Senin, 11 Des 2017 / 22 Rabiul Awal 1439
  • Home
  • Kesehatan
  • Rion Akan Surati Ombudsman Terkait Pasien BPJS Tetap Bayar Beli Obat

Rion Akan Surati Ombudsman Terkait Pasien BPJS Tetap Bayar Beli Obat

Oleh: Windy
Kamis, 10 Agu 2017 09:27
view: 794
Windy
Aktifis Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Rion Satya.

DUMAI, datariau.com - Terkait pasien BPJS atas nama Abdul Karim (45) warga Jalan Pertanian Simpang Merpati Kelurahan Jaya Mukti Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai yang berobat tetap bayar, akan berbuntut panjang.

Pasien ini berobat untuk memeriksakan kondisi sakit tipus di RSUD kota Dumai pada Sabtu (5/8/2017) lalu sekira pukul 22.40 WIB, yang pada saat berobat ke RSUD kota Dumai di ruang UGD dengan menggunakan kartu BPJS yang tiap bulannya terus melakukan pembayaran, akan tetapi setelah melakukan pemeriksaan, perawat yang berada di UGD RSUD Dumai mengatakan bahwa dia harus bayar berkisar dua ratus ribuan, meskipun memiliki kartu BPJS mandiri.

Terkait hal ini, Datariau.com mencoba mendatangi salah satu pegawai BPJS yang mengaku bernama Dodi pada Rabu (9/8/2017) mengonfirmasi terkait keluhan salah satu peserta BPJS atas pelayanan peserta yang dibebani pembayaran saat berobat di RSUD kota Dumai oleh pihak BPJS.

"Untuk konfirmasi terkait publikasi itu di bagian komunikasi publik saja, saya tidak bisa menjelaskan secara terbuka, saya hanya dapat menyampaikan ini sebatas kepada peserta BPJS saja tetapi bukan untuk dipublikasikan," ujar Dodi.

Atas kejadian ini pula, Aktifis Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Rion Satya menyesalkan pihak BPJS yang tidak menjelaskan kepada masyarakat tentang faskes (fasilitas kesehatan) dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

"Dalam hal pelayanan kesehatan yang dikecewakan oleh Abdul Karim saya menduga adanya ketidaktransparanan BPJS terhadap pengelolaan keuangan dan pelayanan. Kekecewaan masyarakat bukan hanya dialami oleh Sbdul Karim, tahun 2016 saya juga mengalami hal yang hampir sama dengan kejadian ini," kata Rion.

"Saat itu oknum pegawai menyebutkan bahwa pasien bukan merupakan warga setempat, memang pada saat itu si pasien merupakan warga Pekanbaru. Dengan alasan sistem yang berlaku, maka pihak BPJS tidak dapat dikomplen oleh keluarga pasien. Sikap pelayanan BPJS yang seperti ini harus mendapat perhatian dari berbagai elemen, karena uang yang digunakan oleh BPJS merupakan uang masyarakat yang dipungut berdasarkan peraturan perundang-undangan. Maka dalam pengelolaan uang tersebut harus dilakukan secara transparan dan petugas BPJS harus melayani masyarakat dengan baik," urainya lagi.

"Pandangan saya dalam hal ini sebagaimana bunyi Perpres Nomor 12 tahun 2013 pasal 25 huruf b, disebutkan bahwa pelayanan yang tidak dijamin adalah pelayanan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Dari kalimat tersebut jelas bahwa peserta BPJS Kesehatan tidak dapat dijamin, jika pelayanan dilakukan pada faskes yang tidak memiliki kerjasama dengan BPJS Kesehatan itu sendiri. RSUD Dumai menurut hemat saya merupakan Rumah Sakit Pemerintah dan seharusnya RSUD Dumai memiliki kerjasama dengan BPJS, maka pihak rumah sakit tidak seharusnya membebankan lagi biaya kepada pasien yang memiliki kartu BPJS," terangnya.

Apabila pasien yang masuk dalam pelayanan kesehatan pada rumah sakit atau faskes yang belum memiliki hubungan bekerjasama dengan BPJS, lanjut Rion, maka hanya dapat dilakukan pelayanan oleh faskes dengan kondisi pasien gawat darurat. Oleh karena itu jika pasien tidak dalam kondisi gawat darurat, maka biaya pelayanan pasien tidak dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.

"Maka untuk kondisi pasien gawat darurat pada RSUD Dumai dalam pandangan saya tidak berlaku pembatasan sebagaimana yang tertulis dalam pasal tersebut," kata Rion lagi.

Atas kondisi ini, Rion juga akan menyurati Ombudsman. "Karena kami melihat disini pihak BPJS tidak transparan dalam melayani publik," pungkasnya.

loading...
Editor: Riki

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Mengejutkan, Ini Zat Berbahaya di Balik Wadah Plastik yang Penting Anda Ketahui

    JAKARTA, datariau.com - Wadah-wadah plastik memiliki harga yang murah dan cukup ringan untuk dibawa. Tak heran kalau produk ini jadi favorit banyak orang unt

  • Mengatasi Insomnia dengan Cara Tak Terduga Ini

    JAKARTA, datariau.com - Insomnia atau sulit tidur di malam hari sering dikeluhkan orang-orang modern. Gangguan tidur ini bisa menjadi serius, apalagi jika ke

  • Waspada Wabah Difteri, Begini Cara Mencegahnya..

    JAKARTA, datariau.com - Data Kementerian Kesehatan hingga November menunjukkan terdapat 95 Kabupaten atau kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri

  • Difteri Mewabah di Indonesia, Kemenkes Tuding Penolakan Vaksin Sebagai Pemicu

    JAKARTA, datariau.com - Difteri mewabah di sejumlah daerah di Indonesia. Kementerian Kesehatan menyebut hingga November 2017, sebanyak 95 Kabupaten/kota dari

  • Ada Operasi Katarak Gratis di RS Dr Pratomo Bagansiapiapi, Sudah 270 Pasien Mendaftar

    ROHIL, datariau.com - Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH menghadiri acara Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, Sabtu (2/12/2017) sekira pukul

  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg