Rabu, 29 Mar 2017 / 1 Rejab 1438
  • Home
  • Opini
  • Refleksi 5 Januari 1949, Sejarah Kelam Kota Rengat Bersejarah

Refleksi 5 Januari 1949, Sejarah Kelam Kota Rengat Bersejarah

Kamis, 05 Jan 2017 14:33
view: 948
Ist.
Tugu tragedi Rengat berdarah.

RENGAT, datariau.com - Pada tanggal 5 Januari 1949 merupakan sejarah kelam kota Rengat sebagai kota Bersejarah. Demikian yang dikatakan Satrio Rachmazan, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Indragiri Hulu (IKAMIHU), melalui rilisnya kepada datariau.com, Kamis (5/1/2017).

Sedikit flasback kejadian bersejarah tersebut yang dikutip dari situs berita tentang sejarah singkat kota Rengat, bahwa dua kapal perang milik Belanda yang datang dari arah Tembilahan tiba-tiba merapat di Sungai Indragiri, Rabu, 5 Januari 1949, sekitar pukul 08.00 Wib.

Dari dalam kapal perang bernama Gajah Merah, ratusan pasukan baret merah Belanda atau sering disebut Korp Spesialie Tropen (KST) di bawah komando Kapten Skendel keluar dan membakar Markas Kodim, Markas Polisi, stasiun radio, sentral telepon, gudang pelabuhan hingga Rumah Sakit.

Kedatangan dua kapal perang Gajah Merah tersebut setelah sebelumnya pesawat Belanda membombardir Kota Rengat dan menerjunkan pasukan payung. Seketika bunyi bom yang meledak di tanah bersatu dengan pekik histeris warga yang panik.

Dengan senjata otomatis dan modern, pasukan Belanda semakin ganas dan kejam. Mereka tidak bisa lagi membedakan yang mana TNI, tentara perjuangan rakyat serta masyarakat sipil yang tidak berdosa.

Tentara Belanda menembaki anak-anak, ibu hamil dan orangtua. Tidak puas sampai disitu, tentara Belanda kemudian mengumpulkan lebih 2.000 penduduk dari segala penjuru Rengat. Mereka kemudian di bariskan di pinggir Sungai Indragiri dan setelah itu terjadilah pembantaian massal. Sungai Indragiri yang kala itu tengah banjir berubah warna menjadi merah.

Bupati Indragiri bernama Tulus yang mendapatkan laporan tentang penyerbuan tentara Belanda memilih tetap bertahan di Kota Rengat. Namun ia kemudian ditembak oleh tentara Belanda di depan istri dan anak-anaknya. Jasadnya dibuang di Sungai Indragiri bersama jasad ajudannya Tandean yang turut ditembak tentara Belanda.

Serangan yang dilancarkan oleh Belanda itu adalah upaya Belanda untuk memecah belah kabupaten Indragiri supaya lepas dari NKRI, namun berkat upaya, perjuangan serta pengorbanan oleh pahlawan yang gagah berani mampu mempertahankan kabupaten Indragiri ini tetap dalam kesatuan NKRI.

“Demikian kisah tragis yang pernah melanda kota Rengat tercinta ini, refleksi kejadian bersejarah kelam ini tentunya harus dijadikan pelajaran berharga bagi masyarakat Indragiri Hulu betapa besar bencana yang telah melanda negeri para raja kita ini,” ujar Satrio.

Terkhusus untuk pemuda (mahasiswa), lanjutnya, melalui momentum 5 Januari 1949 ini, ia mengajak lebih peduli dan perhatian kepada kabupaten Indrgairi Hulu, melalui gerakan intelektual seperti lebih giat membaca, lebih mengenal dan memahami sejarah kota Rengat, kerajaan indragiri dan lain-lain.

"Yang akan menjadi referensi penting bagi mengisi pembangunan kabupaten Indragiri Hulu kita ini,” pungkas Satrio.

Iklan Promo Data Riau
Editor: Adi

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Tragis, Siswa SMKN 1 Rengat Ini Bunuh Diri Gunakan Dasi

    RENGAT, datariau.com - Yandra Agung Gumelar (15) pelajar Kelas 10 SMKN 1 Rengat Jl Kuantan Timur RT 11, RW 06 Desa Pasir Kemilu Kecamatan Rengat mengakhiri h

  • Kepala Kejari Rengat Mengaku Tidak Tahu Ada Pemeriksaan Kades

    RENGAT, datariau.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rengat kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Supardi SH mengaku tidak mengetahui adanya dugaan pemeriksaan

  • Refleksi 5 Januari 1949, Sejarah Kelam Kota Rengat Bersejarah

    RENGAT, datariau.com - Pada tanggal 5 Januari 1949 merupakan sejarah kelam kota Rengat sebagai kota Bersejarah. Demikian yang dikatakan Satrio Rachmazan, Ket

  • Camat Pasir Penyu Gelar Peringatan Peristiwa Berdarah 5 Januari Kota Rengat

    RENGAT, datariau.com - Peristiwa berdarah 5 Januari 1949 di kota Rengat merupakan tragedi pembantaian ribuan orang atas agresi m

  • Plt Setda Inhu Hadiri Khitanan Massal yang Ditaja PLN Rengat

    RENGAT, datariau.com - Bukti kepedulian terhadap sesama, PLN Area Rengat menggelar Khitanan Massal yang dihadiri oleh Seketaris Daerah (Setda) Inhu Ir Hendri

  • Curi Motor, Seorang Karyawan PT Inecda Plantation Diringkus Polisi

     

    RENGAT, datariau.com - Jajaran kepolisian Polsek Rengat Barat berhasil ringkus dua pelaku pencurian sepeda motor pada hari Rabu (14/12/20
  • Kondisi Krisis Diwarnai Pemadaman Bergilir, Ternyata PLN Area Rengat Jual Listrik ke Perusahaan

    RENGAT, datariau.com - Pemadaman bergilir yang masih dirasakan masyarakat karena krisis listrik ternyata akan terus berlanjut. Sebab, PLN Area Rengat ternyat

  • KOMENTAR
    PERMASI