Kamis, 14 Des 2017 / 25 Rabiul Awal 1439
  • Home
  • Lingkungan
  • Anggota DPRD Riau Tinjau PT Pertamina EP Field Lirik Terkait Dugaan Limbah

Anggota DPRD Riau Tinjau PT Pertamina EP Field Lirik Terkait Dugaan Limbah

Oleh: Heri
Selasa, 21 Mar 2017 12:55
view: 1.412
Heri
Kunjungan Anggota DPRD Riau ke PT Pertamina EP Field Lirik.

RENGAT, datariau.com - Terkait dugaan jebolnya kolam Skimming Pit tempat penampungan air panas uap yang bercampur minyak di SPU (Stasiun Pengumpulan Utama) Desa Gudang Batu Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu, Anggota DPRD Provinsi Riau melakukan tinjauan ke lapangan.

Sampai di lapangan, Anggota DPRD Riau Malik Siregar yang merupakan Anggota Komisi A dan Anggota DPRD Riau lainnya Yulisman tidak diperbolehkan masuk ke lokasi oleh security yang berjaga dengan alasan keselamatan kerja dan lokasi bukan tempat umum.

Sempat terjadi adu mulut yang akhirnya para Anggota DPRD ini meminta nomor telepon Humas PT Pertamina EP Field Lirik dan langsung menghubunginya mempertanyakan adanya dugaan limbah minyak yang merusak lingkungan.

Dari perbincangan seluler Anggota DPRD Riau dengan Humas, dijelaskan bahwa yang tertumpah itu bukan limbah dan kondisi ini tidak ada merugikan lingkungan sekitar, karena kejadian sejak dua pekan lalu, sampai sekarang belum ada komplen dari masyarakat, tokoh masyarakat maupun BLH setempat.

"Dalam minggu ini akan segera dijadwalkan pemanggilan manager PT Pertamina EP Field Lirik. Kita akan pertanyakan apa penyebab jebolnya kolam Skimming Pit tempat penampungan air panas uap yang bercampur minyak itu bisa jebol. Sesuai peraturan dalam UU tentang limbah dan migas, air panas uap yang bercampur minyak tidak boleh berserak atau dibuang sembarangan," kata Malik kepada datariau.com usai kunjungan, Ahad (19/3/2017).

"Secara lisan melalu via seluler kita sudah beritahukan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, ibu Yul, tentang terjadi dugaan limbah PT Pertamina Lirik yang berserak ke anak parit akibat jebolnya kolam Skimming Pit yang ada di Desa Gudang Batu Kecamatan Lirik ini," ujarnya.

"Pihak LHK Provinsi Riau akan segera meng-kroscek ke lokasi dan akan segera menindaklanjuti dugaan limbah tersebut, sebagaimana rekan-rekan media dengar sendiri penjelasan kepala LHK Provinsi Riau tadi," sebut Malik Siregar yang telah menyampaikan hal itu ke Dinas LHK melalui selulernya dan didengar para awak media.

Sementara itu, Yulisman yang juga Anggota DPRD Provinsi Riau ikut turun ke lokasi menyatakan kecewa terhadap pihak PT Pertamina Lirik yang tidak memperbolehkan pihaknya masuk ke dalam untuk melihat Skimming Pit yang katanya jebol itu.

"Kami dari perwakilan masyarakat sangat kecewa sekali dengan penolakan security yang tidak membolehkan kami-kami dari Dewan Provinsi masuk untuk melihat kepastian kolam Skimming Pit itu untuk penampungan apa dan jebolnya kena apa. Karena sesuai pengaduan masyarakat kepada kami berdua bahwa kolam Skimming Pit Pertamina jebol dan diduga limbah B3 berserakan di anak parit," kata Yulisman.

"Menurut keterangan pihak PT Pertamina waktu saya telephone tadi bahwa di kolam Skimming Pit yang jebol pekan lalu itu bukanlah tempat penampungan limbah, kalau lah itu limbah yang berserak tentu Kepala Desa dan Camat ribut. Sementara Kepala Desa, Camat dan lainnya diam dan tidak ada yang mempermasalahkan jebolnya kolam Skimming Pit," jelas Yulisman menirukan konfirmasi yang dilakukan kepada pihak Pertamina melalui seluler.

"Besok Senin begitu kami masuk kantor, persoalan ini akan segera disampaikan kepada pimpinan DPRD Provinsi Riau untuk segera membuat surat pemanggilan atau hearing pihak PT Pertamina Lirik," pungkasnya.

Terkait hal ini, Humas PT Pertamina EP Field Lirik Ahmad Jabar mencoba meluruskan kondisi yang sebenarnya terjadi, yakni yang berserakan itu bukanlah limbah melainkan minyak yang tumpah karena bak penampungan minyak pecah, itupun tidak sampai meluber ke parit lingkungan.

"Itu tidak ada limbah, yang pecah itu tambahan dinding bak minyak, bukan semua pecah, tambahan yang 1 meter pecah, kejadian pas tidak hujan, siang jam sebelas langsung kita angkat semuanya sehingga tidak meluber kemana-mana," terang Jabar saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (21/3/2017).

Ditegaskan Ahmad Jabar, bahwa peristiwa itu murni musibah, yakni pihaknya berencana menambah ketinggian bak minyak yang awalnya hanya 2 meter menjadi 1 meter. Ketika terjadi musibah pecahnya tambahan 1 meter yang mengakibatkan minyak tumpah, maka pihaknya langsung menurunkan bak tambahan 1 meter kemudian membersihkan minyak yang tumpah sehingga tidak menjalar kemana-mana ataupun sampai ke parit lingkungan warga.

"Tidak ada komplen dari masyarakat, sudah dua minggu tidak ada komplen, BLH juga tidak ada menelepon kami, kami tegaskan bahwa kami tidak ada menerima komplen. Ini musibah, namun tidak ada komplen, saya itu patokan (jika ada komplen berarti ada masalah, red), kondisi sekitar itu sudah bersih, bak sedang diperbaiki, minyak tidak meluber, sekarang pakai 2 meter. Sekali lagi saya tegaskan baik lisan maupun tulisan tidak ada komplen dari masyarakat maupun tokoh masyarakat dan lainnya," tegas Ahmad Jabar.

Dengan demikian, terang Ahmad Jabar, maka persoalan tumpahnya minyak karena bak pecah ini tidak sampai mencemari lingkungan, karena menurut Ahmad Jabar, pihaknya langsung bertindak cepat untuk mengangkat minyak yang tertumpah, sehingga tidak membuat resah bagi masyarakat. Buktinya, sampai pekan kedua pasca kejadian itu, pihak PT Pertamina EP Field Lirik tidak satupun menerima komplen dari masyarakat, hanya ada pemberitaan media Data Riau sebelumnya yang narasumbernya keluhan dari salah seorang anggota LSM yang berasal dari Rengat, bukan dari Lirik.

"Kita siap jika memang dipanggil, tentunya pihak yang berkompeten dalam hal ini BLH, kalau DPRD yang memanggil tentu kita bertanya juga, harusnya kita ditegur BLH dulu," terang Ahmad Jabar lagi sembari menegaskan, bahwa pihaknya siap untuk memperlihatkan data-data konkrit dan kronologis peristiwa pecahnya bak tersebut kepada pihak BLH maupun Anggota DPRD yang ingin mengetahui secara pasti. (her/rik)

loading...
Editor: Adi

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Diduga Merusak Aset Milik Pemerintah, PT MGKS Terancam Pidana

    RENGAT,datariau.com - Lembaga Swadaya Masayarakat Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia Provinsi Riau mengkritik penggunaan drainase yang dibang
  • PT Pertamina Lirik Inhu Gunakan Drainase Untuk Jalur Pipa Minyak

    RENGAT, datariau.com - Terkesan untuk mencari mudah kerja dan mencari keuntungan besar, galian  dan pemasangan jalur line pipa minyak PT Pertamina di Kecamatan
  • Parah!!.. Diduga Tambang Pasir Ilegal di Perawang Ini Merusak Ekosistem Alam Sekitar

    SIAK, datariau.com - Semenjak pengalihan pengurusan Izin Galian C maupun Kwari ke provinsi, dengan demikian makin marak pulalah penambangan pasir ilegal maupun kwari sa
  • Menabung di Bank Sampah Purwodadi Pekanbaru, Uangnya Bisa Untuk Sekolahkan Anak

    PEKANBARU, datariau.com - Jika selama ini istilah menabung selalu identik dengan uang, namun kini tidak lagi. Pasalnya, masyarakat kini juga bisa menabung sampah melalu
  • Semenisasi Jalan di Dusun Penyaguan Rohil Untuk Kepentingan Pribadi?

    LENGGADAI HILIR, datariau.com - Pembangunan Semenisasi Jalan Famili I, RT07, Dusun Penyaguan, Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Rokan

  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg