Jumat, 15 Des 2017 / 26 Rabiul Awal 1439
  • Home
  • Natuna
  • Ditemukan Apotik di Natuna Diduga Jual Obat Tidak Sesuai Aturan

Ditemukan Apotik di Natuna Diduga Jual Obat Tidak Sesuai Aturan

Oleh: Arizki Fil Bahri
Rabu, 06 Des 2017 19:31
view: 1.462
Foto: Arizki Fil Bahri
Ditemukan Apotik di Natuna Diduga Jual Obat Tidak Sesuai Aturan.

NATUNA, datariau.com - Apotek Tsabita yang sudah berdiri 2 tahun di Natuna, diduga tidak mengikuti aturan yang berlaku yakni Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 629/Menkes/SK/II/v2006.

Dimana, Peraturan Menteri Kesehatan itu tentang Pencantuman Harga Eceran Tertinggi (HET) pada label obat. Namun, masih ditemukan dugaan pelanggaran atas peraturan yang ditandatangani oleh Dr dr Siti Fadilah Supari Sp JP(K) pada tanggal 7 Februari 2006.

Salah satunya diduga dilakukan Apotek Tsabita yang berdiri di daerah kecamatan Bunguran Timur Ranai Kabupaten Natuna, diduga melanggar aturan tersebut.

Pada peraturan ini, HET yang dicantumkan pada label obat adalah Harga Netto Apotik (HNA) ditambah PPN 10% ditambah margin apotik 25%. Dengan penetapan Keputusan Pemerintah ini seharusnya tidak ada apotik atau pedagang besar Farmasi yang menjual melebihi ketentuan HET. Sebab dalam HET telah jelas menetapkan komponen untuk keuntungan Apotik sebesar 25 persen ditambah PPN 10 persen.

Hal ini perlu dilakukan karena konsumen berhak mendapatkan informasi yang lengkap dan benar terhadap barang yang dibelinya. Dan ini diatur dalam UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yakni pada pasal 7 ayat b yang menyebutkan pelaku usaha berkewajiban memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan.

Atas temuan ini, datariau.com mencoba menyelusuri kebenarannya, dengan menemui Budi selaku owner pemilik apotik yang diduga telah melakukan penjualan di atas HET. Budi pun mengakui telah terjadi pelanggaran dan baru mengetahui adanya aturan tersebut, namun ia beralasan jika dijual sesuai HET maka apotik tidak memperoleh keuntungan.

"Saya akui ini pelanggaran, saya baru tahu kalau ada aturannya, yang jelas jika kami jual sama dengan HET kami tidak akan mendapatkan keuntungan," ungkap Budi, owner apotik ini saat dikonfirmasi datariau.com malam ini, Rabu (6/12/2017).

Kabarnya, selama 2 tahun ini Apotik Tsabita diduga melanggar beberapa ketentuan Kementerian Kesehatan dan sudah banyak konsumen yang dirugikan, masyarakat membeli obat dengan harga di atas HET. Dalam pasal 62 ayat 1 pelaku usaha yang melanggar tersebut diancam hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 2.000.000.000.

Kepala Dinas Perdagangan belum berhasil dikonfirmasi, tim datariau.com akan melakukan konfirmasi terhadap pihak terkait untuk menindaklanjuti temuan ini.

Editor: Agusri

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Ratusan Warga Kampar di Natuna Bergembira Dikunjungi Bupati Aziz Zainal

    NATUNA, datariau.com - Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM beserta Anggota DPRD dan Kepala OPD bersillaturahmi dengan masyarakat Kampar yang bermukim di Natuna

  • Polres Natuna Razia di Beberapa Tempat Rawan Kejahatan

    NATUNA, datariau.com - Jelang Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 2018, Polres Natuna mengadakan operasi pekat dengan sandi Operasi Pekat Seligi 2017. Hal

  • Bupati dan Anggota DPRD Kampar Takjub dengan Wisata Natuna

    NATUNA, datariau.com - Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan

  • Pang Ali Harapkan Acara Silaturahmi Warga Kampar di Natuna Mempererat Persatuan

    NATUNA, datariau.com - Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk atau heterogen. Bangsa mempunyai beraneka ragam suku bangsa, budaya, agama, dan

  • Warga Segeram Merasa Dianaktirikan Kecamatan Bunguran Barat

    NATUNA, datariau.com - Segeram yang termasuk wilayah kelurahan Sedanau kecamatan Bunguran Barat merasa dianaktirikan oleh pihak kecamatan.

    &

  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg