Rabu, 18 Okt 2017 / 27 Muharram 1439
  • Home
  • Opini
  • Gaduh-Gaduh Untuk Kekuasaan, Ribut-Ribut Kepentingan

Gaduh-Gaduh Untuk Kekuasaan, Ribut-Ribut Kepentingan

Oleh: Maryuli Apindo
Rabu, 27 Sep 2017 13:14
view: 1078
Aktivis mahasiswa Kabupaten Siak Provinsi Riau Maryuli Apindo.
DATARIAU.COM - Polemik atau kegaduhan di Negara ini seakan tak pernah usai, silih berganti sambung menyambung menjadi pertikaian yang tidak berujung, bemula dari Pilkada hingga hari ini masih terus berlanjut. Seakan dijaga agar tetap eksis ada untuk mengamankan kepentingan mereka yang berkuasa dan punya agenda.
 
Kegaduhan Pilkada Ibukota beberapa bulan lalu masih belum bisa dianggap selesai, masih cukup banyak yang tidak bertegur sapa hanya karena soal beda menentukan memilih siapa, ditambah pula soal bumbu Agama makin membara ini Apinya, padahal jika kita lihat secara seksama tokohnya tak jauh beda masih pemain lama aktor yang sama.
 
Tinggalkan sejenak soal Pilkada sudah dimana Ahok, sekarang rumah tahanan mana ia?, 
 
Buni Yani yang sudah jadi apa? atau kemana ulama yang jadi motor utamanya?,  tapi ingat  kasus ini dua orang yang harus kita catat.
 
Kapolri Jendral Tito dan Panglima Jendral Gatot Nurmantyo yang memainkan peran strategisnya, masih segar dalam ingatan bagaimana kontestasi demokrasi Pilkada DKI, Tito (KAPOLRI) menjadi bulan-bulanan bagi golongan kontra Ahok, tapi Gatot (PANGLIMA TNI) sebaliknya menjadi idola dan dianggap membela ulama dan massa pro Gubernur baru DKI momentum ini bisa kita catat awal mula pamor sang Jendral naik kepermukaan.
 
Bergerak pula pada soal lainya, September kelabu kalau soal ini sudah jadi issue tahunan sebetulnya debat soal Partai PKI dan 65, membedah kekejaman PKI bagi kaum kanan dan sebalikanya kaum kiri yang bicara ada rekayasa sejarah oleh penguasa, tapi kali ini sedikit lebih berwarna karena ada pemainnya yang memang sering sliweran di kamera media masa. Sehingga lebih menarik perhatian, walau sepertinya masih pemain lama dengan penambahan beberapa figuran dan tokoh-tokoh bintang baru, bermula dari penyerangan diskusi/seminar atau apapun namanya di kantor YLBHI Jakarta oleh sekelompok orang lagi kepolisian yang juga jadi bulan-bulanan.
 
Kelompok satu polisi dikira Ademokrasi melarang kegiatan akademis yang hal itu versi kelompok ini adalah HAM yang dilindungi regulasi kita, golongan yang satunya polisi lindungi PKI dengan mengatakan membiarkan diskusi dan menghalau mereka yang hendak membubarkan kegiatan, berat memang peran pak Kapolri ini bermain figur Antagonis di dunia nyata sebesar Indonesia. 
 
Tetapi pak Jendral TNI dimana ? 
Masih posisi biasa sebagai Gatot Kaca, dengan intruksi Nobar Film G-30 S/PKI sikap tegas dimuka publik yang tentu meraup simpatik, lagi-lagi Pak Jendral menang banyak dimuka publik kanan dihadapan orang-orang yang tidak bisa kita lepaskan sebetulnya dari bekas-bekas kegaduhan Pilkada DKI yang saya bahas diawal, orang yang bertikai tapi kita yang menang, menang tanpa pertarungan itu politik kelas tinggi memanfaatkan lawan merangkut erat kawan itu politik tingkat dewa sekilas gambaran tentang panglima bagi saya.
 
Belum pula selesai soal PKI, lanjut lagi kegaduhan lainnya , 5000 pucuk senjata tak bertuan entah siapa yang pesan kalau pak Jendral bilang ini diluar militer, lalu siapa ? 
Jangan-jangan ini diperuntukan bagi angkatan ke lima , jika menyambung kegaduhan sebelumnya tapi tidak mungkin rasanya, masih seru dibahas warung kopi pinggiran rakyat tetapi terlalu hangat, beruntung situasi di dinginkan keadaan.
 
Akhirnya diluruskan oleh Menkopolhukam Wiranto bilang itu senjata untuk BIN, sah-sah saja sebetulnya karena memang regulasi kita soal ini ada dikementerian tapi, kok agenda senyap, ya...menaruh curiga apalagi kata pak Jendral Gatot lembaga Non militer dan mencatut nama Presiden, bahasa pak Jendral ini sebetulnya pemantik kegaduhan ini menunjukkan kegentingan dan itu keluar dari Panglima TNI yang tentu akan sangat mempengaruhi Psikologi masyarakat, tapi soal ini saya melihat jauh sederhana, ini soal uang soal apa dan jatuh ke siapa?, tinggal kita saksikan kelanjutan kisahnya.
 
Kita hanya tinggal menunggu kegaduhan-kegaduhan apalagi yang akan diciptakan, yang pasti kegaduhan ini masih akan tetap ada, pun mereda sepertinya butuh Pil ekstra pil PCC yang juga lagi sontar terdengar karena akibatnya yang luar biasa, saya yakin tak mampu membendung, sepertinya bangsa cuma butuh Pilpres kelak 2019 butuh panggung pertarungan sesungguhnya agar kegaduhan ini selesai, tetapi harus kita catat pula ini gerak  politik yang amat buruk cara-cara ini tidak bisa dibiarkan menjadi budaya politik dan yang terpenting sangat tidak mendidik.
 
Akhir tulisan ini satu pertanyaanya ? Siapa produser dan aktor belakang layarnya ? Panglima yang normalnya 6 bulan lagi pensiun kini jadi idola, di idamkan dimana-mana karena merangkul dan terkesan begitu dekat dengan golongan Mayoritas Republik ini, tapi Jokowi sebaliknya hampir sama dengan Kapolri jauh dan berjarak dari golongan itu jika dilihat secara kasat mata Pak Jendral TNI ini sering melakukan gerakan tambahan yang seakan bertentangan dengan Presiden yang notabene adalah atasannya, tapi masih dipertahankan padahal hak Preogratif Presiden soal ini pun harus mencopot atau sebaliknya, akhirnya jangan begitu kaget ada kejutan 2019, dua golongan dengan dua pendukung fanatis bersatu demi meraup kemenangan dan sayang akhirnya kita (Rakyat) yang jadi mainan.
 
Tapi ini politik, petanya dalam hitungan detik bisa berubah yang kita kira kawan ternyata lawan atau sebaliknya , untuk itu tak usah terlalu menunjukkan fanatisme bicara ini dan itu, melihat dan menyimpulkan atau menghujat sesama saudara hanya karena ini, karena kegaduhan ini bukan tanpa makna tanpa tujuan atau tanpa alasan pasti ada yang memainkan peran strategis dan itu kadang jauh dari yang kita kira wallahualam.
 
Diatas hanya soal kegaduhan, Problematika dan perdebatan yang saya kira hanya titipan kepentingan, tapi soal e-KTP kemana ? atau soal Freeport ?? Novel yang disiram air keras ? Atau NikahSirri.com kenapa di bradel itu media, padahal niatnya baik memperpanjang dan memperbaiki peradaban yang kalau kata CEOnya media yang ia bentuk adalah merupakan kebudayaan yang telah lama ada di Negara ini, berita terakhir ini cukup kita beri senyuman anggap saja iklan disaat kita menyaksikan Sinetron.
loading...
Editor: Hermansyah

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
Opini Terbaru
  • Peduli, Tetapi Dicemooh!!.. Ikhlas Dibilang Ada Sesuatu, Curhat Akun Facebook Sinaga Kerjakeras
  • Tahun Baru Islam, Refleksi Umat Untuk Memperbaiki Keislaman
  • Gaduh-Gaduh Untuk Kekuasaan, Ribut-Ribut Kepentingan
  • Bunuh Diri, Kemiskinan, dan Korupsi di Indonesia
  • Selamat Datang Mimpi
  • IKLAN TUKANG ABU RAFI
    Data Foto
    BAGIKAN:

    BACA JUGA

  • 4 Hektar Kebun Sawit Milik Warga di Rohul Hangus Terbakar

    PASIRPANGARAIAN, datariau.com - Sekitar 4 hektar lahan kebun kelapa sawit milik warga di Kilometer 28 Desa Pauh‎, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu

  • Naik Pangkat, Babinsa Koramil 02 Rambah Dilantik Dandim 0313/Kpr

    KAMPAR, datariau.com - Dandim 0313/Kpr Letkol Inf Beny Setiyanto memimpin upacara kenaikan pangkat 30 prajuritnya yang bertempat di halaman Markas Komando Distrik Milit
  • Terungkap, Ini Identitas Pemuda yang Adu Jotos dengan Perwira TNI di Jalan Raya

    JAKARTA, datariau.com - Identitas pemuda yang adu jotos dengan perwira TNI AL Lettu Satria terungkap. Pemuda yang buang sampah sembarangan itu warga Cempaka

  • Peringatan HUT Kabupaten Rohul Ke-18 Berlangsung Meriah

    ROHUL, datariau.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rohul yang Ke-18 Tahun 2017 bertempat di halaman Kantor Bupati Kabupaten Rohul Desa Pematang Berangan di
  • Ciptakan Hidup Sehat, TNI di Kecamatan Rambah Rohul Bangun Water Closed

    ROHUL, datariau.com - Pekerjaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya berkaitan dengan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR
  • Meriahkan HUT TNI Ke-72, Polresta Pekanbaru Kunjungi Tiga Markas TNI

    PEKANBARU, datariau.com - Puluhan personil Polresta Pekanbaru kunjungi markas Polisi Militer Angkatan Darat, Jalan Ahmad Yani, Kamis (5/10/2017) siang. Kehad

  • DPM-PTSP Kampar Juara 1 Pertandingan Bola Voli Peringatan HUT TNI Ke-72

    BANGKINANG KOTA, datariau.com - Peringatan HUT TNI ke-72 diperingati dengan menggelar berbagai macam kegiatan, mulai dari perlombaan maupun pertandingan yang

  • KOMENTAR