Sabtu, 24 Jun 2017 / 29 Ramadhan 1438
  • Home
  • Lingkungan
  • Anggota DPRD Riau Tinjau PT Pertamina EP Field Lirik Terkait Dugaan Limbah

Anggota DPRD Riau Tinjau PT Pertamina EP Field Lirik Terkait Dugaan Limbah

Oleh: Heri
Selasa, 21 Mar 2017 12:55
view: 1323
Heri
Kunjungan Anggota DPRD Riau ke PT Pertamina EP Field Lirik.

RENGAT, datariau.com - Terkait dugaan jebolnya kolam Skimming Pit tempat penampungan air panas uap yang bercampur minyak di SPU (Stasiun Pengumpulan Utama) Desa Gudang Batu Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu, Anggota DPRD Provinsi Riau melakukan tinjauan ke lapangan.

Sampai di lapangan, Anggota DPRD Riau Malik Siregar yang merupakan Anggota Komisi A dan Anggota DPRD Riau lainnya Yulisman tidak diperbolehkan masuk ke lokasi oleh security yang berjaga dengan alasan keselamatan kerja dan lokasi bukan tempat umum.

Sempat terjadi adu mulut yang akhirnya para Anggota DPRD ini meminta nomor telepon Humas PT Pertamina EP Field Lirik dan langsung menghubunginya mempertanyakan adanya dugaan limbah minyak yang merusak lingkungan.

Dari perbincangan seluler Anggota DPRD Riau dengan Humas, dijelaskan bahwa yang tertumpah itu bukan limbah dan kondisi ini tidak ada merugikan lingkungan sekitar, karena kejadian sejak dua pekan lalu, sampai sekarang belum ada komplen dari masyarakat, tokoh masyarakat maupun BLH setempat.

"Dalam minggu ini akan segera dijadwalkan pemanggilan manager PT Pertamina EP Field Lirik. Kita akan pertanyakan apa penyebab jebolnya kolam Skimming Pit tempat penampungan air panas uap yang bercampur minyak itu bisa jebol. Sesuai peraturan dalam UU tentang limbah dan migas, air panas uap yang bercampur minyak tidak boleh berserak atau dibuang sembarangan," kata Malik kepada datariau.com usai kunjungan, Ahad (19/3/2017).

"Secara lisan melalu via seluler kita sudah beritahukan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, ibu Yul, tentang terjadi dugaan limbah PT Pertamina Lirik yang berserak ke anak parit akibat jebolnya kolam Skimming Pit yang ada di Desa Gudang Batu Kecamatan Lirik ini," ujarnya.

"Pihak LHK Provinsi Riau akan segera meng-kroscek ke lokasi dan akan segera menindaklanjuti dugaan limbah tersebut, sebagaimana rekan-rekan media dengar sendiri penjelasan kepala LHK Provinsi Riau tadi," sebut Malik Siregar yang telah menyampaikan hal itu ke Dinas LHK melalui selulernya dan didengar para awak media.

Sementara itu, Yulisman yang juga Anggota DPRD Provinsi Riau ikut turun ke lokasi menyatakan kecewa terhadap pihak PT Pertamina Lirik yang tidak memperbolehkan pihaknya masuk ke dalam untuk melihat Skimming Pit yang katanya jebol itu.

"Kami dari perwakilan masyarakat sangat kecewa sekali dengan penolakan security yang tidak membolehkan kami-kami dari Dewan Provinsi masuk untuk melihat kepastian kolam Skimming Pit itu untuk penampungan apa dan jebolnya kena apa. Karena sesuai pengaduan masyarakat kepada kami berdua bahwa kolam Skimming Pit Pertamina jebol dan diduga limbah B3 berserakan di anak parit," kata Yulisman.

"Menurut keterangan pihak PT Pertamina waktu saya telephone tadi bahwa di kolam Skimming Pit yang jebol pekan lalu itu bukanlah tempat penampungan limbah, kalau lah itu limbah yang berserak tentu Kepala Desa dan Camat ribut. Sementara Kepala Desa, Camat dan lainnya diam dan tidak ada yang mempermasalahkan jebolnya kolam Skimming Pit," jelas Yulisman menirukan konfirmasi yang dilakukan kepada pihak Pertamina melalui seluler.

"Besok Senin begitu kami masuk kantor, persoalan ini akan segera disampaikan kepada pimpinan DPRD Provinsi Riau untuk segera membuat surat pemanggilan atau hearing pihak PT Pertamina Lirik," pungkasnya.

Terkait hal ini, Humas PT Pertamina EP Field Lirik Ahmad Jabar mencoba meluruskan kondisi yang sebenarnya terjadi, yakni yang berserakan itu bukanlah limbah melainkan minyak yang tumpah karena bak penampungan minyak pecah, itupun tidak sampai meluber ke parit lingkungan.

"Itu tidak ada limbah, yang pecah itu tambahan dinding bak minyak, bukan semua pecah, tambahan yang 1 meter pecah, kejadian pas tidak hujan, siang jam sebelas langsung kita angkat semuanya sehingga tidak meluber kemana-mana," terang Jabar saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (21/3/2017).

Ditegaskan Ahmad Jabar, bahwa peristiwa itu murni musibah, yakni pihaknya berencana menambah ketinggian bak minyak yang awalnya hanya 2 meter menjadi 1 meter. Ketika terjadi musibah pecahnya tambahan 1 meter yang mengakibatkan minyak tumpah, maka pihaknya langsung menurunkan bak tambahan 1 meter kemudian membersihkan minyak yang tumpah sehingga tidak menjalar kemana-mana ataupun sampai ke parit lingkungan warga.

"Tidak ada komplen dari masyarakat, sudah dua minggu tidak ada komplen, BLH juga tidak ada menelepon kami, kami tegaskan bahwa kami tidak ada menerima komplen. Ini musibah, namun tidak ada komplen, saya itu patokan (jika ada komplen berarti ada masalah, red), kondisi sekitar itu sudah bersih, bak sedang diperbaiki, minyak tidak meluber, sekarang pakai 2 meter. Sekali lagi saya tegaskan baik lisan maupun tulisan tidak ada komplen dari masyarakat maupun tokoh masyarakat dan lainnya," tegas Ahmad Jabar.

Dengan demikian, terang Ahmad Jabar, maka persoalan tumpahnya minyak karena bak pecah ini tidak sampai mencemari lingkungan, karena menurut Ahmad Jabar, pihaknya langsung bertindak cepat untuk mengangkat minyak yang tertumpah, sehingga tidak membuat resah bagi masyarakat. Buktinya, sampai pekan kedua pasca kejadian itu, pihak PT Pertamina EP Field Lirik tidak satupun menerima komplen dari masyarakat, hanya ada pemberitaan media Data Riau sebelumnya yang narasumbernya keluhan dari salah seorang anggota LSM yang berasal dari Rengat, bukan dari Lirik.

"Kita siap jika memang dipanggil, tentunya pihak yang berkompeten dalam hal ini BLH, kalau DPRD yang memanggil tentu kita bertanya juga, harusnya kita ditegur BLH dulu," terang Ahmad Jabar lagi sembari menegaskan, bahwa pihaknya siap untuk memperlihatkan data-data konkrit dan kronologis peristiwa pecahnya bak tersebut kepada pihak BLH maupun Anggota DPRD yang ingin mengetahui secara pasti. (her/rik)

Editor: Adi

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati di Sungai Ngaso

    PASIRPANGARAIAN, datariau.com - Warga Desa Ujung Batu Timur, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menemukan ribuan ikan mati di sungai Ngaso, R

  • PT Tasma Puja Meyakinkan Limbah Tidak Mengalir ke Sungai Kuamang Kampar

    KAMPAR, datariau.com - Manajemen perusahaan sawit PT Tasma Puja dengan tegas dan yakin kalau limbah yang mencemari sungai Kuamang bukanlah miliknya.

  • Ditemukan Dua Truk Tronton Pengangkut Limbah B3 Diduga Ilegal di Perawang Siak

    PERAWANG, datariau.com - Dua kendaraan tronton pengangkut limbah ditemukan pada Rabu (3/5/2017) sekira pukul 16.00 WIB melintasi jalan khusus truk tronton di

  • Anggota DPRD Riau Tinjau PT Pertamina EP Field Lirik Terkait Dugaan Limbah

    RENGAT, datariau.com - Terkait dugaan jebolnya kolam Skimming Pit tempat penampungan air panas uap yang bercampur minyak di SPU (Stasiun Pengumpulan Utama) D

  • Limbah B3 Berserakan di Anak Parit, Diduga Berasal dari Kolam Skimming Pit PT Pertamina EP Field Lirik yang Jebol

    RENGAT, datariau.com - Satu pekan yang lalu diduga bak atau Kolam Skimming Pit tempat penampungan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di SPU (Stasiun Pengumpula

  • Manager PT PAS Klaim Pengelolahan Limbah Sudah Sesuai SOP

    RENGAT, datariau.com - Managar PT Persada Agro Sawita (PAS) Junito menegaskan, bahwa pengelolahan limbah pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya sudan sesuai deng

  • Keluhan Limbah PKS PT PAS, Masyarakat Diminta Membuat Surat Pengaduan secara Resmi

    RENGAT, datariau.com - Asap hitam yang mengepul dari cerobong Boiler Instalator dan bau busuk limbah yang diduga berasal dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Pe

  • KOMENTAR
    PERMASI
    Iklan,FARMAOPTICAL