Jumat, 19 Jan 2018 / 2 Jamadil Awal 1439
  • Home
  • Opini
  • Refleksi 5 Januari 1949, Sejarah Kelam Kota Rengat Bersejarah

Refleksi 5 Januari 1949, Sejarah Kelam Kota Rengat Bersejarah

Kamis, 05 Jan 2017 14:33
view: 2.304
Ist.
Tugu tragedi Rengat berdarah.

RENGAT, datariau.com - Pada tanggal 5 Januari 1949 merupakan sejarah kelam kota Rengat sebagai kota Bersejarah. Demikian yang dikatakan Satrio Rachmazan, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Indragiri Hulu (IKAMIHU), melalui rilisnya kepada datariau.com, Kamis (5/1/2017).

Sedikit flasback kejadian bersejarah tersebut yang dikutip dari situs berita tentang sejarah singkat kota Rengat, bahwa dua kapal perang milik Belanda yang datang dari arah Tembilahan tiba-tiba merapat di Sungai Indragiri, Rabu, 5 Januari 1949, sekitar pukul 08.00 Wib.

Dari dalam kapal perang bernama Gajah Merah, ratusan pasukan baret merah Belanda atau sering disebut Korp Spesialie Tropen (KST) di bawah komando Kapten Skendel keluar dan membakar Markas Kodim, Markas Polisi, stasiun radio, sentral telepon, gudang pelabuhan hingga Rumah Sakit.

Kedatangan dua kapal perang Gajah Merah tersebut setelah sebelumnya pesawat Belanda membombardir Kota Rengat dan menerjunkan pasukan payung. Seketika bunyi bom yang meledak di tanah bersatu dengan pekik histeris warga yang panik.

Dengan senjata otomatis dan modern, pasukan Belanda semakin ganas dan kejam. Mereka tidak bisa lagi membedakan yang mana TNI, tentara perjuangan rakyat serta masyarakat sipil yang tidak berdosa.

Tentara Belanda menembaki anak-anak, ibu hamil dan orangtua. Tidak puas sampai disitu, tentara Belanda kemudian mengumpulkan lebih 2.000 penduduk dari segala penjuru Rengat. Mereka kemudian di bariskan di pinggir Sungai Indragiri dan setelah itu terjadilah pembantaian massal. Sungai Indragiri yang kala itu tengah banjir berubah warna menjadi merah.

Bupati Indragiri bernama Tulus yang mendapatkan laporan tentang penyerbuan tentara Belanda memilih tetap bertahan di Kota Rengat. Namun ia kemudian ditembak oleh tentara Belanda di depan istri dan anak-anaknya. Jasadnya dibuang di Sungai Indragiri bersama jasad ajudannya Tandean yang turut ditembak tentara Belanda.

Serangan yang dilancarkan oleh Belanda itu adalah upaya Belanda untuk memecah belah kabupaten Indragiri supaya lepas dari NKRI, namun berkat upaya, perjuangan serta pengorbanan oleh pahlawan yang gagah berani mampu mempertahankan kabupaten Indragiri ini tetap dalam kesatuan NKRI.

“Demikian kisah tragis yang pernah melanda kota Rengat tercinta ini, refleksi kejadian bersejarah kelam ini tentunya harus dijadikan pelajaran berharga bagi masyarakat Indragiri Hulu betapa besar bencana yang telah melanda negeri para raja kita ini,” ujar Satrio.

Terkhusus untuk pemuda (mahasiswa), lanjutnya, melalui momentum 5 Januari 1949 ini, ia mengajak lebih peduli dan perhatian kepada kabupaten Indrgairi Hulu, melalui gerakan intelektual seperti lebih giat membaca, lebih mengenal dan memahami sejarah kota Rengat, kerajaan indragiri dan lain-lain.

"Yang akan menjadi referensi penting bagi mengisi pembangunan kabupaten Indragiri Hulu kita ini,” pungkas Satrio.

Editor: Adi

Tegur kami jika termuat berita tidak sesuai fakta dengan menghubungi 085265651178 atau email: [email protected] Kami juga menerima artikel, opini, dan informasi lainnya. Sertakan data diri Anda.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • UU Ormas Senjata Legitimasi Kekuasaan

    DATARIAU.COM  - Perppu No. 2 Tahun 2017 disahkan DPR menjadi undang-undang melalui rapat paripurna. Mayoritas partai koalisi pemerintah solid menerima p

  • Natuna Sudah seharusnya Menjadi Propinsi

    DATARIAU.COM-Natuna Yg kekayaan Alamnya yg begitu Luas serta berbatasan dengan Negara-Negara Asing sudah Seharusnya Menjadi Prioritas Utama untuk jadikan Wilayah ini Me
  • Transparansi Anggaran Masih Begitu Mahal Bagi Masyarakat Riau

    DATARIAU.COM - Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat menjadi kebutuhan utama dalam mengembangkan information society dan k

  • Urgensi Perda Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Miskin di Inhil

    TEMBILAHAN, Datariau.com - Hukum itu diciptakan atau direkayasa oleh manusia, terutama hukum tertulis. Setelah hukum itu tercipta maka manusia terikat pada
  • Sekolah Tak Akan Mampu Sendiri Melawan Penyimpangan Moral Remaja Saat Ini

    DATARIAU.COM - Pendidikan moral bukanlah sebuah topik baru dalam pendidikan. Pada kenyataannya, pendidikan moral ternyata sudah seumur pendidikan itu sendiri

  • KOMENTAR
    Polling

    Pasangan Gubernur-Wagub Riau Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data Riau
    Drs H Syamsuar MSi - Edy Afrizal Natar Nasution
    DR H Firdaus MT - H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA - H Suyatno AMP
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi - Hardianto