Kamis, 14 Des 2017 / 25 Rabiul Awal 1439
  • Home
  • Opini
  • Subsidi Listrik Dicabut, Pengamat: Padahal PLN Sudah Untung Rp10,6 Triliun

Subsidi Listrik Dicabut, Pengamat: Padahal PLN Sudah Untung Rp10,6 Triliun

Kamis, 18 Mei 2017 09:28
view: 820
Ilustrasi.

JAKARTA, datariau.com - Direktur Eksekutif Advokasi Konsumen Muslim Indonesia (AKMI), M Ridha, mengatakan bahwa kenaikan listrik yang diberlakukan saat ini menjadi tanda tanya besar, mengingat PLN sudah mendapatkan keuntungan bersih Rp 10,6 triliun.

"Mengapa kenaikan listrik harus diberlakukan? Perhitungan tiga komponen, harga bahan bakar, inflasi, dan kurs mata uang, yang menjadi dasar perhitungan kenaikan tarif ini tidak dijelaskan, khususnya untuk bulan Mei ini," ujar Ridha di Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Menurut Ridha, PLN yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya sensitif terhadap kondisi perekonomian rakyat. Terlebih, kondisi keuangan PLN saat ini untung. Dikatakan Ridha, prosentase kenaikan pendapatan rumah tangga yang terkena pencabutan subsidi ini jauh lebih sedikit dibandingkan kenaikan tarif listrik.

Dengan berlakunya tarif tanpa subsidi ini, lanjut Ridha, maka konsumen listrik golongan 900VA ini akan membayar sebesar Rp 1.352 per kWh (kilo watt hour). Konsumen 900VA dianggap tidak layak mendapat subsidi dan diharuskan mengikuti harga ekonomi listrik.

"Bagi yang mau mengaku miskin masih bisa mendapatkan subsidi. Selain itu, konsumen 900VA ini dituduh banyak yang sudah jadi pengusaha dan menggunakan listrik dengan daya ini untuk usahanya. Kami meminta pemerintah menghentikan sikap yang melakukan penghinaan dengan mendesak masyarakat pengguna 900VA mengaku sebagai rakyat miskin," jelasnya.

Ridha juga mempertanyakan ihwal banyaknya peralatan rumah tangga yang bisa digunakan dengan daya 900VA ini. Apalagi, daya listrik 900VA ini hanya bisa mengoperasikan peralatan listrik di bawah 700 watt.
 
Ridha memberikan contoh di dalam rumah tangga dengan peralatan listrik seperti lampu dalam jumlah 5 buah, setrika, mesin air, kipas angin, dan televisi ukuran kecil.
 
"Jika ingin menggunakan alat listrik yang lebih besar, harus mematikan sebagian yang lain. Tudingan bahwa pelanggan 900VA sudah tidak layak mendapat subsidi perlu ditelaah ulang," tukasnya.
 
Karenanya, AKMI pun mendesak Kementerian ESDM agar membatalkan pencabutan subsidi untuk golongan konsumen 900VA. Tak hanya itu, AKMI pun meminta PLN agar mengedepankan fungsi kerakyatan dengan tidak menjadikan konsumen 900VA sebagai objek pasar.
 
"PLN harus terbuka dalam perhitungan tarif listrik semua golongan. Pemerintah yang dalam hal ini diwakili Kementerian ESDM dan PLN harus mengupayakan energi alternatif yang hemat biaya," pungkas Ridha.
loading...
Editor: Windy

Sumber: Jitunews.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Sekolah Tak Akan Mampu Sendiri Melawan Penyimpangan Moral Remaja Saat Ini

    DATARIAU.COM - Pendidikan moral bukanlah sebuah topik baru dalam pendidikan. Pada kenyataannya, pendidikan moral ternyata sudah seumur pendidikan itu sendiri

  • Peduli, Tetapi Dicemooh!!.. Ikhlas Dibilang Ada Sesuatu, Curhat Akun Facebook Sinaga Kerjakeras

    SIAK, datariau.com - Itulah kita, ketika seseorang atau suatu kelompok membela dan menyuarakan kepenting khalayak ramai malah dianggap sebaliknya. Bahkan memberi tah
  • Tahun Baru Islam, Refleksi Umat Untuk Memperbaiki Keislaman

    DATARIAU.COM - Tepat pada tanggal 21 September 2017 lalu, umat Muslim merayakan tahun baru 1439 Hijriyah. Bagi umat Muslim ini adalah momen penting untuk ref

  • Gaduh-Gaduh Untuk Kekuasaan, Ribut-Ribut Kepentingan

    DATARIAU.COM - Polemik atau kegaduhan di Negara ini seakan tak pernah usai, silih berganti sambung menyambung menjadi pertikaian yang tidak berujung, bemula dari Pil
  • Bunuh Diri, Kemiskinan, dan Korupsi di Indonesia

    DATARIAU.COM - Arkan (11) mungkin saat itu kaget sekaligus tak percaya, ketika mendapati Suwarso, kakeknya tewas tergantung dengan leher terikat tali plastik di bawah pohon
  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg