Rabu, 23 Agu 2017 / 30 Zulkaedah 1438
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemda Siak Turunkan Lock Arm, Sementara PT IKPP Turunkan Alat Berat yang Tak Berbuat Banyak

Pemda Siak Turunkan Lock Arm, Sementara PT IKPP Turunkan Alat Berat yang Tak Berbuat Banyak

Oleh: Hermansyah
Sabtu, 17 Jun 2017 09:53
view: 1320
Hermansyah
Alat berat milik perusahaan, Jum'at (16/6/2017) terlihat standby, tak berbuat banyak saat normalisasi sungai Perawang.
TUALANG, datariau.com - Debit air banjir di Perawang mulai turun, masyarakat korban banjir mulai beraktivitas membersihkan tempat tinggal masing-masing. Banjir ini merupakan bencana banjir terparah kali kedua ditahun 2017 yang melanda beberapa wilayah di Kecamatan Tualang. Sehingga menenggelamkan pemukiman warga, Rabu (14/6/2017).
 
Sesuai dengan permintaan Wakil Bupati Siak H Alfedri saat meninjau lokasi banjir kemarin, yang mana Wabup meminta dilakukan normalisasi segera mengunakan dua alat berat, yakni jenis Lock Arm dan terlihat sedang melakukan pengerukan dan pembersihan sungai Perawang, Jum'at (16/6/2017) tadi pagi
 
Dari pantauan datariau.com di lokasi, terdapat dua unit alat berat di bibir sungai Perawang. Satu unit Eskavator jenis Lock Arm tampak sibuk melakukan pengerukan dasar sungai. Sedangkan satu unit Eskavator kecil terlihat hanya membersihkan pinggiran sungai, sisa pengerukan dasar sungai oleh operator Lock Arm.
 
Salah satu warga setempat mengatakan eskavator kecil merupakan milik PT IKPP, sedangkan Eskavator yang besar milik Pemda Siak. Warga tersebut mengaku heran, kenapa PT sebesar IKPP tidak menerjunkan Eskavator yang lebih besar, padahal perusahaan raksasa bubur kertas itu mempunyai segalanya terkait alat berat.
 
"Di Indah kiat itu apo yang tak ado bang, nyawo yang tak ado di Indah Kiat do bang. Masa' iyo alat berat macam itu, tak macam punyo Pemda, agak panjang," kesal salah satu warga, Jum'at (16/5/2017) sekira pukul 09.30 WIB.
 
Disini ada yang menarik dari dua unit alat berat itu yakni alat berat milik Pemda Siak jenis Lock Arm sedang beraktivitas membersihkan (normalisasi) dibantaran sungai menuju hilir sungai Perawang. Dan sementara itu, alat berat yang diturunkan pihak perusahaan PT Indak Kiat Perawang saat ini, Jum'at (16/6/2017) sekira pukul 09.30 Wib, tidak berfungsi sama sekali untuk menormalisasi aliran anak sungai Perawang menuju hilir sungai Siak tersebut. 
 
Justru, alat berat milik PT Indah Kiat Perawang hanya membantu dan membersih gundukan tanah bekas kerukan (galian) Lock Arm milik Pemda Siak saat itu. Tanpa membantu menormalisasi aliran sungai Perawang tersebut.
 
Menurut keterangan salah satu warga yang tinggal dibantaran sungai Perawang tersebut, mengatakan bahwa alat berat yang dikirim pihak perusahaan PT Indah Kiat Perawang ke lokasi normalisasi saat itu sama sekali tidak berguna (tidak berfungsi) yang hanya membersih gundukan bekas kerukan tanah dan lumpur dari alat berat Lock Arm milik Pemda.
 
"Apo yang tak ado di PT Indah Kiat tu, nyawo yang tak bisa dibuat perusahaan do. Masa' iyo alat berat macam itu, kan ado alat berat lain, macam punyo Pemda do. Gantilah alat berat do macam punyo Pemda yang panjang bio bisa ikut membersihkan, apo guno alat berat do," geram salah satu warga Kulim yang enggan diberi tahukan namanya itu.
 
Sedangkan, menurut keterangan dari dua pejabat Kampung Kecamatan Tualang saat ini, salah satunya yakni Penghulu Tualang mengatakan bahwa persoalan penyebabnya adalah selain curah hujan tinggi, bencana banjir ini juga disebabkan kanal buatan perusahaan yang memiliki beberapa pintu air yang menuju hilir sungai Siak yang sewaktu-waktu ditutup.
 
Selanjutnya, penyebabnya yakni pengalihan (penutupan) anak sungai Alam asli oleh pihak perusahaan PT Indah Kiat Perawang tersebut, yang aliran airnya saat ini menuju kanal buatan perusahaan itu. 
 
"Sekarang tinggal pintu air kanal perusahaan. Jangan pakai pintu air lagi, bongkar pintu air itu, biarkan air mengalir tanpa ada hambatan. Kami sudah beberapa kali meninjau ke lokasi. Air kanal yang akan mengalir ke sungai Siak tidak lancar karena keberadaan pintu air dan akibatnya sungai meluap terlebih dahulu kepemukiman warga," ungkap Juprianto dengan nada kesal, Kamis (15/6/2017) dini hari kemarin.
 
Hal senada diungkapkan Penghulu Pinang Sebatang Bambang Saputra SH beberapa waktu lalu, menjelaskan semua sungai alam yang terdapat di Kecamatan Tualang harus dibebaskan dari hambatan. Ia meminta perusahaan harus membongkar pintu air kanal yang menyebabkan air tidak lancar mengalir. 
 
"Sekarang persoalannya tinggal pintu air. Biarkan air mengalir dengan bebas, bongkar pintu air, habis perkara. Indah Kiat menutup aliran sungai Perawang di dekat jembatan bunut, kemudian mengalirkan air ke dalam kanal Indah Kiat. Di ujung kanal yang tembus ke sungai Siak ditutup dengan pintu air." tegas Penghulu Pinang Sebatang Bambang Syahputra SH, Kamis (15/6/2017) kemarin.
Editor: Hermansyah

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • MPKS Harap Perusahaan Bantu Keramba di Sungai Perawang, Said: Itulah Gunonyo CSR Perusahaan

    PERAWANG, datariau.com - Kembalinya fungsi aliran sungai alam Perawang Kecamatan Tualang mendapat perhatian khusus Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Masyarakat Peduli K
  • Juprianto: Alhamdulillah Setelah Lakukan Pemantauan Laju Air Menuju Sungai Siak Lancar

    TUALANG, datariau.com - Meski diguyur hujan semalam suntuk, persawahan di Kelurahan Perawang dan wilayah kampung lainnya tidak mengalami kebanjiran setelah Pemerintah K
  • Sungai Perawang Kembali Dibuka, Masyarakat Sambut Suka Cita dan Ucapkan Terimakasih Kepada Pemimpin Negeri Istana

    TUALANG, datariau.com - Masyarakat Perawang kecamatan Tualang kabupaten Siak menyambut suka cita dengan dibuka kembali aliran

  • 30 Tahun Mengabdi, H Damri Dapat Menjaga Kepercayaan Masyarakat Kampung Tualang dan Dinobatkan Sebagai RT Terlama

    TUALANG, datariau.com H Damri dapat menjaga kepercayaan masyarakat di Kampung Tualang Kecamatan Tualang, sehingga Ia dinobatkan sebagai RT (Rukun Tetangga) terlama ya
  • Ada Pemandangan yang Tak Lazim Saat Upacara Memperingati HUT RI ke-72 di Kecamatan Tualang

    PERAWANG, datariau.com - Ada Pemandangan yang berbeda (tak lazim) saat Upacara Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72 (HUT RI ke-72) tahun 2017 kemarin,
  • Masih Banyak Pemilik Ruko di Perawang Tak Pasang Bendera Sebagai Partisipasi Menyemarakan Kemerdekaan

    PERAWANG, datariau.com - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati hari ini, namun pengusaha rumah toko (ruko) di sepanjang Jalan kilometer 4 Perawang Kec
  • Berikut Nama-Nama Calon Pilkampung Tahun 2017 Kecamatan Tualang

    TUALANG, datariau.com - Pemilihan Penghulu Kampung (Pilkampung) serentak tahun 2017 sudah memasuki tahap sosialisasi. Untuk itu, kepada para calon penghulu dua kampu
  • KOMENTAR