Jumat, 15 Des 2017 / 26 Rabiul Awal 1439
  • Home
  • Peristiwa
  • Benarkah Serda Wira Sinaga tak Pakai Helm? Ini Cerita Bripda Yoga Vernanda

Benarkah Serda Wira Sinaga tak Pakai Helm? Ini Cerita Bripda Yoga Vernanda

Minggu, 13 Agu 2017 06:42
view: 4.349

PEKANBARU, datariau.com - Banyaknya versi cerita beredar di masyarakat tentang aksi pemukulan oknum TNI AD bernama Serda Wira Sinaga terhadap Polisi Lalulintas (Polantas) Polresta Pekanbaru, Bripda Yoga Vernanda, memunculkan berbagai spekulasi apa pemicunya sehingga terjadi kejadian memalukan tersebut.

Ada menyebutkan, Bripda Yoga hendak mengejar pengendara yang mau ditilangnya, namun menyenggol Serda Wira Sinaga, berujung pemukulan.

Sementara, Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Abdul Karim, menurut keterangan dari Serda Wira Sinaga, diserempet oleh Bripda Yoga, kemudian turun dari sepeda motor, lalu marah-marah dan terjadilan pemukulan tersebut.

Simpang-siur ini membuat Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto angkat bicara. Polisi berkepala pelontos ini langsung memerintahkan Bripda Yoga Vernanda untuk menceritakan kejadian sesungguhnya di depan rekan dan para seniornya, Jumat, 11 Agustus 2017.

"Sini. Biar kita dengar langsung cerita dari orangnya," katanya sembari memanggil Yoga untuk berdiri satu podium bersamanya.

Mendapat perintah tersebut, Yoga kemudian tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Brigadir ini pun menceritakan kronologi kejadian tersebut.

"Sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis, 10 Agustus 2017, saya berada di Pos Gurindam 9, depan Mal Pekanbaru. Saat itu saya mobile ke sekitaran Jalan Jenderal Sudirman hingga tepat di depan Kantor RRI. Di sana saya melihat ke arah Ramayana ada pengendara roda 2 tidak menggunakan helm dan kaca spion," katanya sambil berdiri di sebelah Kapolresta Pekanbaru menggunakan mikropon.

Melihat pengendara roda 2 tak taat peraturan itu, Bripda Yoga tancap gas mengejar pengendara hingga ia mendahului, tak memberhentikan kendaran tersebut karena tahu ternyata pengendara anggota TNI.

"Setelah 100 meter berada di belakangnya, saya baru sadar kalau itu TNI. Lihat dari sepatu dan celana PDHnya. Tanpa pandang-pandang ke arah beliau (Serda Wira Sinaga) saya mendahuluinya," kata Yoga.

Rupa-rupanya, oknum TNI-AD ini mengetahui keberadaan Yoga. Ia membututi hingga Polantas itu berhenti tepat di sebelah angkutan umum menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan.

"Saya lihat dari spion, beliau membututi. Ketika saya berhenti beliau menabrak sepeda motor saya. Sempat juga berdialog. Tapi dia ngomel-ngomel gak sopan. Akhirnya beliau emosi dan tendang motor saya sebanyak 6 kali dan pukul helm belakang saya sebanyak 4 kali. Yang di video itu cuma sekali kan," katanya menambahkan.

Pada saat itu juga, Yoga sempat diancam menggunakan sangkur disembunyikan Serda Wira Sinaga di jok sepeda motornya. Namun, prajurit ini tak melakukannya. Hanya mengancam. Sampai di sini, ternyata aksi kekerasan disertai pengancaman belum berakhir.

"Kemudian beliau pergi mendahului saya. Kemudian menoleh lagi sambil turun dari sepeda motornya menendang kaki kanan saya. Di situ ada senior saya, Brigadir Syamsuri dan Bripka Syafril datang mengamankannya," cerita Yoga.

Kemudian Wira Sinaga dibawa masuk dalam pos Polisi. Personil TNI lainnya mengetahui kejadian ini setelah dihubungi tiba di lokasi meminta maaf atas perilaku aneh dari sersan dua ini.

"Saya juga sudah memaafkan kok. Dan saya juga telah diberi penjelasan mengenai penyakit dideritanya itu, mengalami gangguan jiwa. Mungkin saat dia kambuh apesnya ketemu saya," tutupnya.

Yoga baru saja mendapatkan penghargaan karena dedikasinya dalam mengedepankan pelayanan, pengayoman bagi para pengguna jala raya dalam tugas patrolinya memulai cerita sebelum peristiwa pemukulan itu terjadi.

loading...
Sumber: Riauonline.co.id

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Lecehkan Umat Islam di FB, FPI dan FPBLK Pekanbaru Laporkan Piter ke Polda Riau

    PEKANBARU, datariau.com - Terduga Piter Halomoan Hutahean pelaku yang menghina umat islam telah dilaporkan ke Mapolda Riau, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ya
  • Siang Hari Premium di SPBU Kosong, Ternyata Malam Hari Dilansir Pakai Jerigen

    BAGANBATU, datariau.com - Selain SPBU Pertamina di KM3 Bagan Batu, juga terjadi di SPBU perbatasan Riau-Sumut, persisnya di Dusun Simpang Martabak, Kepenghul

  • Kecelakaan Maut di Banjar Balam Inhu, Pengendara Beat Meregang Nyawa

    RENGAT, datariau.com - Kembali terjadi lakalantas di Jalan Lintas Timur terjadi laka lantas di Km 163 Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu antara Mitsubi
  • Heboh, HUT Transmigrasi Ke-67 di Desa Pontian Mekar Inhu Menuai Kekecewaan

    RENGAT, datariau.com - Rasa kecewa mendalam dirasakan pelajar SMKN 1 Lubuk Batu Jaya. Kekecewaan ini pun heboh di media sosial Fecebook. Kekecewaan itu terja

  • Kesal Tak Kunjung Ada Perbaikan, Masyarakat PS Timur Blokir Jalan dan Larang Kendaraan Perusahaan Melintas

    SIAK, datariau.com - Menuntut agar segera dilakukan perbaikan jalan rusak, masyarakat lakukan pemblokir dan melarang kendaraan perusahaan melewati jalan poros Kampun
  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg