Selasa, 17 Okt 2017 / 26 Muharram 1439
  • Home
  • Wisata
  • Disbudpar Aceh Berburu Wisatawan Malaysia Melalui Sales Mission

Disbudpar Aceh Berburu Wisatawan Malaysia Melalui Sales Mission

Sabtu, 29 Apr 2017 16:46
view: 656
Ist.
Kegiatan penjualan paket wisata atau Sales Mission di tiga kota di Malaysia selama 3 hari, 26-28 April 2017.

MALAYSIA, datariau.com - Kementerian Pariwisata RI terus melakukan berbagai strategi dalam rangka memperluas jaringan kerjasama promosi Wonderful Indonesia di luar negeri, salah satunya melalui kegiatan penjualan paket wisata atau "Sales Mission" di tiga kota di Malaysia selama 3 hari, 26-28 April 2017.

Malaysia sebagai salah satu pasar prioritas di Asia Tenggara ini dianggap menjadi lokasi yang pas untuk menggeberkan pariwisata Indonesia dalam rangka menarik jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia dengan target 20 juta hingga tahun 2019 nanti.

Rangkaian Sales Mission yang dimulai Rabu (26/4/2017) tersebut di Royale Bintang Resort-Seremban, Malaysia turut dihadiri oleh Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, yang diwakili oleh Kabid Misi Penjualan Asia Tenggara, Pupung Thariq Fadillah yang ikut memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan Pemaparan Potensi Destinasi Wisata Daerah oleh Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat, Didit Permadi Santoso.

Selain unsur Kemenpar RI, acara Sales Mission juga dihadiri oleh KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru dan Garuda Indonesia dan menggunakan apron untuk menjamu makan siang peserta sebagai sebuah simbolis Indonesia siap dan komit melayani wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani sebagai salah satu narasumber pada acara tersebut, melalui rilis yang diterima redaksi datariau.com, Sabtu (29/4/2017) menyatakan, bahwa kegiatan Sales Mission tersebut sangat penting dalam rangka mempertemukan para agen perjalanan wisata (sellers meet buyers) dengan memperkenalkan paket-paket wisata menarik di daerah.

"Kegiatan Sales Mission bisa menjadi salah satu strategi pemasaran pariwisata berkaitan dengan transaksi penjualan paket-paket wisata selain mempromosikan potensi wisata daerah melalui kegiatan branding dan advertising," sebut Rahmadhani.

Sales Mission yang diawali dengan presentasi tentang kondisi Aceh, yang disampaikan oleh Rahmadhani juga mengangkat soal branding baru wisata Aceh "The Light of Aceh" yang merupakan bagian dari Wonderful Indonesia.

"Kemajuan industri pariwisata Aceh saat ini dan isu-isus strategis lainnya sangat penting untuk dibahas dan diklarifikasikan tidak hanya menyangkut tentang industri pariwisata yang makin berkembang, aksesibilitas, amenitas dan atraksi yang makin baik, tapi juga tentang pencitraan Aceh yang masih negatif di luar, salah satunya seperti pemakaian hijab, keamanan, konektifitas, dan lainnya," papar Rahmadhani dalam sesi presentasi tersebut.

Menurut Rahmadhani, kegiatan Sales Mission di Malaysia juga menjadi momen penting dalam memperbaiki pencitraan Aceh yang masih negatif oleh sebahagian pelaku industri di Malaysia, sehingga dari Aceh sendiri juga hadir pelaku industri pariwisata, yakni Mahlizar dari Biro Perjalanan Wisata “The Great Wall” yang diundang oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Beberapa paket wisata menarik dan tematik lainnya juga berhasil meramaikan kegiatan Sales Misson di Malaysia, seperti Wonderful Ramadhan in Aceh, Discover Aceh, Aceh Adventure, Aceh Underwater, Tsunami Heritage, Banda Aceh-Sabang, Wonderful Idul Adha in Aceh, Muharram di Aceh, Muhibbah Sejarah & Budaya di Aceh. Semoga kunjungan wisatawan Mancanegara, khususnya Malaysia makin meningkat yang sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 30.038 orang tahun 2016, dibandingkan tahun 2015 berjumlah hanya 21.046 orang," tambah Rahmadhani dengan optimis.

Selain di Royale Bintang Resort - Seremban, kegiatan Sale Mission juga berlangsung berturut-turut di Novotel - Melaka dan di Mutiara Hotel - Johor Bahru yang dihadiri 15 seller dari berbagai daerah, seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Kepri, Jakarta, Jatim, Yogjakarta, Bali dan sekitar 20 buyers dari masing-masing kota melalui sistem Round Robin (sellers meet buyers) dengan waktu per sesi 6 menit.

Editor: Adi

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email [email protected] SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
Wisata Terbaru
  • Bupati Suyatno Ekspose Potensi Wisata Rohil
  • 14 Oktober 2017,Ada Nongsa Carnival di Batam
  • Bupati Kampar Akan Kembalikan Stanum Sebagai Ikon Bangkinang Kota
  • Inilah Destinasi Wisata di Indonesia Jadi Lokasi Syuting Film-film Terbaik
  • Berburu Emas Sultan di Aceh
  • IKLAN TUKANG ABU RAFI
    Data Foto
    BAGIKAN:

    BACA JUGA

  • Seorang Pelajar SMAN 1 Bengkalis Diundang PBB ke Malaysia

    BENGKALIS, datariau.com - Bengkalis, kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini memang memiliki banyak generasi muda yang memiliki prestasi gemilang, cemerlang

  • Jokowi Tanggapi Terkait Raisa dan Laudya Jatuh ke 'Tangan Asing'

    JAKARTA, datariau.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, keterbukaan informasi saat ini membuat semua masyarakat bebas menyampaikan apa pun
  • Malaysia Siap Tampung Pengungsi Rohingya

    MALAYSIA, datariau.com - Kepala Badan Aparat Kemaritiman Malaysia, Zulkifli Abu Bakar, mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengusir Muslim Rohingya yang datang ke Negeri J
  • Perusahaan di Malaka Semakin Banyak Gunakan Bahasa Indonesia

    PEKANBARU, datariau.com - Perusahaan pelayanan jasa kesehatan di Negeri Malaka, Malaysia, semakin banyak yang menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomuniska

  • Penyelidik MH370 Tewas Dibunuh

    MALAYSIA, datariau.com - Seorang diplomat yang terlibat dalam pencarian pesawat MH370 Malaysia Airlines yang hilang telah dibunuh. Hal ini menyebabkan pradug

  • 15 Ton Garam Diselundupkan dari Malaysia

    JAKARTA, datariau.com - Polisi menggagalkan upaya penyelundupan garam dari Malaysia. Garam seberat 15 ton itu ditemukan dalam sebuah kapal yang berlayar di p

  • Ternyata Malaysia Memang Suka Salah Pasang Bendera, Ini Buktinya..

    KUALA LUMPUR, datariau.com - Belum terlupakan kesalahan pencetakan bendera Indonesia pada buku panduan Sea Games Kuala Lumpur 2017, panitia Malaysia kembali

  • KOMENTAR