Jumat, 15 Des 2017 / 26 Rabiul Awal 1439
  • Home
  • Peristiwa
  • Ini Pegakuan Polantas yang Awalnya Menyangka Serda Wira Masyarakat Biasa, Ternyata..

Ini Pegakuan Polantas yang Awalnya Menyangka Serda Wira Masyarakat Biasa, Ternyata..

Jumat, 11 Agu 2017 23:56
view: 4.664

PEKANBARU, datariau.com - Keributan antara anggota Polantas Pekanbaru, Riau Bripda Yoga Vernando dan oknum TNI Serda Wira Sinaga di jalan raya viral di media sosial setelah videonya menyebar dengan cepat. Pada cuplikannya, Yoga sempat dipukul pada bagian belakang helm serta ditendang motornya oleh Serda Wira, namun ia tidak melawan.

Bripda Yoga sendiri tidak menyangka jika insiden di jalan raya itu bakal menyebar luas, setelah divideokan oleh warga yang melihatnya. Ia sendiri mengaku sejak awal sudah berupaya menghindari 'gesekan' dengan Wira, setelah menyadari bahwa orang yang tidak mengenakan helm itu adalah seorang oknum TNI.

"Pertama saya melihat ada pengendara roda dua yang tidak pakai helm dan spion. Karena waktu itu pakai jaket saya pikir masyarakat biasa dan saya dekati. Lebih kurang 10 meter saya sadar kalau anggota TNI, dari sepatu dan seragamnya," terang Yoga menceritakan, seperti dikutip goriau.com, Jumat (11/8/2017).

Menyadari hal itu Yoga pun berupaya mendahului Serda WS. "Tanpa ada gerakan sedikit pun atau lirikan, cuma dari spion saya lihat beliau menggas motor dan nambah kecepatan untuk ngejar saya. Sementara saya tetap jalan menuju Pos Gurindam 9 (Jalan Jenderal Sudirman, red)," lanjut Polantas ini.

Kebetulan di depan Yoga ada angkot yang berhenti di tengah jalan. Melihat itu, ia pun berhenti dengan maksud menegur si supir. "Tujuannya untuk menepikan angkot ini, tapi tiba-tiba saya ditabrak dari belakang," sebutnya. Di situ lah akhirnya Wira melampiaskan kekesalan hingga terjadi insiden.

"Saya mikir ke depan, gimana dampak dan imbasnya jika saya melawan. Saya bisa seperti sekarang ini (Jadi Polisi, red) tidak semudah yang dibayangkan. Kalau saya melawan, sama saja saya melepas baju dinas saya," ungkap Polantas yang mengaku punya kemampuan beladiri Tarung Drajat ini.

Ia sadar, sebagai polisi lalu lintas, memang tugasnya untuk menegur jika ada pengendara yang tidak tertib. Namun itu urung dilakukan. "Memang seharusnya saya menegur saat itu karena pelanggarannya, namun saya harus menghargai, sesama anggota, apalagi TNI, harus dihormati karena membela negara," ungkap Yoga.

Secara pribadi, ia sudah memaafkan insiden tersebut. Apalagi setelah dirinya tahu kalau oknum TNI itu mengalami penyakit gejala depresi yang sewaktu-waktu dapat kambuh. "Di lubuk hati saya, sudah memaafkan. Beliau juga senior saya," ujarnya.

Sebelumnya, Bripda Yoga Vernando mendapat penghargaan dari atasannya Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto karena berjiwa besar dan sabar dalam menjalankan tugas. Penghargaan diberikan usai Shalat Jumat tadi.

"Bukan karena apa-apa, tapi itu bisa menjadi contoh bagi polisi lainnya, agar bersabar dalam bertugas," kata Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata dikutip merdeka.com, Jumat (11/8/2017).

Dalam bertugas, polisi dilindungi aturan perundang-undangan dan bagi siapa saja yang melanggarnya, akan diberikan sanksi hukum. Namun Edy menuturkan untuk peristiwa yang dialami Bripda Yoga, diserahkan sepenuhnya kepada Denpom Pekanbaru. "Yang bersangkutan (Serda Wira) sudah diproses kesatuannya," kata Edy.

Menurut Edy, anggota polisi memilik hak untuk membuat laporan jika dirinya diperlakukan seperti itu. Baik oleh masyarakat maupun kesatuan lain seperti militer. Namun, masing-masing kesatuan memiliki kewenangan dalam menindak anggotanya.

"Jika masyarakat juga berbuat demikian kepada polisi, maka ada undang-undang yang mengaturnya. Polisi juga sipil, memiliki hak untuk membuat laporan, tapi itu semua kita serahkan kepada yang bersangkutan. Apakah menggunakan haknya atau tidak," kata Edy.

loading...
Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

Baca Juga

  • Lecehkan Umat Islam di FB, FPI dan FPBLK Pekanbaru Laporkan Piter ke Polda Riau

    PEKANBARU, datariau.com - Terduga Piter Halomoan Hutahean pelaku yang menghina umat islam telah dilaporkan ke Mapolda Riau, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ya
  • Siang Hari Premium di SPBU Kosong, Ternyata Malam Hari Dilansir Pakai Jerigen

    BAGANBATU, datariau.com - Selain SPBU Pertamina di KM3 Bagan Batu, juga terjadi di SPBU perbatasan Riau-Sumut, persisnya di Dusun Simpang Martabak, Kepenghul

  • Kecelakaan Maut di Banjar Balam Inhu, Pengendara Beat Meregang Nyawa

    RENGAT, datariau.com - Kembali terjadi lakalantas di Jalan Lintas Timur terjadi laka lantas di Km 163 Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu antara Mitsubi
  • Heboh, HUT Transmigrasi Ke-67 di Desa Pontian Mekar Inhu Menuai Kekecewaan

    RENGAT, datariau.com - Rasa kecewa mendalam dirasakan pelajar SMKN 1 Lubuk Batu Jaya. Kekecewaan ini pun heboh di media sosial Fecebook. Kekecewaan itu terja

  • Kesal Tak Kunjung Ada Perbaikan, Masyarakat PS Timur Blokir Jalan dan Larang Kendaraan Perusahaan Melintas

    SIAK, datariau.com - Menuntut agar segera dilakukan perbaikan jalan rusak, masyarakat lakukan pemblokir dan melarang kendaraan perusahaan melewati jalan poros Kampun
  • KOMENTAR
    Polling

    Siapa GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA
    DR H Firdaus MT
    Drs H Syamsuar MSi
    HM Harris
    H Hendry Munief MBA
    H Nurzahedi SE
    Ir H Muhammad Lukman Edy MSi
    Drs H Achmad MSi
    Drs H Irwan Nasir MSi

    Siapa WAKIL GUBERNUR RIAU Periode 2018-2023 Pilihan Pembaca Data?
    H Yopi Arianto SE
    Intsiawati Ayus SH MH
    H Rusli Effendi SPdI SE MSi
    H Suyatno AMP
    Khairuddin Al-Young Riau SHI MAg