Yang harus Anda lakukan adalah membatasi konsumsinya agar tidak berlebihan.
 
Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa batas aman konsumsi gula adalah 50 gram atau (4 sendok makan) per hari. Sedangkan batas aman konsumsi garam adalah 5 gram atau (1 sendok teh) per sehari.
 
Yuk, mulai cermat membatasi asupan gula dan garam yang masuk ke dalam tubuh. Dengan demikian, kesehatan tubuh Anda dapat lebih terjaga.
Editor: Arizki Fil Bahri

Sumber: Klikdokter.com

Tegur kami jika termuat berita tidak sesuai fakta dengan menghubungi 085265651178 atau email: redaksi.da[email protected] Kami juga menerima artikel, opini, dan informasi lainnya. Sertakan data diri Anda.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Bersepeda Berdampak Negatif Terhadap Kesehatan Seks Pria?

    JAKARTA, datariau.com - Sebuah penelitian sebelumnya menyatakan bahwa bersepeda bisa berdampak negatif terhadap fungsi seks pria. Namun, penelitian terbaru m

  • Akifa Naila Penderita Jantung Bocor Sejak Lahir di Lubuk Dalam Siak Butuh Uluran Tangan Anda

    SIAK, datariau.com - Akifa Naila salah satu balita perempuan penderita (mengalami) Jantung bocor sejak lahir saat ini membutuhkan uluran tangan anda (saudara). Akifa Na
  • Kenapa Mudah Sakit Saat Musim Pancaroba

  • Tenaga Medis di RSUD Rohul Acam Mogok Tugas

    ROHUL, datariau.com - Saat ini telah beredar Surat Komite Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kepada Direktur R

  • Cara alami untuk mencegah penyakit Jantung

    DATARIAU.COM - Daun dikenal berkhasiat memperlambat penuaan dan mempercepat regenerasi sel ini juga diyakini mampu mencegah serangan jantung. Sebagian masy
  • KOMENTAR
    Polling

    Pasangan Gubernur-Wagub Riau Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data Riau
    Drs H Syamsuar MSi - Edy Afrizal Natar Nasution
    DR H Firdaus MT - H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA - H Suyatno AMP
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi - Hardianto