Jumat, 19 Jan 2018 / 2 Jamadil Awal 1439
  • Home
  • Pendidikan
  • SMPN 7 Tambang Suruh Anak Beli Sapu, Kepala Sekolah Sebut Karena Tak Ada Dana

SMPN 7 Tambang Suruh Anak Beli Sapu, Kepala Sekolah Sebut Karena Tak Ada Dana

Oleh: Irwansyah
Sabtu, 09 Des 2017 10:56
view: 1.951
Irwansyah
Gedung SMPN 7 Tambang.
TAMBANG, datariau.com - Murid SMPN 7 Tambang Kabupaten Kampar yang melakukan kesalahan, diminta membeli sapu untuk sekolah. Hukuman ini dinilai tidak mendidik.
 
"Kalau seperti ini yang dihukum bukan murid, tapi kami sebagai orangtua," keluh seorang orang tua yang anaknya bersekolah di SMPN 7 Tambang, kemarin.
 
Bahkan anak-anak yang melanggar peraturan sekolah juga dikenakkan pembelian barang lainnya untuk sekolah, seperti spidol dan tong sampah yang kualitas bagus. Wali murid menilai hukuman seperti ini tidak mendidik untuk anak.
 
"Ya harus ditinjau ulang, hukumannya yang mendidik lah buat anak," pungkasnya.
 
Kepala SMPN 7 Tambang Emelfa SPd saat dikonfirmasi datariau.com di ruangnya, Sabtu (9/12/2017) mengakui adanya hukuman tersebut, dimana ada 8 anak yang saat itu melanggar, tidak shalat Zuhur dan cabut, mangkal di kedai luar sekolah.
 
"Memang kalau beli sapu saya akui, namun tidak semuanya ngumpulkan, gak dipaksa," kata Emelfa.
 
Emelfa menjelaskan, bahwa kebijakan itu terpaksa diambilnya karena kondisi keuangan sekolah yang memprihatinkan, sekolah ini baru 1,5 tahun beroperasional, dan belum mendapatkan kucuran dana BOS.
 
"Mereka kita hukum suruh bersihkan WC, kemudian kita suruh beli sapu. Karena kondisi sekolah kita, sapu tak ada gini," ujarnya sambil menegaskan, bahwa hanya sapu yang disuruh beli, sementara spidol dan tong sampah tak ada.
 
Emelfa sendiri baru 2 bulan menjabat kepala sekolah di SMPN 7 Tambang, menggantikan Abukari kepala sekolah sebelumnya. Sekolah ini berada di dalam Kompleks Perumahan Permata Asri, Jalan Bupati, Desa Tarai Bangun kecamatan Tambang kabupaten Kampar.
 
Emelfa mengaku kenakalan anak di SMPN 7 Tambang ini lebih parah dari sekolah dia mengajar sebelumnya di SMPN 2 Tambang. Hal ini yang membuat Emelfa pusing sendiri, dana tidak ada, pungutan tak berani dilakukan karena melanggar aturan, maka sekolah menerapkan sistem hutang di fotokopi untuk keperluan ATK.
 
"Honor guru yang saya pusing, ada 30 guru disini 26 orang guru honor, sudah 4 bulan tak gajian. Sebelumnya gaji dari laba pakaian seragam anak-anak, itulah untuk honor guru Rp200 ribu per guru," terang Emelfa.
 
Jumlah murid di sekolahnya 223 anak yang terbagi dalam 8 ruang belajar, Kelas VII 5 lokal dan kelas VIII sebanyak 3 lokal. Emelfa berencana mengajak anak-anak yang terbilang nakal kunjungan ke LP Anak di Pekanbaru untuk melihat secara langsung anak-anak yang dikurung di penjara.
 
"Kasus anak di LP itu kata teman saya yaitu masalah pacaran kelewat batas, orangtua perempuan gak terima dan laporin anak ke polisi, terus kasus sabu-sabu, kita mau ajak anak-anak ke sana agar mereka ini tahu bagaimana dipenjara karena melanggar hukum, kalau kita yang ngomong gak dihiraukan," ujar Emelfa.
 
Namun masalahnya, lanjut Emelfa, lagi-lagi anggaran, saat ini apapun kegiatan menggunakan uang pribadi dan hutang, termasuk untuk potong rumput di pekarangan sekolah juga gunakan uang pribadi kepala sekolah menyewa tukang rumputnya.
 
"Sekarang kondisi memang memperihatinkan, sekolah tak ada labor IPA, lapangan voli dan fasilitas lainnya. Dana BOS sudah kita urus katanya menunggu, sedang diproses," harapnya.
 
Disinggung adanya informasi guru melakukan les mata pelajaran di sekolah ini, Emelfa mengaku tidak tahu pasti. "Sepertinya hanya Matematika, gak tahu juga saya," ungkapnya.
Editor: Agusri

Sumber: Datariau.com

Tegur kami jika termuat berita tidak sesuai fakta dengan menghubungi 085265651178 atau email: [email protected] Kami juga menerima artikel, opini, dan informasi lainnya. Sertakan data diri Anda.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Khairani Asma, Siswi MAN 2 Kampar Wakili Riau Dalam Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional

    BANGKINANG KOTA, datariau.com - Kampar kembali melahirkan bibit intelektual, kali ini diukir oleh Khairani Asma yang merupakan satu-satunya utusan Provinsi R

  • Ekpedisi SMAN 5 Tualang ke Desa Siambul dan Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal INHU

    SIAK, datariau.com - Sekolah Menengah Atas Negeri 5 (SMAN 5) Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau, Kamis (11/1/2018) kemarin, melaksanakan Ekspedisi P
  • Iuran Uang Les Heboh di Berita, SMPN 1 Rakit Kulim Panggil Rapat Orangtua Siswa

    RENGAT, datariau.com - Setelah heboh di berita tentang iuran uang les senilai jutaan rupiah, para orangtua murid SMPN 1 Rakit Kulim diundang rapat oleh kepala sekola
  • Rencana Pungutan Uang Les di SMPN 1 Rakit Kulim Jutaan Rupiah Membuat Resah

    RENGAT, datariau.com - Adanya rencana kegiatan les Kelas IX dan Try Out SMP Negeri 1 Rakit Kulim tahun pelajaran 2017/2018 dengan nilai jutaan rupiah, membua

  • Nabila, Siswi SDN 011 Pasir Penyu Inhu Wakili Riau pada Grand Finalis Indonesia Face Model 2018 di Jakarta

    RENGAT, datariau.com - Berdasarkan keputusan dewan juri Grand Indonesia Face Model 2018 yang terdiri dari team juri dari kota Jakarta (Artis ibu kota, perwakilan EO Lam
  • KOMENTAR
    IKLAN GALERI FOTO PENDIDIKAN
    SMKF Ikasari OSIS
    Polling

    Pasangan Gubernur-Wagub Riau Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data Riau
    Drs H Syamsuar MSi - Edy Afrizal Natar Nasution
    DR H Firdaus MT - H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA - H Suyatno AMP
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi - Hardianto