Sabtu, 18 Nov 2017 / 28 Safar 1439
  • Home
  • Opini
  • Refleksi 5 Januari 1949, Sejarah Kelam Kota Rengat Bersejarah

Refleksi 5 Januari 1949, Sejarah Kelam Kota Rengat Bersejarah

Kamis, 05 Jan 2017 14:33
view: 1.817
Ist.
Tugu tragedi Rengat berdarah.

RENGAT, datariau.com - Pada tanggal 5 Januari 1949 merupakan sejarah kelam kota Rengat sebagai kota Bersejarah. Demikian yang dikatakan Satrio Rachmazan, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Indragiri Hulu (IKAMIHU), melalui rilisnya kepada datariau.com, Kamis (5/1/2017).

Sedikit flasback kejadian bersejarah tersebut yang dikutip dari situs berita tentang sejarah singkat kota Rengat, bahwa dua kapal perang milik Belanda yang datang dari arah Tembilahan tiba-tiba merapat di Sungai Indragiri, Rabu, 5 Januari 1949, sekitar pukul 08.00 Wib.

Dari dalam kapal perang bernama Gajah Merah, ratusan pasukan baret merah Belanda atau sering disebut Korp Spesialie Tropen (KST) di bawah komando Kapten Skendel keluar dan membakar Markas Kodim, Markas Polisi, stasiun radio, sentral telepon, gudang pelabuhan hingga Rumah Sakit.

Kedatangan dua kapal perang Gajah Merah tersebut setelah sebelumnya pesawat Belanda membombardir Kota Rengat dan menerjunkan pasukan payung. Seketika bunyi bom yang meledak di tanah bersatu dengan pekik histeris warga yang panik.

Dengan senjata otomatis dan modern, pasukan Belanda semakin ganas dan kejam. Mereka tidak bisa lagi membedakan yang mana TNI, tentara perjuangan rakyat serta masyarakat sipil yang tidak berdosa.

Tentara Belanda menembaki anak-anak, ibu hamil dan orangtua. Tidak puas sampai disitu, tentara Belanda kemudian mengumpulkan lebih 2.000 penduduk dari segala penjuru Rengat. Mereka kemudian di bariskan di pinggir Sungai Indragiri dan setelah itu terjadilah pembantaian massal. Sungai Indragiri yang kala itu tengah banjir berubah warna menjadi merah.

Bupati Indragiri bernama Tulus yang mendapatkan laporan tentang penyerbuan tentara Belanda memilih tetap bertahan di Kota Rengat. Namun ia kemudian ditembak oleh tentara Belanda di depan istri dan anak-anaknya. Jasadnya dibuang di Sungai Indragiri bersama jasad ajudannya Tandean yang turut ditembak tentara Belanda.

Serangan yang dilancarkan oleh Belanda itu adalah upaya Belanda untuk memecah belah kabupaten Indragiri supaya lepas dari NKRI, namun berkat upaya, perjuangan serta pengorbanan oleh pahlawan yang gagah berani mampu mempertahankan kabupaten Indragiri ini tetap dalam kesatuan NKRI.

“Demikian kisah tragis yang pernah melanda kota Rengat tercinta ini, refleksi kejadian bersejarah kelam ini tentunya harus dijadikan pelajaran berharga bagi masyarakat Indragiri Hulu betapa besar bencana yang telah melanda negeri para raja kita ini,” ujar Satrio.

Terkhusus untuk pemuda (mahasiswa), lanjutnya, melalui momentum 5 Januari 1949 ini, ia mengajak lebih peduli dan perhatian kepada kabupaten Indrgairi Hulu, melalui gerakan intelektual seperti lebih giat membaca, lebih mengenal dan memahami sejarah kota Rengat, kerajaan indragiri dan lain-lain.

"Yang akan menjadi referensi penting bagi mengisi pembangunan kabupaten Indragiri Hulu kita ini,” pungkas Satrio.

loading...
Editor: Adi

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Peduli, Tetapi Dicemooh!!.. Ikhlas Dibilang Ada Sesuatu, Curhat Akun Facebook Sinaga Kerjakeras

    SIAK, datariau.com - Itulah kita, ketika seseorang atau suatu kelompok membela dan menyuarakan kepenting khalayak ramai malah dianggap sebaliknya. Bahkan memberi tah
  • Tahun Baru Islam, Refleksi Umat Untuk Memperbaiki Keislaman

    DATARIAU.COM - Tepat pada tanggal 21 September 2017 lalu, umat Muslim merayakan tahun baru 1439 Hijriyah. Bagi umat Muslim ini adalah momen penting untuk ref

  • Gaduh-Gaduh Untuk Kekuasaan, Ribut-Ribut Kepentingan

    DATARIAU.COM - Polemik atau kegaduhan di Negara ini seakan tak pernah usai, silih berganti sambung menyambung menjadi pertikaian yang tidak berujung, bemula dari Pil
  • Bunuh Diri, Kemiskinan, dan Korupsi di Indonesia

    DATARIAU.COM - Arkan (11) mungkin saat itu kaget sekaligus tak percaya, ketika mendapati Suwarso, kakeknya tewas tergantung dengan leher terikat tali plastik di bawah pohon
  • Selamat Datang Mimpi

    DATARIAU.COM - Sebagai makhluk yang dianugrahi akal pikiran, pastilah kita mempunyai keinginan, cita-cita, harapan, bahkan mimpi. Mimpi dalam hal ini bukanla

  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg