Kamis, 27 Apr 2017 / 30 Rejab 1438
  • Home
  • Opini
  • Menjaga Ukhuwah Islamiah dalam Bingkai NKRI

Menjaga Ukhuwah Islamiah dalam Bingkai NKRI

Oleh : Al Khairi Yacob, S.Ag
Senin, 19 Des 2016 13:27
view: 206
Ilustrasi

DATARIAU.COM - Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai “persaudaraan”,  terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti “memperhatikan”. Makna asal ini memberi kesan bahwa persaudaraan mengharuskan adanya perhatian semua  pihak yang merasa bersaudara.

Masyarakat Muslim mengenal istilah Ukhuwah Islamiyah. Istilah ini perlu didudukan maknanya, agar bahasan kita tentang ukhuwah tidak mengalami  kerancuan. Untuk itu, terlebih dahulu perlu dilakukan tinjauan kebahasaan untuk menetapkan kedudukan kata Islamiyah dalam istilah diatas. Selama  ini  ada  kesan  bahwa  istilah  tersebut bermakna “persaudaraan yang dijalin oleh sesama muslim”,  atau   dengan  kata  lain,  kata  “islamiyah”dijadikan sebagai pelaku   ukhuwah   itu.

Pemahaman ini kurang tepat. Kata Islamiyah yang dirangkaikan dengan kata ukhuwah lebih tepat dipahami sebagai adjektiva, sehingga ukhuwah islamiyah berarti “persaudaraan yang bersifat islami atau yang diajarkan oleh Islam”. Paling  tidak  ada  dua  alasan  untuk  mendukung  pendapat  ini. Pertama, Al-Qur’an dan Hadits memperkenalkan bermacam-macam persaudaraan.

Kedua, karena alasan kebahasaan. Di dalam bahasa arab, kata sifat selalu harus disesuaikan dengan kata yang disifatinya. Jika yang disifati berbentuk indefinitif maupun feminin, maka kata sifatnya pun harus demikian. ini terlihat secara jelas pada saat kita berkata “ukhuwah Islamiyah dan Al-Ukhuwah Al- Islamiyah”.

Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha, misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”, (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.

Macam-Macam Ukhuwah Islamiyah :

Di atas telah dikemukakan arti ukhuwah Islamiyah, yakni ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menyinggung masalah ukhuwah Islamiyah dan dapat kita simpulkan bahwa di dalam kitab suci ini memperkenalkan paling tidak 4 macam persaudaraan:

1) Ukhuwah, ubudiyah atau saudara sesama makhluk dan sama-sama tunduk kepada Allah.
2) Ukhuwah Insaniyah (basyariyah) dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu. Rasulullah Saw. juga menekankan lewat sabda beliau, “Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Hamba-hamba Allah semuanya bersaudara”
3) Ukhuwah wathaniyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.
4) Ukhuwah fi din Al-Islam, persaudaraan antarsesama Muslim. Rasulullah Saw. Bersabda : “Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang sesudah (wafat)-ku.”

Hakekat Ukhuwah Islamiyah

Dalam Alqur’an Surat Ali Imran ayat 103, Allah menyatakan :
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh- musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”

Akhir-akhir ini NKRI digoncang oleh Isu-isu yang memecah belah Umat beragama, sebagaimana yang ditayangkan media yang kebenarannya diragukan, ini semua cenderung dilakukan untuk kepentingan individu  dan  golongan  tertentu  atau  untuk  kepentingan  politik  tertentu. Seperti  kita  lihat permasalahan   yang   menjerat   Ahok   sebagai   penista   agama,   sesungguhnya   jauh   lebih   kecil dibandingkan dengan permasalahan besar internal kepemimpinan umat Islam Indonesia.

Jika umat Islam bersatu dibawah manajemen kepemimpinana Islam, maka masalah penistaan agama seperti kasus ahok  tidak  perlu  diselesaikan  dengan  cara  besar-besaran seperti  mau  revolusi , yang berpotensi menimbulkan kerusuhan dan huru hara ulah provokator yang sulit dikontrol, sehingga menimbulkan kerugian umum yang harus ditanggung Negara dan rakyat banyak secara tidak langsung.

Permasalahan besar umat Islam adalah belum dapat mewujudkan kesatuan visi dan misi dan gerakan dalam manajemen keumatan terkait masalah kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan, sebagaimana tersurat dan tersirat dalam Al- qu’ran yang belum terpenuhi. Umat Islam tetap terkotak-kotak dalam firqoh politik dan mudah diadudomba   dengan   kepentingan-kepentingan   sesaat.   Diperlukan   secepatnya   reformasi  dan revitalisasi gerakan sistem dan manajemen keutamaan dan politik Islam.

Pembentukan Negara kesatuan republik Indonesia bertujuan untuk menyatukan seluruh wilayah nusantara  agar menjadi Negara  yang  besar  dan kokoh  dengan  kekuasaan Negara  yang  bersifat Sentralistik. Tekad tersebut tertuang dalam Alenia kedua pembukaan Udang-undang dasar Negara repuplik indonesia tahun 1945 yang berbunyi “…dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berhahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur “ .

Kesepakatan untuk tetap mempertahankan bentuk negara kesatuan didasari pertimbangan bahwa negara  kesatuan  adalah  bentuk  yang  ditetapkan  sejak  awal  berdirinya  negara  Indonesia  dan dipandang paling tepat untuk mewadahi ide persatuan sebuah bangsa yang majemuk ditinjau dari berbagai latar belakang (dasar pemikiran). UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 secara nyata mengandung semangat agar Indonesia bersatu, baik sebagaimana tercantum dalam Pembukaan maupun  dalam  pasal-pasal  yang  langsung  menyebutkan  tentang  Negara  Kesatuan  Republik Indonesia yaitu pasal 1 Ayat (1) Pasal l8 Ayat (1), Pasal 18B Ayat (2), Pasal 25A dan Pasal 37 Ayat (5) mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan keberadaan lembaga-lembaga dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dipertegas dalam alenia keempat Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu “ ...dalam upaya membentuk suatu Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesa”.

Dengan terciptanya ukhuwah islamiyah dalam masyarakat, mari kita rapatkan shaf kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk selalu menjaga persaudaraan, persatuan, kesatuan dan keutuhan sesama Umat dengan tidak melakukan aksi demo ke jalan yang justru dapat merugikan kita sesama Umat Islam. Semoga proses hukum yang sedang berjalan dapat menyelesaikan segala permasalahan yang tengah kita hadapi, dan semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, kepada pemimpin Negara Republik Indonesia, dan menjadikan Negara kita yang berkeadilan yang sama-sama kita dambakan. Aamiin.... yaa...rabbal‟alamiin. (by)

Editor: Beye

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Karangan Bunga untuk Kekalahan Ahok Berisi Provokatif, Nama Pengirim Tidak Ada yang Asli

    JAKARTA, datariau.com - Setelah dipastikan kalah dalam quick count Pilgub DKI Jakarta, pasangan Ahok-Djarot mendapatkan kiriman ribuan karangan bunga. Sayang

  • Pleidoi Ahok Hanya Sebuah Sandiwara Belaka, Kata PP Pemuda Muhammadiyah

    JAKARTA, datariau.com - PP Pemuda Muhammadiyah mennilai sidang dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) yang mengagendakan pembac

  • Bacakan Isi Pledoi, Ahok Salahkan Buni Yani Unggah Video

    JAKARTA, datariau.com - Terdakwa dugaan kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok) menyalahkan Buni Yani dan menganggap yang bersangkutan sebagai provokat

  • Dalam Sidang Pleidoi, Ahok Ditegur Hakim Gara-gara..

    JAKARTA, datariau.com - Terdakwa dugaan kasus penistaan agama, Basuki T Purnama (Ahok) membacakan pleidoinya di dalam persidangan ke-21 itu. Pembacaan pleido

  • Sidang Tuntutan Kasus Penodaan Agama Ahok Jadi Sorotan Dunia

    JAKARTA, datariau.com - Setelah momen Pilkada DKI 2017, kini giliran sidang tuntutan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas kasu

  • Tuntut Ahok 1 Tahun Penjara, Pelapor Sebut JPU Tak Independen

    JAKARTA, datariau.com - Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, yang juga pelapor kasus dugaan penodaan agama, Pedri Kasman menuding Jaksa Penuntut Umum (JPU) tid

  • Real Count Capai 78,30 Persen, Anies-Sandi Unggul Telak dari Ahok-Djarot

    JAKARTA, datariau.comKomisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta terus melakukan proses pemindaian dan input data pada Sist

  • KOMENTAR
    PERMASI