Rabu, 18 Okt 2017 / 27 Muharram 1439

Berburu Emas Sultan di Aceh

Selasa, 19 Sep 2017 08:21
view: 136
ACEH UTARA, datariau.com - Husaini Usman terlihat santai sambil menyeruput kopi di Warung Taufik Kupi di Desa Meunasah Kota, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Ahad (17/9/2017). Pria yang akrab disapa Abu ini adalah salah satu kolektor dirham (mata uang emas) kesultanan Aceh.

Sebagian telah dijualnya beberapa waktu lalu. Saat berbicara soal dirham Aceh, dia langsung serius.

"Sayangnya dirham itu tidak banyak diselamatkan. Umumnya dijual semua," kata Husaini, menarik nafas dalam-dalam.

Perburuan dirham Aceh dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Mata uang itu menggunakan emas 22 karat, namun sebagian sultan era Kerajaan Samudera Pasai juga menggunakan emas murni.

Bentuk dirham beragam, sangat tergantung era sultan yang mengeluarkan logam mulia tersebut. Misalnya, sambung Husaini, era Sultan Ahmad atau nama lainnya Malik Al Tahir (1326-1348) mengeluarkan koin emas murni.

"Dari jenis emas yang digunakan itu memperlihatkan kejayaan sultan yang memimpin saat itu. Kita tahu, semua kesultanan yang memimpin Kerajaan Samudera Pasai sangat jaya pada masanya. Namun, era Sultan Ahmad ditemukan koin emas murni, bukan emas 22 karat, itu tanda ekonomi sangat maju saat itu," kata Husaini.

Dia menyebutkan mayoritas koin emas itu menuliskan nama sultan yang memimpin kala itu. Misalnya, koin emas diameter 11 milimeter yang ditemukan Azhar (26), warga Desa Asan, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Koin emas itu bertuliskan As-Sultan Al-Adil (sultan yang adil) dan pada sisi lain tertulis Abu Zaid Malik Az Zahir, sultan yang memimpin ketika koin emas itu dikeluarkan.

Sejarawan Aceh yang meneliti kerajaan Islam di Aceh, Taqiyuddin Muhammad menyebutkan, makan Sultan Abu Zaid ditemukan di Desa Blang Me, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Lokasi ini merupakan pusat kerajaan Samudera Pasai ketika makam para sultan dan ratu juga ditemukan.

"Abu Zaid dalam inskripsi nisannya tertulis putra dari Sultan Zainal Abdin Ra-Ubaddar yang juga bernama Ahmad, sebagaimana nama saudaranya yang lain. Nama panggilannya yang membedakan, yaitu Abu Zaid, ditulis sultan ini sangat dermawan dan meninggal pada Jumat, 24 Jumadil Akhir 870 hijriah (1466 masehi)," kata Taqiyuddin.

Perekonomian di era Kerajaan Samudera Pasai berkembang pesat. Kapal dagang kerap bersandar di sejumlah pelabuhan Aceh. Karena itu pula, tak heran koin emas ditemukan di sejumlah lokasi.

"Koin ini kerap ditemukan selain di kompleks pemakanan sultan, ada juga di kawasan Meuraxa Kota Lhokseumawe hingga ke Kuta Piadah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Sebagian kecil ditemukan di kawasan perbukitan menandakan ada pasar besar di sana tempo dulu," terang Husaini.

Namun, sayangnya, sambung Husaini, koin itu hanya dijual Rp 350.000-Rp 800.000 per keping oleh warga.

"Toko emas juga banyak yang membeli emas ini. Harga mahal atau murah itu tergantung kadar emas yang dimiliki koin tersebut," terang Husaini.

Dia berharap koin emas itu bisa diselamatkan oleh pemerintah agar menjadi bukti sejarah bagi generasi muda Indonesia bahwa Aceh saat di era kesultanan pernah menjadi daerah yang kaya raya.

"Semoga koin emas ini semuanya lengkap ada di tangan pemerintah di semua era kesultanan. Kalau tidak diselamatkan, maka satu hari kelak, orang Indonesia tak akan mengetahui bahwa di Aceh, ada kerajaan yang kaya raya dengan mata uang emas," pungkasnya.
loading...
Editor: Riki

Sumber: Kompas.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
Wisata Terbaru
  • Bupati Suyatno Ekspose Potensi Wisata Rohil
  • 14 Oktober 2017,Ada Nongsa Carnival di Batam
  • Bupati Kampar Akan Kembalikan Stanum Sebagai Ikon Bangkinang Kota
  • Inilah Destinasi Wisata di Indonesia Jadi Lokasi Syuting Film-film Terbaik
  • Berburu Emas Sultan di Aceh
  • IKLAN TUKANG ABU RAFI
    Data Foto
    BAGIKAN:

    BACA JUGA

  • Lantik Lembaga Kemasyarakatan, Bupati Pelalawan HM Harris Harapkan Kondusifitas dan Keamanan Daerah

    PANGKALANKERINCI, datariau.com - Bupati Pelalawan HM Harris hadiri Pelantikan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan Se-Kecamatan Pangkalan Kerinci yang bertempat di aula Kan
  • Wisata Aceh, Nikmati Senja di Pantai Ulee Lheu, Lihat Matahari Tenggelam di Barat Indonesia

    DATARIAU.COM - Menikmati dan mengabadikan momen matahari tenggelam (sunset) bisa menjadi pilihan menyenangkan menghabiskan sore.

    Jika sedang melancong ke Banda Aceh,
  • Pedagang Emas Ditodong Senpi di Inhu, Emas dan Uang Ratusan Juta Raib

    RENGAT, datariau.com - Sekhri (53) pedagang emas warga Desa Serumpun Jaya RT 02, RW 02 Kecamatan Pasir Penyu dengan terpaksa menyerahkan emas dan uang yang d

  • Membuat Daging Gulung Pastry yang Lezat, Berikut Resepnya..

    JAKARTA, datariau.com - Membuat camilan gurih untuk disantap di sore hari bersama keluarga bukanlah hal yang sulit. Hanya dengan menggunakan bahan-bahan yang

  • Tips Sederhana Membuat Donat Gula Isi Stroberi

    JAKARTA, datariau.com - Membuat camilan yang sehat, lezat dan disukai anak bukanlah hal yang mudah dilakukan. Namun, Anda d

  • Genjot Sektor Pariwisata, Aminullah Harapkan Dukungan Komisi X DPR-RI

    BANDA ACEH, datariau.com - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengharapkan dukungan dari Komisi X DPR-RI untuk memajukan

  • Pelaku Tambang Emas di Desa Pauh Ranap Inhu Diringkus Polisi

    RENGAT, datariau.com - Jajaran Satreskrim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskirm Polres Inhu AKP Andre Setiawan melakukan penangkapan terhadap pelaku Pena

  • KOMENTAR