Rabu, 23 Agu 2017 / 30 Zulkaedah 1438
  • Home
  • Wisata
  • Disbudpar Aceh Berburu Wisatawan Malaysia Melalui Sales Mission

Disbudpar Aceh Berburu Wisatawan Malaysia Melalui Sales Mission

Sabtu, 29 Apr 2017 16:46
view: 640
Ist.
Kegiatan penjualan paket wisata atau Sales Mission di tiga kota di Malaysia selama 3 hari, 26-28 April 2017.

MALAYSIA, datariau.com - Kementerian Pariwisata RI terus melakukan berbagai strategi dalam rangka memperluas jaringan kerjasama promosi Wonderful Indonesia di luar negeri, salah satunya melalui kegiatan penjualan paket wisata atau "Sales Mission" di tiga kota di Malaysia selama 3 hari, 26-28 April 2017.

Malaysia sebagai salah satu pasar prioritas di Asia Tenggara ini dianggap menjadi lokasi yang pas untuk menggeberkan pariwisata Indonesia dalam rangka menarik jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia dengan target 20 juta hingga tahun 2019 nanti.

Rangkaian Sales Mission yang dimulai Rabu (26/4/2017) tersebut di Royale Bintang Resort-Seremban, Malaysia turut dihadiri oleh Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, yang diwakili oleh Kabid Misi Penjualan Asia Tenggara, Pupung Thariq Fadillah yang ikut memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan Pemaparan Potensi Destinasi Wisata Daerah oleh Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat, Didit Permadi Santoso.

Selain unsur Kemenpar RI, acara Sales Mission juga dihadiri oleh KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru dan Garuda Indonesia dan menggunakan apron untuk menjamu makan siang peserta sebagai sebuah simbolis Indonesia siap dan komit melayani wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani sebagai salah satu narasumber pada acara tersebut, melalui rilis yang diterima redaksi datariau.com, Sabtu (29/4/2017) menyatakan, bahwa kegiatan Sales Mission tersebut sangat penting dalam rangka mempertemukan para agen perjalanan wisata (sellers meet buyers) dengan memperkenalkan paket-paket wisata menarik di daerah.

"Kegiatan Sales Mission bisa menjadi salah satu strategi pemasaran pariwisata berkaitan dengan transaksi penjualan paket-paket wisata selain mempromosikan potensi wisata daerah melalui kegiatan branding dan advertising," sebut Rahmadhani.

Sales Mission yang diawali dengan presentasi tentang kondisi Aceh, yang disampaikan oleh Rahmadhani juga mengangkat soal branding baru wisata Aceh "The Light of Aceh" yang merupakan bagian dari Wonderful Indonesia.

"Kemajuan industri pariwisata Aceh saat ini dan isu-isus strategis lainnya sangat penting untuk dibahas dan diklarifikasikan tidak hanya menyangkut tentang industri pariwisata yang makin berkembang, aksesibilitas, amenitas dan atraksi yang makin baik, tapi juga tentang pencitraan Aceh yang masih negatif di luar, salah satunya seperti pemakaian hijab, keamanan, konektifitas, dan lainnya," papar Rahmadhani dalam sesi presentasi tersebut.

Menurut Rahmadhani, kegiatan Sales Mission di Malaysia juga menjadi momen penting dalam memperbaiki pencitraan Aceh yang masih negatif oleh sebahagian pelaku industri di Malaysia, sehingga dari Aceh sendiri juga hadir pelaku industri pariwisata, yakni Mahlizar dari Biro Perjalanan Wisata “The Great Wall” yang diundang oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Beberapa paket wisata menarik dan tematik lainnya juga berhasil meramaikan kegiatan Sales Misson di Malaysia, seperti Wonderful Ramadhan in Aceh, Discover Aceh, Aceh Adventure, Aceh Underwater, Tsunami Heritage, Banda Aceh-Sabang, Wonderful Idul Adha in Aceh, Muharram di Aceh, Muhibbah Sejarah & Budaya di Aceh. Semoga kunjungan wisatawan Mancanegara, khususnya Malaysia makin meningkat yang sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 30.038 orang tahun 2016, dibandingkan tahun 2015 berjumlah hanya 21.046 orang," tambah Rahmadhani dengan optimis.

Selain di Royale Bintang Resort - Seremban, kegiatan Sale Mission juga berlangsung berturut-turut di Novotel - Melaka dan di Mutiara Hotel - Johor Bahru yang dihadiri 15 seller dari berbagai daerah, seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Kepri, Jakarta, Jatim, Yogjakarta, Bali dan sekitar 20 buyers dari masing-masing kota melalui sistem Round Robin (sellers meet buyers) dengan waktu per sesi 6 menit.

Editor: Adi

Sumber: Datariau.com

Ingin berbagi artikel, opini, dan informasi lainnya silahkan kirim ke email redaksi.datariau@gmail.com SMS/WA: 081339661966. Sertakan data diri. Komplain dan aduan SMS ke 085265651178.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Bendera Merah Putih Dilecehkan, Konsulat Malaysia di Pekanbaru Didemo Massa

    PEKANBARU, datariau.com - Ratusan massa di Pekanbaru mendatangi Konsulat Malaysia terkait bendera RI yang terbalik di ajang SEA Games Kuala Lumpur.
    <

  • Soal Pelecehan Bendera Indonesia, Menpora Malaysia Meminta Maaf

    JAKARTA, datariau.com - Kesalahan fatal dilakukan Panitia Penyelenggara SEA Games 2017. Pada Buku Panduan Resmi SEA Games 2017 yang disebarkan di acara upaca

  • Mahasiswa Malaysia Turut Semarakkan Dirgahayu RI ke 72 di Kampar

    KAMPAR Datariau.com - Setelah seminggu berlalu dan mengenyam rasa asam pedasnya indonesia,sebanyak 25 mahasiswa malaysia kembali mendatangi sekolah SD 016 Kemang ind
  • Mahasiswa Malaysia Kembangkan Cendawan di Desa Kemang Indah Kampar

    TAMBANG, datariau.com - Sebanyak 25 orang mahasiswa asal Malaysia saat ini tengah mengembangkan tanaman cendawan di Desa Kemang Indah, kecamatan Tambang kabu

  • Pemko Banda Aceh Kirim 19 Santri Tahfiz ke Thailand dan Malaysia

    BANDA ACEH, datariau.com - Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Baitul Mal Banda Aceh mengirimkan 19 santri untuk melanjutkan studi Tahfiz Al-Quran selama tiga

  • Meriahnya Suasana Halal Bihalal Warga Kampar di Malaysia

    MALAYSIA, datariau.com - Eksistensi Warga Kampar di Malaysia tak bisa diragukan lagi, salah satu buktinya dapat dilihat dari ramainya acara halal bihalal yang dilaks
  • Oknum Polisi Terlibat Penyelundupan 44 Kg Shabu, Ini Data Lengkapnya..

    JAKARTA, datariau.com - Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak mati dua orang penyelundup narkotika jenis sabu di kawasan Pantai Cermin, Kabupaten

  • KOMENTAR
    Karirpad