Sabtu, 20 Jan 2018 / 3 Jamadil Awal 1439
  • Home
  • Pendidikan
  • SMP di Inhu Ini Akan Berlakukan Pungutan Uang Les Rp1,9 Juta, Beberapa Wali Murid Resah

SMP di Inhu Ini Akan Berlakukan Pungutan Uang Les Rp1,9 Juta, Beberapa Wali Murid Resah

Oleh: Heri
Kamis, 11 Jan 2018 19:40
view: 1.026
Heri
Tabel pungutan yang diberlakukan sekolah.

RENGAT, datariau.com - Program sekolah gratis yang dicanangkan pemerintah untuk sekolah tingkat SD dan SMP tampaknya belum berjalan dengan baik di seluruh sekolah se Indonesia.

Adanya Bantuan Operasional Sekolah (Bos) ternyata tidak membuat sekolah puas dan masih saja ada beberapa sekolah yang memberlakukan pungutan untuk proses belajar mengajar dengan berbagai modus.

Seperti di SMPN 1 Kecamatan Rakit Kulim, dengan berbagai alasan atau modus dengan sudah rapat dengan komite dan wali murid, pihak sekolah mengintruksikan wali murid untuk membayar iuran, dan rencana pungutan ini sudah disampaikan kepada wali murid yang akhirnya  beberapa wali murid merasa keberatan, namun tak mampu menyampaikan ke sekolah khawatir berdampak buruk pada anaknya.

Salah seorang wali murid SMPN 1 Rakit Kulim kepada datariau.com menerangkan, biaya les setiap siswa Rp131.034, biaya try out 3 kali ujian nasional Rp50 ribu, beli buku panduan UN 2017 Rp115.000 dan biaya pas foto Rp30 ribu dengan total Rp326.035 biaya dibulatkan menjadi Rp327.000 ribu.

SMPN 1 Rakit Kulim juga akan memperlakukan pungutan yang telah disebarkan melalui kertas Rencana Kegiatan Les Kelas IX dan Try Qut Tahun Pelajaran 2017/2018 sebesar Rp1.900.000 per murid dengan nilai total sebesar Rp7.600 juta untuk 4 mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dengan guru Ani Marlina SPsi, Bahasa Inggris dengan guru Nila Ranti SPd dan Eti Kurniati SPd, Matimatika dengan guru Nurhayati SPdi dan Rahmalisa SPd dan IPA dengan guru Farida SPd, dengan nilai sebesar Rp7,6 juta.

"Kita minta pihak-pihak terkait seperti Disdikbud Inhu, UPT Disdikbud dan pengawas seperti DPRD dan Inapektorat untuk mengkroscek berapa nilai besaran dana BOS yang diterima dan dipos-poskan kemana saja," terang Dody Fernando SH MH Partisi Hukum yang juga pengacara saat dikonfirmasi berkaitan laporan wali murid ini, Kamis (10/1/2018).

Tentang isu iuran atau pungutan di sekolah, lanjutnya, memang sudah tidak lagi menjadi rahasia, apalagi di saat penerimaan rapor, lulusan dan penerimaan siswa baru bisa dipastikan oknum di sekolah berkerjasama dengan oknum komite mengusulkan berbagai kegiatan yang ujung-ujungnya membebani pada wali murid. Bahkan sampai saat ini masih ada beberapa sekolah yang memperlakukan hal tersebut.

"Sangat kita sayangkan hingga kini pungutan di sekolah tingkat SD maupun SMP tidak terndus oleh aparat hukum maupun tim saber pungli, ada apa?," tanya Dody Fernando SH MH, penuh keheranan.

Sambung Dody, dengan adanya pungutan di sekolah hingga mencapai jutaan, dirinya selaku praktisi hukum sangat prihatin dan kasihan dengan wali murid, karena tidak semua wali murid itu anak pejabat atau pengusaha, tentu ada anak petani atau anak dari keluarga kurang mampu.

"Tentu dengan adanya iuran atau pungutan yang mencapai jutaan rupiah menjadi beban sosial bagi wali murid. Harapan kita, Pemda Inhu melalui Disdikbud dapat benar-benar menerapkan sekolah gratis yang telah ditetapkan oleh pemerintahan pusat yang disampaikan oleh pak Presiden Jokowi," pintanya.

Terkait hal ini, Kepala SMPN 1 Rakit Kulim Asril SPd saat dikonfimasi melalui selulernya belum ada jawaban, tim redaksi berencana untuk konfirmasi langsung ke sekolahnya juga sambil terus menghubungi yang bersangkutan untuk konfirmasi terkait persoalan ini.

Editor: Angga

Sumber: Datariau.com

Tegur kami jika termuat berita tidak sesuai fakta dengan menghubungi 085265651178 atau email: [email protected] Kami juga menerima artikel, opini, dan informasi lainnya. Sertakan data diri Anda.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Khairani Asma, Siswi MAN 2 Kampar Wakili Riau Dalam Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional

    BANGKINANG KOTA, datariau.com - Kampar kembali melahirkan bibit intelektual, kali ini diukir oleh Khairani Asma yang merupakan satu-satunya utusan Provinsi R

  • Ekpedisi SMAN 5 Tualang ke Desa Siambul dan Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal INHU

    SIAK, datariau.com - Sekolah Menengah Atas Negeri 5 (SMAN 5) Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau, Kamis (11/1/2018) kemarin, melaksanakan Ekspedisi P
  • Iuran Uang Les Heboh di Berita, SMPN 1 Rakit Kulim Panggil Rapat Orangtua Siswa

    RENGAT, datariau.com - Setelah heboh di berita tentang iuran uang les senilai jutaan rupiah, para orangtua murid SMPN 1 Rakit Kulim diundang rapat oleh kepala sekola
  • Rencana Pungutan Uang Les di SMPN 1 Rakit Kulim Jutaan Rupiah Membuat Resah

    RENGAT, datariau.com - Adanya rencana kegiatan les Kelas IX dan Try Out SMP Negeri 1 Rakit Kulim tahun pelajaran 2017/2018 dengan nilai jutaan rupiah, membua

  • Nabila, Siswi SDN 011 Pasir Penyu Inhu Wakili Riau pada Grand Finalis Indonesia Face Model 2018 di Jakarta

    RENGAT, datariau.com - Berdasarkan keputusan dewan juri Grand Indonesia Face Model 2018 yang terdiri dari team juri dari kota Jakarta (Artis ibu kota, perwakilan EO Lam
  • KOMENTAR
    IKLAN GALERI FOTO PENDIDIKAN
    SMKF Ikasari OSIS
    Polling

    Pasangan Gubernur-Wagub Riau Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data Riau
    Drs H Syamsuar MSi - Edy Afrizal Natar Nasution
    DR H Firdaus MT - H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA - H Suyatno AMP
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi - Hardianto