<?xml?>
<rss version="2.0">
    <channel>
        







        <title>DataRiau.com | Media Online Riau Dakwah &amp; Berita</title>
        
        <link>https://www.datariau.com/</link>
        <description>DataRiau.com - Portal Berita Sesuai Fakta adalah situs media online di Provinsi Riau yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatutan.</description>
        <lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 02:02:32 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi di Daerah</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 22:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi di Daerah]]></title>
            <description><![CDATA[DATARIAU.COM Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan daerah untuk mencegah korupsi, mulai dari perencanaan dan penganggaran hingga pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Kepala dae]]></description>
            <content><![CDATA[	<div><b>DATARIAU.COM-</b> Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan daerah untuk mencegah korupsi, mulai dari perencanaan dan penganggaran hingga pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Kepala daerah juga diminta menindaklanjuti temuan pemeriksaan sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan meminimalkan risiko penyimpangan.</div><div><br></div><div>Hal itu disampaikan Wiyagus pada Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Banten, Kamis (29/10/2026).</div><div><br></div><div>Wiyagus mengatakan, kepala daerah, khususnya yang baru menjabat, perlu segera beradaptasi dengan memahami ketentuan peraturan perundang-undangan dan karakteristik pengelolaan pemerintahan daerah. Pembinaan dan pengawasan pemerintah pusat diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai ketentuan.</div><div><br></div><div>"Dari mulai perencanaan sampai dengan tindak lanjut terkait temuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ini tolong manfaatkan betul,” ujar Wiyagus.</div><div><br></div><div>Ia menjelaskan, pencegahan korupsi perlu diperkuat melalui pengawasan yang lebih mendalam, tidak hanya mengandalkan sosialisasi dan edukasi. Pengawasan juga perlu mencakup kesesuaian perencanaan dan penganggaran agar potensi penyimpangan dapat diketahui dan diperbaiki sejak dini.</div><div><br></div><div>Wiyagus menegaskan, integritas menjadi landasan utama bagi kepala daerah dalam menjalankan tanggung jawabnya. Pemimpin juga perlu terus meningkatkan kapasitas diri, memahami tata kelola keuangan, serta menjaga hubungan profesional dengan lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum.</div><div><br></div><div>"Kalau kita sudah punya integritas, sebenarnya semuanya selesai. Orang yang punya integritas, dia akan terus belajar, memperbarui kemampuan diri, bagaimana mengelola keuangan, bagaimana kita menjaga hubungan dengan lembaga, aparat penegak hukum. Apa pun bisa dipelajari," tegasnya.</div><div><br></div><div>Selain itu, Wiyagus meminta kepala daerah memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sebagai mitra dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. APIP perlu dilibatkan untuk mengidentifikasi dan mengoreksi kekeliruan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang lebih jauh.</div><div>[br]</div><div>Ia menambahkan, kepala daerah perlu menyusun rencana aksi berdasarkan hasil pemeriksaan, menetapkan langkah perbaikan yang terukur, serta melakukan pemantauan berkala. Keteladanan pimpinan, keterbukaan terhadap pengawasan, dan pengendalian konflik kepentingan juga diperlukan untuk memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.</div><div><br></div><div>"Harus memberikan keteladanan kepada perangkatnya. Kemudian juga bukan hanya keteladanan, tetapi berani membuka proses, menerima pengawasan, kemudian juga mengendalikan conflict of interest," tandas Wiyagus.</div><div><br></div><div>Ia berharap pemerintah daerah (Pemda) memanfaatkan koordinasi tersebut untuk memperkuat komitmen pencegahan korupsi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan. Pasalnya, pengawasan yang efektif dapat mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.***</div>	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_158_Wamendagri-Akhmad-Wiyagus-Tekankan-Penguatan-Tata-Kelola-dan-Pencegahan-Korupsi-di-Daerah-.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/berita/wamendagri-akhmad-wiyagus-tekankan-penguatan-tata-kelola-dan-pencegahan-korupsi-di-daerah</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perkuat Literasi Lingkungan, Magister Pendidikan Biologi Universitas Riau Gelar Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 22:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perkuat Literasi Lingkungan, Magister Pendidikan Biologi Universitas Riau Gelar Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru]]></title>
            <description><![CDATA[PEKANBARU, datariau.comProgram Studi Magister Pendidikan Biologi, Universitas Riau, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla Penguatan Literasi dan Analisis Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan bag]]></description>
            <content><![CDATA[	<!--StartFragment--><p class="MsoNormal"><b>PEKANBARU, datariau.com-</b>Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Universitas Riau, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk <i>“Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla: Penguatan Literasi dan Analisis Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru”</i> pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru ini bertujuan memperkuat literasi lingkungan dan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai penyebab, dampak, serta upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). <br><br>Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan lingkungan yang kontekstual dengan permasalahan di Provinsi Riau. Ancaman karhutla, khususnya pada ekosistem gambut, tidak hanya berdampak pada kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga mengganggu keanekaragaman hayati, menurunkan kualitas udara, serta menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat.<br><br>Kegiatan Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla dirancang menggunakan pendekatan <i>game-based learning</i> atau pembelajaran berbasis permainan. Pendekatan ini mendorong peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan interaktif, diskusi, dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan kondisi lingkungan. <br><br>Rangkaian kegiatan mencakup penyampaian materi mengenai karakteristik ekosistem rawa gambut dan kerentanannya terhadap karhutla, serta tantangan pengendalian kebakaran pada lahan gambut. Materi tersebut dirancang untuk membantu peserta didik memahami keterkaitan antara kondisi ekosistem, aktivitas manusia, dan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.<br><br>Selain penyampaian materi, kegiatan juga dirancang melibatkan kuis interaktif, investigasi studi kasus, diskusi kelompok, dan simulasi peran. Melalui aktivitas tersebut, peserta didik diajak mengidentifikasi faktor penyebab karhutla, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, serta mendiskusikan alternatif tindakan pencegahan.<br><br>Kegiatan diskusi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertukar gagasan dan menyusun hasil analisis berdasarkan permasalahan yang dikaji. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan informasi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman terhadap pentingnya mitigasi bencana lingkungan.<br><br><i></i><b>Kampanye Kreatif sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan</b><br><br>Salah satu bentuk kegiatan yang dirancang dalam program ini adalah penyusunan infografis atau poster kampanye pencegahan karhutla. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik didorong menyampaikan pesan lingkungan secara kreatif dan mengomunikasikan pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.<br><br>Karya kampanye menjadi sarana untuk menghubungkan pemahaman peserta didik dengan pesan edukasi yang dapat disampaikan kepada orang lain. Pesan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa pencegahan karhutla memerlukan tanggung jawab bersama, baik dari individu, sekolah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan terkait.<br><br><b></b><b>Membangun Generasi Muda yang Peduli terhadap Konservasi</b><br><br>Penguatan literasi karhutla memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan biologi dan konservasi. Pemahaman mengenai ekosistem gambut, keanekaragaman hayati, serta dampak kebakaran terhadap lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pelestarian sumber daya alam.<br><br>Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu memahami bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran, melainkan juga permasalahan ekologis dan sosial yang memerlukan upaya pencegahan secara berkelanjutan. Edukasi lingkungan di sekolah menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kepedulian dan mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.<br><br>Kegiatan Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau <i>Sustainable Development Goals</i> (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Upaya mengurangi dampak asap terhadap kesehatan juga berkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.<br><br>Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan pendidikan lingkungan yang relevan dengan kondisi daerah serta menumbuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.<br><br><i><b>Sumber:</b></i><i> Proposal Pengabdian kepada Masyarakat dan Term of Reference (TOR) kegiatan Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla, Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Universitas Riau, 2026.</i><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_221556_981.sdocx--></p><!--EndFragment-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_5952_Perkuat-Literasi-Lingkungan--Magister-Pendidikan-Biologi-Universitas-Riau-Gelar-Sekolah-Siaga-Mitigasi-Karhutla-di-SMK-Kehutanan-Negeri-Pekanbaru.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/pendidikan/perkuat-literasi-lingkungan--magister-pendidikan-biologi-universitas-riau-gelar-sekolah-siaga-mitigasi-karhutla-di-smk-kehutanan-negeri-pekanbaru</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lala Karmila dan Dhea Clarissa Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Radio</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 22:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lala Karmila dan Dhea Clarissa Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Radio]]></title>
            <description><![CDATA[KUANSING, datariau.comDi tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi media sosial, radio tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Hal ini menjadi pesan utama dalam dialog interaktif Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kuansing ]]></description>
            <content><![CDATA[<b>KUANSING, datariau.com-</b>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi media sosial, radio tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Hal ini menjadi pesan utama dalam dialog interaktif Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kuansing FM bersama dua senior dunia penyiaran, Lala Karmila dan Dhea Clarissa.<br><br>Mengangkat tema “Nostalgia Radio Masa Lalu”, program tersebut menghadirkan perbincangan tentang perjalanan radio sebagai media informasi, hiburan, hingga tempat berbagi cerita dan kenangan. Dialog dipandu host muda, Sevty Ariani, serta berkolaborasi dengan media sosial lokal Detikkuansing.<br><br>Lala Karmila mengatakan, radio memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat. Sebelum media sosial berkembang pesat, radio menjadi salah satu sarana untuk memperoleh informasi, menikmati musik, hingga menyampaikan salam dan berbagi cerita tentang kehidupan maupun percintaan.<br><br>Ia berharap generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z, tetap mengenal dan mencintai radio sebagai bagian dari perkembangan media komunikasi.<br><br>“Kita ingin ke depannya generasi muda tetap mencintai radio ini. Jangan sampai hilang ditelan zaman. Dahulunya, radio menjadi salah satu media untuk mendapatkan informasi, bahkan berbagi kisah percintaan, mencari jodoh, hingga menitipkan salam,” ujar Lala Karmila.<br><br>Sementara itu, Dhea Clarissa mengungkapkan bahwa radio tidak hanya menghadirkan informasi dan hiburan, tetapi juga menyimpan kenangan emosional bagi para pendengarnya.<br><br>Menurutnya, sebuah lagu yang pernah diputar di radio atau aroma parfum tertentu dapat mengingatkan seseorang pada pengalaman dan momen berharga di masa lalu.<br><br>“Dulunya banyak pendengar radio menyimpan kenangan melalui sebuah lagu maupun wangi parfum,” kata Dhea.<br><br>Kecintaan Dhea terhadap dunia penyiaran telah tumbuh sejak masih duduk di bangku perkuliahan. Ia pernah mengikuti kompetisi radio di Pekanbaru sebelum terus menekuni bidang penyiaran hingga kini masih mengudara di LPPL Kuansing FM.<br><br>Melalui dialog tersebut, LPPL Kuansing FM berupaya menghubungkan pengalaman para penyiar senior dengan generasi muda yang tumbuh di era digital. Radio diharapkan mampu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan ciri khasnya sebagai media yang dekat dengan pendengar.<br><br>Di tengah banyaknya pilihan platform digital, radio tetap memiliki peluang untuk berkembang melalui kolaborasi dengan media sosial, program interaktif, serta konten yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.<br><br>Nostalgia radio bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan juga menjadi pengingat bahwa media ini masih dapat berperan dalam menyampaikan informasi, menghadirkan hiburan, dan membangun kedekatan dengan masyarakat lintas generasi.(hen)<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_220546_588.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_7818_Lala-Karmila-dan-Dhea-Clarissa-Ajak-Generasi-Muda-Tak-Lupakan-Radio.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/berita/lala-karmila-dan-dhea-clarissa-ajak-generasi-muda-tak-lupakan-radio</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HUT ke-14 Pucuk Rantau Muklisin Dorong Pelestarian Budaya dan Perbaikan Infrastruktur</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 21:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HUT ke-14 Pucuk Rantau Muklisin Dorong Pelestarian Budaya dan Perbaikan Infrastruktur]]></title>
            <description><![CDATA[KUANSING, datariau.comPelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H Muklisin, mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan kesehatan di Kecamatan Pucuk Rantau.H]]></description>
            <content><![CDATA[<b>KUANSING, datariau.com-</b>Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H Muklisin, mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan kesehatan di Kecamatan Pucuk Rantau.<br><br>Hal tersebut disampaikan Muklisin saat membuka perlombaan Selaju Sampan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kecamatan Pucuk Rantau ke-14 di Lapangan Bola Desa Muara Tiu Makmur, Kamis (29/10/2026) siang.<br><br>Muklisin mengatakan, Selaju Sampan bukan sekadar perlombaan, tetapi tradisi yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan identitas masyarakat setempat. Karena itu, tradisi tersebut perlu dijaga agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.<br><br>“Insyaallah, kita siap mendorong Selaju Sampan ini menjadi agenda rutin Pemkab Kuansing. Tradisi ini harus kita rawat bersama agar semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Pucuk Rantau,” ujar Muklisin.<br><br>Ia juga menekankan pentingnya pembenahan arena perlombaan agar kegiatan berlangsung lebih tertib dan menarik. Dengan pengelolaan yang baik, Selaju Sampan berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.<br><br>Muklisin turut mengajak perusahaan yang beroperasi di Kuansing, khususnya wilayah Pucuk Rantau, untuk berpartisipasi dalam mendukung kegiatan kebudayaan masyarakat.<br><br>Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar tradisi lokal dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan daerah.<br><br>Selain pelestarian budaya, peringatan hari jadi tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah kecamatan menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan.<br><br>Camat Pucuk Rantau Hj Yulinar SPd SD mengungkapkan bahwa kondisi jalan dari Perhentian Sungkai menuju ibu kota kecamatan masih memprihatinkan. Saat musim hujan, akses tersebut bahkan kerap terputus sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.<br><br>Yulinar juga mengusulkan revitalisasi Puskesmas Pangkalan yang telah dibangun sejak 2008 agar fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.<br><br>Menanggapi usulan tersebut, Muklisin menyampaikan bahwa proposal peningkatan fasilitas kesehatan telah diajukan kepada Kementerian Kesehatan. Pemkab Kuansing berharap usulan tersebut mendapat perhatian agar pelayanan kesehatan di wilayah Pucuk Rantau semakin baik.<br><br>Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan kewenangan serta kemampuan anggaran yang tersedia.<br><br>Perayaan Hari Jadi Kecamatan Pucuk Rantau ke-14 juga dimeriahkan lomba randai antardesa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni dan tradisi lokal.<br><br>Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Asisten III Azhar MM, Kepala Bapenda Dr H Masrul Hakim, Kepala Dinas Kesehatan Aswandi, Plt Kepala Dinas Kominfoss Hevi H Antoni MSi, Plt Kepala Dinas Perhubungan Hendri Wahyudi, Plt Kasatpol PP Rio Kasiter MSi, para kepala puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ribuan warga.<br><br>Momentum hari jadi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mendorong perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat Pucuk Rantau.(hen)<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_215843_110.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_1471_HUT-ke-14-Pucuk-Rantau-Muklisin-Dorong-Pelestarian-Budaya-dan-Perbaikan-Infrastruktur.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/berita/hut-ke-14-pucuk-rantau-muklisin-dorong-pelestarian-budaya-dan-perbaikan-infrastruktur</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dengan Dukungan BKN, Prof. Zudan Dorong Pemprov Sulawesi Tengah Jadi Instansi ke-350 yang Terapkan Manajemen Talenta</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 21:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dengan Dukungan BKN, Prof. Zudan Dorong Pemprov Sulawesi Tengah Jadi Instansi ke-350 yang Terapkan Manajemen Talenta]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA, datariau.com Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mendorong sekaligus mendukung penerapan manajemen talenta di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dukungan ini disampaikan melalui pendampingan yang diberikan BKN dala]]></description>
            <content><![CDATA[	<b>JAKARTA, datariau.com-</b> Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mendorong sekaligus mendukung penerapan manajemen talenta di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dukungan ini disampaikan melalui pendampingan yang diberikan BKN dalam Ekspose Manajemen Talenta yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian atau PPK Pemprov Sulawesi Tengah, Rabu (28/10/2026) di Kantor BKN Pusat, Jakarta. Melalui proses ini, Pemprov Sulawesi Tengah diharapkan menjadi instansi ke-350 yang siap menerapkan manajemen talenta.<br><br>Terkait perkembangan penerapan manajemen talenta nasional, Prof. Zudan, menyampaikan bahwa penerapannya di instansi pemerintah terus menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 349 instansi baru tercatat siap menerapkan manajemen talenta. Ia berharap Pemprov Sulawesi Tengah dapat menyusul capaian tersebut. “Alhamdulillah, dari tahun 2025 sampai 2026, kita berada di jalur yang tepat. Minat para gubernur, bupati, wali kota, dan menteri untuk menerapkan manajemen talenta tinggi sekali. Hanya dalam satu tahun, bertambah 349 instansi baru yang siap menerapkannya. Semoga hari ini Sulawesi Tengah menjadi instansi yang ke-350,” ujarnya.<br><br>Perkembangan positif ini menurutnya merupakan salah satu bagian dari fondasi penting dalam membangun birokrasi yang kuat dan mendukung kemajuan negara. Birokrasi, tentara, dan kepolisian merupakan tiga pilar penting dalam penyelenggaraan negara, dengan penguatan birokrasi salah satunya dilakukan melalui penerapan manajemen talenta ASN. Melalui sistem ini, instansi pemerintah dapat mengidentifikasi dan menempatkan pegawai berdasarkan kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi. <br><br>Pemetaan talenta juga memungkinkan instansi menyiapkan kandidat suksesor untuk mengisi jabatan yang dibutuhkan sehingga proses pengisian jabatan dapat berlangsung lebih cepat dan terencana. “Dinamika perubahan sekarang sangat cepat, sehingga kepala daerah harus bisa memilih SDM dengan cepat. Kalau dengan _open bidding_, butuh waktu sekitar tiga bulan. Dengan manajemen talenta, cukup satu minggu. Kenapa? Karena kandidatnya sudah disiapkan,” jelasnya.<br><br>Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa penataan birokrasi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan visi dan misi pembangunan daerah berjalan efektif. Ia menekankan perlunya membangun budaya kerja ASN yang berbasis data, mendorong inovasi, serta memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Melayani rakyat secara profesional adalah tugas utama kita. Ciri birokrat pelayan adalah mereka yang diangkat melalui proses sistem merit. Kalau diangkat karena kedekatan, biasanya masih bergaya penguasa. Sebaliknya, yang diangkat melalui semua tahapan sistem akan menyayangi jabatannya dan merasa harus melayani rakyat dengan baik,” ungkap Anwar.<br><br>Dalam ekspose tersebut, Pemprov Sulawesi Tengah memaparkan progres pembangunan manajemen talenta, termasuk penyusunan rencana suksesi bagi ASN di lingkungan pemerintah provinsi. Dengan jumlah 18.491 ASN, tahapan yang disiapkan meliputi identifikasi jabatan kosong, pemetaan talenta untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Jabatan Administrator, penyiapan kandidat suksesor, serta pendalaman terhadap kandidat yang telah dipetakan. Pemprov Sulawesi Tengah juga merancang program pengembangan talenta melalui coaching dan mentoring, rotasi dan mutasi, serta pendampingan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Dalam pengelolaan data dan pemetaan talenta, Pemprov Sulawesi Tengah memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) BKN.<br><br>Pada kesempatan tersebut, BKN turut menekankan pentingnya partisipasi aktif ASN dalam memperbarui data kepegawaian melalui fitur Lemari Digital pada aplikasi MyASN. Kelengkapan data, mulai dari riwayat pendidikan dan pelatihan hingga pengembangan kompetensi, menjadi dasar untuk mengidentifikasi potensi dan kapasitas pegawai secara akurat. Dengan data yang mutakhir, pemetaan talenta dapat dilakukan secara lebih objektif sehingga pengembangan karier ASN selaras dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.<br>[br]<br>Dalam proses penyempurnaan penerapan manajemen talenta, BKN juga memberikan masukan kepada Pemprov Sulawesi Tengah untuk memastikan prinsip kesetaraan dan keadilan diterapkan bagi seluruh ASN. BKN menyampaikan bahwa standar waktu penyelesaian layanan adalah lima hari kerja, dengan harapan perbaikan dokumen dapat ditindaklanjuti dalam satu hingga dua hari. Penyempurnaan tersebut diperlukan agar instrumen manajemen talenta memenuhi ketentuan dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.***<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_215242_837.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_7110_Dengan-Dukungan-BKN--Prof--Zudan-Dorong-Pemprov-Sulawesi-Tengah-Jadi-Instansi-ke-350-yang-Terapkan-Manajemen-Talenta.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/berita/dengan-dukungan-bkn--prof--zudan-dorong-pemprov-sulawesi-tengah-jadi-instansi-ke-350-yang-terapkan-manajemen-talenta</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menelaah Buku Biologi Kelas XII dengan Landasan Filsafat Pendidikan Biologi</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 21:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menelaah Buku Biologi Kelas XII dengan Landasan Filsafat Pendidikan Biologi]]></title>
            <description><![CDATA[DATARIAU.COMelajar biologi bukan hanya menghafal istilah dan proses kehidupan. Kita juga perlu memahami bagaimana kehidupan bekerja, bagaimana pengetahuan tentang kehidupan diperoleh, dan bagaimana ilmu itu sebaiknya digunakan. Halhal tersebut dapa]]></description>
            <content><![CDATA[	<b>DATARIAU.COM</b>-elajar biologi bukan hanya menghafal istilah dan proses kehidupan. Kita juga perlu memahami bagaimana kehidupan bekerja, bagaimana pengetahuan tentang kehidupan diperoleh, dan bagaimana ilmu itu sebaiknya digunakan. Hal-hal tersebut dapat ditelaah melalui filsafat pendidikan biologi.<br><br>Dalam Filsafat Pendidikan Biologi, L. N. Firdaus (2025) menjelaskan tiga landasan untuk memahami pendidikan biologi, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi berkaitan dengan hakikat kehidupan dan objek kajian biologi. Epistemologi membahas cara memperoleh dan menguji pengetahuan. Aksiologi membahas nilai, etika, dan tanggung jawab dalam penggunaan ilmu. Dengan kerangka tersebut, saya menelaah buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XII karya Dewi dan rekan-rekan (2022), yang memuat materi tentang proses kehidupan, pewarisan sifat, evolusi, dan penerapan biologi.<br><br>Buku ini menyusun pembahasan dari proses yang terjadi di dalam sel menuju perubahan sifat makhluk hidup dan pemanfaatan ilmu biologi. Pembaca terlebih dahulu mengenal enzim dan metabolisme, termasuk fotosintesis, respirasi, fermentasi, serta proses pembentukan dan penggunaan energi. Materi ini memberi gambaran bahwa kehidupan berlangsung melalui reaksi yang saling berhubungan. Setelah itu, pembahasan beralih pada DNA, RNA, kromosom, sintesis protein, pembelahan sel, dan pewarisan sifat. Hubungan antara materi genetik dan sifat makhluk hidup menjadi lebih mudah dipahami karena pembaca diajak melihat proses kehidupan dari tingkat molekul dan sel.<br><br>Dari pembahasan pewarisan sifat, buku kemudian membawa siswa pada evolusi dan perubahan populasi. Siswa mempelajari gagasan tentang evolusi, seleksi alam dan buatan, mutasi, hanyutan genetik, serta aliran gen. Buku juga menyajikan bukti yang digunakan untuk memahami evolusi, seperti fosil, persamaan struktur tubuh, embriologi, dan kemiripan materi genetik. Menurut saya, hubungan antarmateri ini membantu pembaca melihat bahwa kehidupan tidak bersifat tetap. Makhluk hidup memiliki variasi, dan perubahan dapat dipahami dengan mempelajari bukti serta proses yang berlangsung dari waktu ke waktu.<br><br>Jika dilihat dari aspek ontologi, isi buku mencerminkan kehidupan sebagai rangkaian proses yang berhubungan, mulai dari reaksi sel hingga perubahan populasi. Kekuatan pendekatan ini adalah siswa tidak hanya berhadapan dengan definisi, tetapi dapat melihat hubungan antara proses-proses biologis. Walaupun begitu, hubungan materi molekuler dengan organisme dan lingkungannya dapat dibuat lebih menonjol agar gambaran kehidupan terasa semakin utuh.<br><br>Buku ini juga mengajak siswa belajar melalui percobaan, pengamatan, diskusi, analisis gambar dan data, pencarian informasi, serta penyusunan laporan. Contohnya, siswa mengamati kerja enzim katalase pada kondisi yang berbeda, menganalisis bukti evolusi, dan membuat kladogram. Kegiatan seperti ini sejalan dengan epistemologi karena pengetahuan biologi tidak hanya diterima sebagai fakta, tetapi dipelajari melalui pengamatan dan penalaran. Namun, beberapa kegiatan sudah memiliki langkah dan pertanyaan yang cukup terarah. Siswa perlu mendapat kesempatan untuk merumuskan pertanyaan, memilih sumber, dan menjelaskan kesimpulan dengan kata-kata sendiri.<br><br>Setelah membahas dasar-dasar kehidupan dan perubahan makhluk hidup, buku memperkenalkan bioteknologi konvensional dan modern. Siswa mempelajari berbagai penerapan, seperti fermentasi, bioremediasi, kultur jaringan, rekayasa genetika, organisme transgenik, kloning, antibodi monoklonal, sel punca, dan penyuntingan gen. Contoh-contoh itu menghubungkan biologi dengan pangan, kesehatan, pertanian, dan lingkungan. Bagian bioetika mengajak siswa mempertimbangkan manfaat, risiko, dan dampak dari penggunaan teknologi tersebut.<br><br>Pada bagian ini, landasan aksiologi terlihat jelas. Ilmu biologi dapat membantu menyelesaikan masalah, tetapi penggunaannya juga membawa tanggung jawab. Menurut saya, pembahasan bioetika merupakan bagian penting karena siswa diajak bertanya bukan hanya tentang apa yang bisa dilakukan, tetapi juga tentang akibat dan nilai yang perlu dipertimbangkan. Pembahasannya akan lebih kuat jika siswa mendapat panduan untuk menilai persoalan dari beberapa sisi, seperti keselamatan, kesejahteraan, keadilan, dan dampaknya terhadap lingkungan.<br><br>Satu kegiatan yang perlu dipandu dengan cermat adalah debat pro dan kontra teori evolusi Darwin pada Aktivitas 3.24. Debat dapat melatih siswa menyampaikan alasan, tetapi guru perlu menekankan bahwa pengetahuan ilmiah dinilai melalui bukti dan metode. Tanpa arahan tersebut, siswa bisa menangkap kesan bahwa semua posisi memiliki dukungan ilmiah yang sama. Diskusi akan lebih sesuai dengan tujuan epistemologi jika siswa membandingkan bukti, cara penyusunan penjelasan, dan perkembangan gagasan ilmiah.<br><br><b>Kelebihan dan Kekurangan Buku</b><br><br>Kelebihan buku ini terletak pada susunan materi yang luas dan berurutan. Penjelasan dilengkapi gambar, contoh, latihan, praktikum, diskusi, proyek, dan kegiatan mencari informasi. Sejumlah kegiatan menghubungkan konsep dengan pengalaman sehari-hari, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk belajar secara aktif. Pembahasan bioetika juga membantu memperlihatkan bahwa ilmu biologi berhubungan dengan nilai dan tanggung jawab.<br><br>Sebagian kegiatan masih sangat bergantung pada langkah dan pertanyaan yang disediakan buku. Kegiatan seperti ini dapat menjadi latihan awal, tetapi siswa juga perlu berlatih merancang penyelidikan, menilai sumber, dan membangun kesimpulan sendiri. Buku dapat memberi arahan yang lebih jelas tentang cara menilai apakah suatu sumber informasi dapat dipercaya.<br><br>Selain itu, pembahasan evolusi melalui debat pro dan kontra memerlukan pendampingan agar siswa memahami bagaimana bukti digunakan dalam ilmu pengetahuan. Pembahasan bioetika juga dapat dilengkapi dengan panduan yang lebih teratur supaya siswa tidak berhenti pada jawaban setuju atau tidak setuju, tetapi mampu menjelaskan alasan dan dampak yang menjadi pertimbangannya.<br><br>Menurut saya, Biologi untuk SMA/MA Kelas XII menyajikan gambaran yang cukup menyeluruh tentang kehidupan, dari proses di dalam sel hingga penerapan biologi dalam masyarakat. Materi dan kegiatannya memberi peluang bagi siswa untuk memahami konsep, mengamati bukti, berdiskusi, dan memikirkan tanggung jawab dalam penggunaan ilmu.<br><br>Dengan landasan filsafat pendidikan biologi dari Prof. Dr. L. N. Firdaus, M.Si, buku ini dapat dibaca melalui hakikat kehidupan yang dipelajari, cara pengetahuan diperoleh, dan nilai yang menyertai penerapan biologi. Buku ini layak digunakan sebagai sumber belajar. Agar manfaatnya lebih terasa, guru perlu mendorong siswa berpikir mandiri, menilai bukti dan sumber informasi, serta mempertimbangkan dampak etis dari perkembangan biologi.***<br><br><i>*Mahasiswi Program Magister Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Riau</i><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_213647_616.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_7586_Menelaah-Buku-Biologi-Kelas-XII-dengan-Landasan-Filsafat-Pendidikan-Biologi.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/opini/menelaah-buku-biologi-kelas-xii-dengan-landasan-filsafat-pendidikan-biologi</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolda Riau Tegaskan Polisi Harus Humanis, Adil dan Tidak Memihak Dalam Konflik Masyarakat Saat Kunker ke Mapolres Siak</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 21:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolda Riau Tegaskan Polisi Harus Humanis, Adil dan Tidak Memihak Dalam Konflik Masyarakat Saat Kunker ke Mapolres Siak]]></title>
            <description><![CDATA[Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat SIK MSi didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ny Peppy Arman Achdiat beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Riau melaksanakan kunjungan kerja di wilayah hukum Polres Siak, Kamis (29/10/2026).]]></description>
            <content><![CDATA[<div><b>SIAK, datariau.com</b> - Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat SIK MSi didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ny Peppy Arman Achdiat beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Riau melaksanakan kunjungan kerja di wilayah hukum Polres Siak, Kamis (29/10/2026).</div><div><br></div><div>Kedatangan rombongan Kapolda Riau menggunakan helikopter mendarat di Helipad PT BSP Dayun sekira pukul 08.50 WIB dan disambut langsung oleh Kapolres Siak AKBP, Sepuh Ade Irsyam Siregar SH SIK MH bersama jajaran pimpinan Polres Siak.</div><div><br></div><div>Setibanya di Mapolres Siak pukul 09.00 WIB, rombongan Kapolda Riau disambut secara adat Melayu melalui prosesi pemasangan tanjak dan selendang songket oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, pengalungan bunga, persembahan atraksi pencak silat, musik kompang, tradisi jajar hormat, hingga penanaman pohon bersama.</div><div><br></div><div>Dalam pengarahannya di Gedung EDL Polres Siak yang dihadiri seluruh PJU, para Kapolsek, dan perwakilan personil Polres Siak, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat menegaskan komitmen transformasi Polri dari pendekatan kekuasaan (power oriented) menjadi pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat (society oriented).</div><div><br></div><div>"Setiap personil harus mengutamakan pelayanan yang humanis, profesional, adil, dan tidak diskriminatif, serta terus mengikis kesenjangan antara Polri dan masyarakat," ujar Irjen Pol Arman Achdiat.</div><div><br></div><div>Kapolda Riau juga memberikan beberapa arahan strategis kepada seluruh jajaran Polres Siak, di antaranya:</div><div><br></div><div>Kehadiran Aktif di Tengah Masyarakat: Kapolsek dan Bhabinkamtibmas diinstruksikan aktif berkomunikasi dan mengenali kondisi wilayah binaan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.</div><div><br></div><div>Deteksi Dini Konflik Sosial: Mengelola potensi konflik sejak dini??&quot;termasuk perselisihan lahan perkebunan dan isu kemasyarakatan??&quot;secara persuasif dan obyektif tanpa memihak.</div><div><br></div><div>Patroli Prioritas Berbasis Intelijen: Mengoptimalkan pemetaan wilayah rawan guna menyiasati keterbatasan jumlah personel.</div><div>Pencegahan Karhutla dan Narkoba: Memperkuat sinergi cegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memberantas peredaran narkoba secara tegas.</div><div><br></div><div>Bijak Bermedia Sosial: Mengimbau seluruh personul beserta keluarga untuk menjaga etika dan netralitas di ruang digital.</div><div>Penghormatan terhadap Kearifan Lokal: Menjaga keharmonisan dengan masyarakat adat dan menghormati budaya lokal Kabupaten Siak.</div><div><br></div><div>Disaat bersamaan, Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ny Peppy Arman Achdiat beserta rombongan melakukan serangkaian kegiatan sosial, meliputi peninjauan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), UMKM Bhayangkari, Posyandu, pemeriksaan kesehatan, serta pemeriksaan administrasi buku di Kantor Bhayangkari Siak.</div><div><br></div><div>Usai kegiatan di Mapolres Siak, Kapolda Riau beserta rombongan melakukan kunjungan ke Istana Siak dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Siak yang disambut langsung oleh Bupati Siak Dr Afni Z SAP MSi beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</div><div><br></div><div>Rombongan juga menyempatkan diri berziarah ke Makam Sultan Syarif Kasim II serta beribadah di Masjid Syahbuddin.</div><div><br></div><div>Rangkaian kunker dilanjutkan dengan acara silaturahmi bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama Kabupaten Siak yang berlangsung hangat di Gedung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat.</div><div><br></div><div>Dalam sambutannya, Bupati Siak Dr Afni Z menyampaikan, apresiasi dan rasa terima kasihnya atas perhatian besar jajaran Kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Siak.</div><div><br></div><div>"Kunjungan kerja ini merupakan sebuah kehormatan dan motivasi besar bagi kami di daerah untuk terus bersinergi menjaga stabilitas daerah. Kami mengapresiasi dukungan Polri dalam menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan dari ancaman karhutla," kata Bupati Siak.</div><div><br></div><div>Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat dalam sambutannya memuji kekayaan nilai sejarah dan peradaban Kabupaten Siak. Kapolda mengimbau seluruh elemen untuk memperkuat sinergi dan mendukung program "Polisi Bersama Masyarakat".</div><div><br></div><div>"Polri berkomitmen untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Kami mengajak Pemda, Forkopimda, serta para tokoh adat dan agama untuk bahram-membahu menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan harmonis," tutur Irjen Pol Arman Achdiat.</div><div><br></div><div>Seluruh rangkaian kegiatan Kunjungan Kerja Kapolda Riau di Kabupaten Siak berakhir setelah kegiatan di Rumah rakyat rombongan bertolak kembali menuju Pekanbaru Seluruh agenda berlangsung aman, tertib dan lancar.(***)</div>	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_7979_Kapolda-Riau-Tegaskan-Polisi-Harus-Humanis--Adil-dan-Tidak-Memihak-Dalam-Konflik-Masyarakat-Saat-Kunker-ke-Mapolres-Siak.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/beritaTNI-polri/kapolda-riau-tegaskan-polisi-harus-humanis--adil-dan-tidak-memihak-dalam-konflik-masyarakat-saat-kunker-ke-mapolres-siak</link>
            <author><![CDATA[Hermansyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Putri Daerah Siak Novita Sari Raih Penghargaan Pemkab, Torehkan Prestasi Lewat Dua Buku Akademik</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 19:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Putri Daerah Siak Novita Sari Raih Penghargaan Pemkab, Torehkan Prestasi Lewat Dua Buku Akademik]]></title>
            <description><![CDATA[SIAK, datariau.com  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah Kabupaten Siak. Novita Sari, S.I.P., M.IP. (29), dosen tetap Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Riau Indonesia (UNRIDA), menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pe]]></description>
            <content><![CDATA[	<p><b>SIAK, datariau.com </b>- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah Kabupaten Siak. Novita Sari, S.I.P., M.IP. (29), dosen tetap Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Riau Indonesia (UNRIDA), menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak atas kontribusinya dalam menghasilkan dua buku akademik di bidang pemerintahan dan administrasi negara.<br><br>Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Kantor Bupati Siak, Rabu (28/10/2026). Penyerahan penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kontribusi generasi muda dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui karya tulis.<br><br>Momen tersebut juga ditandai dengan penandatanganan buku karya Novita oleh Wakil Bupati Siak sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya di bidang pendidikan dan literasi.<br><br>Dua buku yang mengantarkan Novita meraih penghargaan tersebut yakni Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan yang diterbitkan pada 2025 dan Dasar-Dasar Ilmu Administrasi Negara yang terbit pada 2026.<br><br>Dalam kedua karya tersebut, Novita memiliki peran penting. Ia menjadi penulis utama buku Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan dan penulis tunggal buku Dasar-Dasar Ilmu Administrasi Negara.<br><br>Kedua buku itu diharapkan dapat memperluas akses pengetahuan masyarakat, mahasiswa, dan kalangan akademisi mengenai konsep pemerintahan serta administrasi negara. Selain menjadi bahan pembelajaran di perguruan tinggi, karya akademik juga berperan dalam membantu masyarakat memahami tata kelola pemerintahan dan berbagai aspek penyelenggaraan administrasi publik.<br><br><img style="width: 100%;" src="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/gal_1327_.jpg"><br><br></p><h2>Berawal dari Pendidikan, Berkontribusi Lewat Karya</h2><p><br>Perjalanan Novita hingga mencapai prestasi tersebut tidak terlepas dari pendidikan dan konsistensinya dalam mengembangkan kapasitas diri.<br><br>Alumnus Universitas Islam Riau (UIR) itu tercatat pernah menerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Riau dengan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.<br><br>Kini, Novita mengabdikan diri sebagai dosen tetap di UNRIDA. Selain menjalankan peran sebagai pendidik, ia juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penulisan buku akademik.<br><br>Kiprahnya menunjukkan bahwa kontribusi terhadap daerah tidak hanya diwujudkan melalui jabatan di pemerintahan atau keterlibatan langsung dalam pembangunan fisik. Dunia pendidikan, penelitian, dan literasi juga menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.<br><br>Sebagai putri daerah Siak, pencapaian Novita menjadi kebanggaan tersendiri. Penghargaan dari Pemkab Siak tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas kontribusi di bidang akademik yang dapat memberikan manfaat lebih luas.<br><br></p><h2>Inspirasi bagi Generasi Muda</h2><p><br>Prestasi Novita juga menjadi pengingat bahwa pendidikan, ketekunan, dan konsistensi dalam berkarya merupakan modal penting untuk mengembangkan potensi diri.<br><br>Di tengah tantangan perkembangan zaman, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan masyarakat.<br><br>Budaya membaca dan menulis pun perlu terus diperkuat, terutama di kalangan pelajar, mahasiswa, dan akademisi. Melalui karya tulis yang berkualitas, pengetahuan dapat diwariskan, dikembangkan, dan dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.<br>[br]<br>Penghargaan yang diterima Novita diharapkan dapat memotivasi lebih banyak generasi muda Siak untuk berani berkarya sesuai bidang keahlian masing-masing.<br><br>Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa putra-putri daerah memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai jalur, termasuk pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.<br><br>Dengan dua buku akademik yang telah diterbitkan, Novita diharapkan terus meningkatkan produktivitasnya dalam menulis serta memperluas kontribusinya bagi dunia pendidikan.<br><br>Prestasi ini menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap daerah dapat diwujudkan melalui karya nyata. Dari ruang akademik, seorang putri daerah turut mengambil bagian dalam membangun tradisi intelektual dan mendorong kemajuan generasi penerus.***</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_5195_Putri-Daerah-Siak-Novita-Sari-Raih-Penghargaan-Pemkab--Torehkan-Prestasi-Lewat-Dua-Buku-Akademik.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/pendidikan/putri-daerah-siak-novita-sari-raih-penghargaan-pemkab--torehkan-prestasi-lewat-dua-buku-akademik</link>
            <author><![CDATA[Riki]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polres Langsa Sita 39,9 Kg Ganja dan 24,38 Gram Sabu, 14 Pria Diamankan</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 19:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polres Langsa Sita 39,9 Kg Ganja dan 24,38 Gram Sabu, 14 Pria Diamankan]]></title>
            <description><![CDATA[LANGSA, datariau.com  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Langsa, Aceh, menyita 39,9 kilogram ganja kering dan 24,38 gram sabu dalam pengungkapan 10 kasus narkotika selama Operasi Gakkum Sarang Narkoba 2026. Dalam rangkaian pengungkapan te]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>LANGSA, datariau.com </b>- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Langsa, Aceh, menyita 39,9 kilogram ganja kering dan 24,38 gram sabu dalam pengungkapan 10 kasus narkotika selama Operasi Gakkum Sarang Narkoba 2026. Dalam rangkaian pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 14 pria yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika.<br><br>Pengungkapan kasus yang berlangsung pada 9 hingga 27 Oktober 2026 itu disampaikan Kapolres Langsa AKBP Hyrowo dalam konferensi pers di Aula Mapolres Langsa, Kamis (29/10/2026).<br><br>Operasi tersebut dilaksanakan melalui sinergi dan kerja sama antara Polres Langsa, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Langsa, serta Bea Cukai Langsa.<br><br>Dari 10 kasus yang berhasil diungkap, sembilan di antaranya merupakan perkara narkotika jenis sabu, sedangkan satu kasus lainnya terkait peredaran ganja.<br><br>Kasus yang paling menonjol adalah penyitaan hampir 40 kilogram ganja di kawasan Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat.<br><br>Pengungkapan tersebut berlangsung pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam operasi itu, petugas mengamankan dua pria berinisial AN (27), yang bekerja sebagai petani, dan MM (20), berstatus pelajar/mahasiswa.<br><br>Keduanya diketahui berasal dari Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.<br><br>Dari tangan kedua terduga pelaku, polisi menyita ganja kering dengan berat mencapai 39.898 gram atau sekitar 39,9 kilogram. Dalam perkara tersebut, keduanya diduga berperan sebagai bandar atau pengedar narkotika.<br><br>Kasus ini tercatat dalam laporan polisi nomor LP/A/68/X/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES LANGSA/POLDA ACEH tertanggal 21 Oktober 2026.<br><br></p><h2>Sembilan Kasus Sabu, 12 Orang Diamankan</h2><p><br>Selain pengungkapan peredaran ganja, Satresnarkoba Polres Langsa juga mengungkap sembilan perkara narkotika jenis sabu dengan total barang bukti yang dilaporkan mencapai 24,38 gram.<br><br>Secara keseluruhan, sebanyak 14 pria diamankan dalam rangkaian pengungkapan tersebut. Sebanyak 12 orang terkait perkara sabu, sedangkan dua orang lainnya terkait kasus ganja.<br><br>Berdasarkan kategori peran yang disampaikan kepolisian, 11 orang diduga berperan sebagai bandar atau pengedar, sementara tiga lainnya dikategorikan sebagai pengguna.<br><br>Pengungkapan kasus sabu dilakukan di sejumlah lokasi, meliputi wilayah Langsa Lama, Langsa Barat, Langsa Baro, dan Langsa Kota. Penindakan juga menjangkau wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur yang termasuk dalam wilayah hukum Polres Langsa.<br><br></p><h2>Operasi Sarang Narkoba 2026</h2><p><br>Kapolres Langsa AKBP Hyrowo menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sarang Narkoba 2026 sekaligus upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika.<br><br>Kegiatan itu juga merupakan bagian dari program Quick Wins Kapolri bertajuk "Polisi Bersama Masyarakat".<br><br>Menurutnya, upaya pemberantasan narkotika membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.<br>[br]<br>Polres Langsa juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh ajakan untuk menjadi kurir, pengedar, ataupun pengguna narkotika.<br><br>Masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan dari ancaman peredaran barang terlarang tersebut serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.<br><br>"Perang terhadap narkotika bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama," demikian pesan yang disampaikan dalam upaya mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkoba.<br><br>Selanjutnya, para tersangka menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>Hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala Kantor Bea Cukai Langsa Dwi Harmawanto, Wakapolres Langsa Kompol Yasir, Kasat Resnarkoba Polres Langsa Iptu Sirya Iqbal, Pranata Pemberantasan BNN Kota Langsa Reza Fasha, Kasi Propam Polres Langsa Iptu Muktazillah, Kasi Humas Polres Langsa Iptu Rusdianto, KBO Satresnarkoba Polres Langsa Ipda Ridwan Husin, serta Kanit I Satresnarkoba Polres Langsa Ipda Agung Nasution. (esy)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_5197_Polres-Langsa-Sita-39-9-Kg-Ganja-dan-24-38-Gram-Sabu--14-Pria-Diamankan.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/berita/polres-langsa-sita-39-9-kg-ganja-dan-24-38-gram-sabu--14-pria-diamankan</link>
            <author><![CDATA[Riki]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Stand Pendaftaran PRB 2027 Dibuka, Pelajar dan Mahasiswa Diajak Unjuk Potensi di Bidang Sains</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 19:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Stand Pendaftaran PRB 2027 Dibuka, Pelajar dan Mahasiswa Diajak Unjuk Potensi di Bidang Sains]]></title>
            <description><![CDATA[PEKANBARU, datariau.com  Pekan Raya Biologi (PRB) 2027 mulai membuka layanan pendaftaran bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam ajang kompetisi sains yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Il]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>PEKANBARU, datariau.com </b>- Pekan Raya Biologi (PRB) 2027 mulai membuka layanan pendaftaran bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam ajang kompetisi sains yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Riau (Unri).<br><br>Kehadiran stand pendaftaran ini menjadi langkah awal bagi calon peserta untuk memperoleh informasi sekaligus mempersiapkan diri mengikuti berbagai perlombaan yang akan digelar dalam kegiatan tahunan tersebut.<br><br>Mengusung slogan “Saintis Muda, Cerdas Berkarya”, PRB 2027 hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, inovasi, serta kemampuan di bidang ilmu pengetahuan.<br><br>Melalui stand pendaftaran yang berlokasi di Gedung F FKIP Universitas Riau, calon peserta dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai rangkaian perlombaan, persyaratan, hingga tata cara pendaftaran. Panitia juga siap membantu memberikan penjelasan kepada peserta dalam menentukan cabang lomba yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.<br><br></p><blockquote>Baca juga:<a href="https://www.datariau.com/detail/pendidikan/pekan-raya-biologi-universitas-riau-2027-hadir-dengan-11-cabang-lomba--pendaftaran-dibuka-akhir-oktober-2026" target="_blank" title="Pekan Raya Biologi Universitas Riau 2027 Hadir dengan 11 Cabang Lomba, Pendaftaran Dibuka Akhir Oktober 2026">Pekan Raya Biologi Universitas Riau 2027 Hadir dengan 11 Cabang Lomba, Pendaftaran Dibuka Akhir Oktober 2026		</a></blockquote><p><br>PRB 2027 menghadirkan beragam kompetisi yang terbagi dalam tiga kategori, yakni lomba mahasiswa, lomba esensial, dan lomba nonesensial.<br><br>Pada kategori lomba mahasiswa, terdapat dua cabang yang dapat diikuti, yaitu Fotografi Nasional dan Esai Ilmiah. Kedua lomba ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas visual serta menuangkan gagasan, analisis, dan pemikiran kritis melalui karya tulis.<br><br>Sementara itu, kategori lomba esensial mencakup Uji Kompetensi Tertulis (UKT), Uji Kompetensi Laboratorium (UKL), Cepat Tepat (CT), Bio Expo School Competition, Karya Tulis Remaja (LKTR), serta Poster Ilmiah se-Sumatera.<br><br>Berbagai cabang tersebut dirancang untuk mengasah pengetahuan, keterampilan praktis, kemampuan berpikir cepat, serta kreativitas peserta dalam memahami dan menyampaikan gagasan ilmiah.<br><br></p><blockquote>Baca juga:<a href="https://www.datariau.com/detail/pendidikan/pekan-raya-biologi-2026-resmi-dibuka--diikuti-1-578-peserta" target="_blank" title="Pekan Raya Biologi 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 1.578 Peserta">Pekan Raya Biologi 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 1.578 Peserta		</a></blockquote><p><br>Adapun kategori lomba nonesensial menghadirkan Fotografi SMP/SMA, Melukis, Desain Poster SMP dan SMA tingkat nasional, Mading 3D, serta Komik Strip Digital.<br><br>Melalui kategori ini, peserta memiliki kesempatan untuk menyalurkan bakat seni, mengembangkan kemampuan visual, dan menyampaikan pesan edukatif melalui karya-karya kreatif.<br><br>Salah satu pembaruan pada penyelenggaraan PRB tahun ini terdapat pada cabang karya tulis. Panitia mengganti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) menjadi lomba esai ilmiah.<br><br>Perubahan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan gagasan, menganalisis berbagai persoalan, serta menyampaikan pemikiran kritis melalui tulisan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan maupun lingkungan sekitar.<br><br></p><blockquote>Baca juga:<a href="https://www.datariau.com/detail/pendidikan/panitia-pekan-raya-biologi-2026-fkip-unri-perkuat-kesiapan-jelang-hari-pelaksanaan" target="_blank" title="Panitia Pekan Raya Biologi 2026 FKIP UNRI Perkuat Kesiapan Jelang Hari Pelaksanaan">Panitia Pekan Raya Biologi 2026 FKIP UNRI Perkuat Kesiapan Jelang Hari Pelaksanaan	</a></blockquote><p><br>Ketua Panitia PRB 2027, Abdullah Abiyyu, bersama seluruh panitia terus mempersiapkan layanan pendaftaran dan rangkaian kegiatan agar calon peserta mendapatkan kemudahan dalam mengikuti kompetisi tersebut.<br><br>PRB 2027 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, mengasah kemampuan, serta membangun semangat berprestasi di bidang sains dan kreativitas.<br>[br]<br>Calon peserta dapat mengunjungi stand pendaftaran PRB 2027 di Gedung F FKIP Universitas Riau setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.<br><br>Selain pendaftaran secara langsung, informasi dan akses pendaftaran juga tersedia melalui tautan resmi https://linktr.ee/pekanrayabiologi_2027.<br><br>Dengan beragam cabang kompetisi dan kemudahan akses pendaftaran, PRB 2027 mengajak pelajar dan mahasiswa untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang mengedepankan kreativitas, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan.<br><br>Melalui semangat “Saintis Muda, Cerdas Berkarya”, PRB 2027 diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi, melahirkan ide-ide inovatif, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.***</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_3808_Stand-Pendaftaran-PRB-2027-Dibuka--Pelajar-dan-Mahasiswa-Diajak-Unjuk-Potensi-di-Bidang-Sains.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/pendidikan/stand-pendaftaran-prb-2027-dibuka--pelajar-dan-mahasiswa-diajak-unjuk-potensi-di-bidang-sains</link>
            <author><![CDATA[Riki]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Diguyur Hujan Lebat, Relawan Syirkah Tetap Tuntaskan Fardhu Kifayah Jenazah Orang Terlantar hingga ke Pemakaman</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 19:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Diguyur Hujan Lebat, Relawan Syirkah Tetap Tuntaskan Fardhu Kifayah Jenazah Orang Terlantar hingga ke Pemakaman]]></title>
            <description><![CDATA[PEKANBARU, datariau.com  Hujan lebat dan badai yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Kamis (29/10/2026) sore tak menyurutkan langkah para relawan Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru. Dengan penuh keikhlasan, mereka mengantarkan seorang jenazah yang se]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>PEKANBARU, datariau.com </b>- Hujan lebat dan badai yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Kamis (29/10/2026) sore tak menyurutkan langkah para relawan Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru. Dengan penuh keikhlasan, mereka mengantarkan seorang jenazah yang semasa hidupnya terlantar, hingga ke TPU Syirkah yang beralamat di Jalan Sekolah Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar.<br><br>Bagi sebagian orang, hujan deras mungkin menjadi alasan untuk menunda aktivitas. Namun, bagi para relawan Syirkah, ada amanah yang harus dituntaskan. Di hadapan mereka, terbentang tanggung jawab kemanusiaan sekaligus kewajiban sebagai sesama Muslim untuk mengurus jenazah dan segera dimakamkan.<br><br>Kisah ini bermula ketika pihak Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru menerima telepon dari seorang anggota paguyuban yang berada di Pekanbaru. Ia menyampaikan kabar bahwa seorang warga terlantar telah meninggal dunia di Rumah Sakit Petala Bumi dan membutuhkan bantuan untuk penyelenggaraan jenazah.<br><br>Sebelumnya, selama menjalani perawatan di rumah sakit, almarhum telah mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial. Namun, setelah ajal menjemput, masih ada rangkaian kewajiban yang harus ditunaikan sebelum jenazah dikebumikan.<br><br>Tanpa banyak pertimbangan, relawan Syirkah bergerak menjalankan amanah untuk memberikan bantuan. Mereka menjalankan setiap tahapan penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga mengantarkannya ke pemakaman.<br><br>Di tengah duka dan kesunyian, tak ada lagi yang dilihat selain seorang manusia yang harus diperlakukan dengan layak hingga akhir hayatnya. Meski identitas dan perjalanan hidupnya tidak banyak diketahui, kepergiannya tetap mengundang tanggung jawab bagi mereka yang masih hidup.<br><br></p><h2>Hujan Deras Tak Menghentikan Langkah</h2><p><br>Sore itu, hujan turun dengan deras. Langit yang kelabu seolah menambah suasana haru dalam prosesi pemakaman. Tanah basah, guyuran air, dan perjalanan menuju TPU Muslim Syirkah menjadi bagian dari perjuangan para relawan dalam menuntaskan amanah tersebut.<br><br>Namun, derasnya hujan tak membuat mereka mengurungkan niat. Langkah demi langkah tetap dilanjutkan hingga jenazah sampai ke tempat pemakaman dan dimakamkan.<br><br>Di saat sebagian orang berteduh untuk menghindari hujan, para relawan ini justru tetap berada di luar, menunaikan tugas yang harus diselesaikan dan harapan agar jenazah dapat dimakamkan secara layak.<br><br>Dalam ajaran Islam, mengurus jenazah merupakan fardhu kifayah, yakni kewajiban bersama umat Islam yang gugur apabila telah ditunaikan oleh sebagian orang. Namun, dalam praktiknya, kewajiban itu juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama manusia, termasuk mereka yang hidup tanpa keluarga atau orang-orang terdekat yang dapat mengurus kepergiannya.<br><br>Bagi relawan Syirkah, hujan sore itu tidak mengubah tujuan mereka. Jenazah harus dimuliakan, haknya sebagai seorang Muslim harus ditunaikan, dan perjalanan menuju perkuburan harus diantarkan hingga selesai.<br><br></p><h2>Kepedulian yang Tak Berhenti pada Kematian</h2><p><br>Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak semestinya berhenti hanya karena seseorang telah meninggal dunia. Bahkan ketika seseorang pergi tanpa banyak orang yang mengiringi, ia tetap memiliki hak untuk diurus dan dimakamkan dengan layak.<br><br>Di balik prosesi sederhana tersebut, tersimpan pelajaran tentang ketulusan. Bahwa kemanusiaan tidak selalu hadir dalam tindakan besar yang disaksikan banyak orang. Terkadang, ia hadir melalui tangan-tangan yang memandikan jenazah, kain kafan yang membungkus tubuh dengan penuh penghormatan, doa yang dipanjatkan, serta langkah kaki yang terus bergerak meski dibasahi hujan.<br><br>Melalui kegiatan ini, relawan Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru berharap dapat terus menjaga amanah dalam membantu penyelenggaraan jenazah, tak terkecuali bagi mereka yang terlantar dan tidak memiliki pihak yang dapat mengurusnya.<br><br>Mereka juga berharap Allah Subhanahu wata’ala senantiasa menjaga keikhlasan, memberikan kesehatan, serta menguatkan para relawan agar tetap mampu menjalankan tugas kemanusiaan dan ibadah tersebut dalam berbagai keadaan.<br><br>Di penghujung hari yang diguyur hujan lebat itu, satu amanah telah ditunaikan. Seorang manusia telah diantarkan ke liang kubur yang menjadi awal perjalanan panjangnya, sementara para relawan kembali membawa pelajaran berharga tentang arti kepedulian.<br><br>Semoga hujan yang membasahi bumi sore itu menjadi keberkahan, dan semoga Allah Subhanahu wata’ala mengampuni dosa-dosa jenazah, melapangkan kuburnya, serta menerima setiap amal kebaikannya.<br><br>Sebab, pada akhirnya, kemuliaan manusia bukan ditentukan oleh seberapa banyak orang yang mengiringinya ketika hidup, melainkan oleh bagaimana sesama memperlakukannya dengan kasih sayang hingga akhir perjalanan hidupnya di dunia.<br><br></p><h2>Salurkan Infak untuk Mendukung Pelayanan Kemanusiaan</h2><p><br>Masyarakat yang ingin mendukung kegiatan sosial dan pelayanan penyelenggaraan jenazah Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru dapat menyalurkan infak melalui rekening resmi berikut:<br><br>Bank Syariah Indonesia (BSI)<br><br>Atas nama: Yayasan Syirkah Taawuniyah Pekanbaru<br><br>Kode bank: 451<br><br>Nomor rekening: 100 1234 001<br><br>Keterangan: YSTP Kas dan Operasional<br><br>Nominal transfer dapat ditambahkan angka 2 di bagian akhir. Contoh: Rp300.002.<br><br>Konfirmasi transfer dapat dilakukan melalui layanan WhatsApp bagian keuangan YSTP: https://wa.me/+6282336662014<br><br>Semoga setiap infak yang disalurkan menjadi amal kebaikan dan membantu keberlanjutan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.***</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_5887_Diguyur-Hujan-Lebat--Relawan-Syirkah-Tetap-Tuntaskan-Fardhu-Kifayah-Jenazah-Orang-Terlantar-hingga-ke-Pemakaman.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/syirkah-taawuniyah/diguyur-hujan-lebat--relawan-syirkah-tetap-tuntaskan-fardhu-kifayah-jenazah-orang-terlantar-hingga-ke-pemakaman</link>
            <author><![CDATA[Riki]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perkuat Peran Pemda, Kemendagri Integrasikan Perencanaan PKK, Posyandu, dan Dekranas</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 16:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perkuat Peran Pemda, Kemendagri Integrasikan Perencanaan PKK, Posyandu, dan Dekranas]]></title>
            <description><![CDATA[BALI, datariau.comKemendagri mendorong seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mempertajam perencanaan program pembangunan, khususnya yang mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Dekranas, PKK, dan Posyandu.Melalui sinergi yang kuat, ketiga progra]]></description>
            <content><![CDATA[<div><b>BALI, datariau.com</b>-Kemendagri mendorong seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mempertajam perencanaan program pembangunan, khususnya yang mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Dekranas, PKK, dan Posyandu.</div><div><br></div><div>Melalui sinergi yang kuat, ketiga program tersebut kini didorong menjadi motor utama dalam menghadirkan kesejahteraan, menumbuhkan ekonomi lokal, dan mencetak sumber daya manusia yang unggul di daerah.</div><div><br></div><div>Langkah strategis ini ditujukan agar perencanaan daerah tidak lagi sekadar rutinitas kegiatan tanpa arah, melainkan dipastikan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</div><div><br></div><div>Dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (29/10/2026), Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menekankan pentingnya menggeser paradigma perencanaan dari yang berfokus pada serapan anggaran menjadi pencapaian hasil akhir (outcome) yang terukur.</div><div><br></div><div>"Pembangunan daerah merupakan perwujudan dari pelaksanaan urusan pemerintahan yang telah diserahkan ke daerah,"tegasnya dalam acara Penguatan Peran Pemda dalam Perencanaan Program dan Kegiatan yang Mendukung Dekranas, PKK, dan Posyandu di Bali, baru-baru ini.</div><div><br></div><div>Untuk itu, Pemda diminta segera menyempurnakan paradigma perencanaannya dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).</div><div><br></div><div>Dukungan Pemda ini juga sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 14 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan RKPD Tahun 2027.</div><div><br></div><div>Pada aspek kesehatan dan ketahanan keluarga, wujud nyata dukungan Pemda direalisasikan melalui penguatan kelembagaan, dukungan operasional, hingga perlindungan jaminan sosial bagi para kader PKK dan Posyandu.</div><div><br></div><div>Strategi ini difokuskan untuk mengoptimalkan pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) dasar hingga ke tingkat desa.</div><div><br></div><div>Melalui perencanaan yang matang, program ini ditargetkan mampu meningkatkan status gizi ibu dan anak, memperluas deteksi dini masalah kesehatan, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas.</div><div><br></div><div>Lebih lanjut, orientasi perencanaan berbasis dampak ini juga menyasar kemandirian ekonomi kerakyatan melalui dukungan terhadap program Dekranasda.</div><div>[br]</div><div>Keterlibatan Pemda lintas sektor seperti Dinas Koperasi, UKM, dan Pariwisata dirancang secara khusus untuk mendongkrak daya saing produk kerajinan lokal.</div><div><br></div><div>"Kami meyakini bahwa melalui perencanaan terintegrasi yang berfokus pada hasil nyata, kehadiran PKK, Posyandu, dan Dekranas akan menjadi ujung tombak yang efektif untuk mengentaskan kemiskinan dan mempercepat transformasi sosial-ekonomi di seluruh daerah," ujarnya.***</div>	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_1360_Perkuat-Peran-Pemda--Kemendagri-Integrasikan-Perencanaan-PKK--Posyandu--dan-Dekranas.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/berita/perkuat-peran-pemda--kemendagri-integrasikan-perencanaan-pkk--posyandu--dan-dekranas</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Akademisi Hukum Soroti Potensi Aturan Sepihak KI Riau, KI Pusat Diminta Bertindak Tegas</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 16:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Akademisi Hukum Soroti Potensi Aturan Sepihak KI Riau, KI Pusat Diminta Bertindak Tegas]]></title>
            <description><![CDATA[RIAU, datariau.comMekanisme penyelesaian sengketa informasi publik di Komisi Informasi (KI) kembali menjadi sorotan. Akademisi hukum, Dr. Gusri Putra Dodi, mengingatkan agar Komisi Informasi di Riau tidak membuat kebijakan sendiri yang berpotensi me]]></description>
            <content><![CDATA[<b>RIAU, datariau.com-</b>Mekanisme penyelesaian sengketa informasi publik di Komisi Informasi (KI) kembali menjadi sorotan. Akademisi hukum, Dr. Gusri Putra Dodi, mengingatkan agar Komisi Informasi di Riau tidak membuat kebijakan sendiri yang berpotensi menimbulkan ketidakseragaman prosedur dalam penyelesaian sengketa informasi publik.<br><br>Menurut Gusri, penyelesaian sengketa informasi harus berpedoman pada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik serta peraturan pelaksana yang ditetapkan oleh lembaga berwenang. Ia menegaskan, mekanisme dan tata cara penyelesaian sengketa informasi semestinya diatur melalui Peraturan Komisi Informasi yang berlaku sebagai pedoman bersama secara nasional.<br><br>Ia menilai, apabila setiap Komisi Informasi daerah menerapkan mekanisme berdasarkan kebijakan masing-masing, kondisi tersebut berpotensi memunculkan perbedaan prosedur antardaerah.<br><br>“Kalau setiap daerah membuat kebijakan sendiri, dikhawatirkan akan muncul beragam prosedur penyelesaian sengketa informasi. Misalnya, Komisi Informasi di Sumatera Barat membuat mekanisme sendiri, begitu pula di Jambi dan daerah lainnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakseragaman, bahkan kesemrawutan dalam pelaksanaan penyelesaian sengketa informasi publik,” ujarnya saat dikonfirmasi awak Media, Kamis (29/10/2026).<br><br>Gusri menekankan pentingnya standar prosedur yang seragam secara nasional. Menurutnya, aturan pelaksanaan yang menjadi pedoman dalam proses persidangan sengketa informasi harus ditetapkan oleh Komisi Informasi Pusat sehingga seluruh Komisi Informasi daerah memiliki acuan yang jelas.<br><br>Persoalan ini menjadi penting karena penyelesaian sengketa informasi publik berkaitan langsung dengan hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Ketika prosedur yang diterapkan berbeda-beda, kepastian hukum bagi pemohon informasi berpotensi terganggu.<br><br>Dalam konteks tersebut, keseragaman prosedur bukan sekadar persoalan administratif kelembagaan. Standar yang jelas juga diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai tata cara beracara, termasuk persyaratan yang harus dipenuhi ketika mengajukan dan mengikuti proses penyelesaian sengketa informasi.<br><br><b>KI Pusat Diminta Tidak Membiarkan Perbedaan Prosedur</b><br><br>Gusri meminta Komisi Informasi Pusat bersikap tegas terhadap rencana atau kebijakan Komisi Informasi yang dinilai berpotensi menciptakan mekanisme penyelesaian sengketa di luar standar nasional.<br><br>Ia mendorong KI Pusat memberikan teguran atau peringatan kepada KI Riau apabila terdapat kebijakan daerah yang tidak sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan pedoman yang berlaku.<br><br>“Harapan saya, Komisi Informasi Pusat bersikap tegas terhadap rencana Komisi Informasi Riau yang membuat kebijakan sendiri terkait mekanisme penyelesaian sengketa informasi. Komisi Informasi Pusat perlu memberikan teguran atau peringatan kepada Komisi Informasi Riau agar tidak membuat aturan yang berpotensi menimbulkan perbedaan prosedur antardaerah,” tegasnya.<br><br>Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa penyelesaian sengketa informasi publik tidak boleh berjalan berdasarkan standar yang berubah mengikuti kebijakan masing-masing daerah. Kepastian hukum justru harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses persidangan.<br>[br]<br>Karena itu, KI Pusat diharapkan memastikan seluruh Komisi Informasi daerah termasuk KI Riau menjalankan mekanisme penyelesaian sengketa sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku. Tanpa pengawasan dan pedoman yang jelas, tujuan menghadirkan penyelesaian sengketa informasi yang pasti, tertib, dan memberikan perlindungan terhadap hak masyarakat berisiko tidak tercapai.*ril<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_165002_180.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_2595_Akademisi-Hukum-Soroti-Potensi-Aturan-Sepihak-KI-Riau--KI-Pusat-Diminta-Bertindak-Tegas.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/berita/akademisi-hukum-soroti-potensi-aturan-sepihak-ki-riau--ki-pusat-diminta-bertindak-tegas</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PWI Siak Bekali Kepala Sekolah Literasi Jurnalistik di Era Digital</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 16:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PWI Siak Bekali Kepala Sekolah Literasi Jurnalistik di Era Digital]]></title>
            <description><![CDATA[SIAK, datariau.comPersatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Kepala Sekolah Melek Jurnalistik, Sekolah Cerdas di Era Digital, Kamis, (29/10/2026) di Aula Kantor Camat Tualang. Kegiatan dih]]></description>
            <content><![CDATA[<b>SIAK, datariau.com</b>-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kepala Sekolah Melek Jurnalistik, Sekolah Cerdas di Era Digital”, Kamis, (29/10/2026) di Aula Kantor Camat Tualang. <br><br>Kegiatan dihadiri Bupati Siak Afni Z diwakili Kepala Dinas Kominfo Siak Rozi Chandra, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Hali Pers Dewan Pers Mario Abdillah Khair, Camat Tualang Arie Darmawan, Kanit Intel Polsek Tualang Iptu Sugeng, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Siak Dadang Heru Dini, Ketua MKKS SMK Siak Raja Zalhairi serta kepala sekolah SMA dan SMK se-Siak serta mitra kerja PWI Siak. <br><br>Kepala Dinas Kominfo Siak Rozi Chandra saat membuka kegiatan, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai keterbukaan informasi publik. Menurutnya, lembaga pemerintah memiliki kewajiban menyampaikan informasi publik secara tepat, termasuk melalui sektor pendidikan.<br><br>“Kita sebagai lembaga pemerintah wajib memberikan informasi publik. Sekolah merupakan salah satu etalase pemerintah di sektor pendidikan. Bapak dan ibu kepala sekolah ibarat CEO di sekolah masing-masing yang turut bertanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.<br><br>Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Sebagai bagian dari penyelenggara pelayanan publik, kepala sekolah harus memastikan informasi yang disampaikan telah diperiksa kebenarannya.<br><br>Selain itu, ia menyoroti perlunya pemahaman mengenai cara menghadapi wartawan, terutama ketika terdapat pihak yang mengaku sebagai wartawan dan datang ke sekolah untuk meminta informasi yang tidak berkaitan dengan kepentingan publik atau menyangkut informasi pribadi.<br><br>Menurutnya, kepala sekolah perlu memahami mekanisme kerja jurnalistik, hak dan kewajiban pers, serta cara memverifikasi identitas wartawan agar dapat menyikapi situasi tersebut secara tepat.<br><br>Sementara itu, Ketua MKKS SMA Kabupaten Siak Dadang Heru Dini mengapresiasi PWI Siak yang secara rutin menggelar kegiatan edukasi jurnalistik bagi kepala sekolah.<br><br>Menurutnya, kepala sekolah tidak mendapatkan pembelajaran jurnalistik secara khusus dalam pendidikan formal. Karena itu kegiatan seperti FGD menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan memahami cara kerja media.<br><br>“Kami para kepala sekolah, tidak belajar jurnalistik secara khusus. Jadi ilmu itu kami dapat dari kegiatan seperti ini. Kami membutuhkan informasi tentang jurnalistik karena belajar secara otodidak terkadang kurang fokus. Kegiatan ini merupakan investasi ilmu bagi kita semua,” ujarnya.<br><br>Dadang menambahkan media dan wartawan merupakan mitra penting bagi sekolah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun ia mengakui masih ada kepala sekolah yang belum terbiasa berinteraksi dengan wartawan karena keterbatasan pemahaman mengenai dunia jurnalistik.<br><br>“Kadang di lapangan masih ada sebagian dari kami yang belum akrab dengan wartawan. Ini semata-mata karena kami belum memahami cara kerja jurnalistik dan bagaimana menyikapinya. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap bisa lebih siap ketika berhadapan dengan jurnalis,” katanya.<br><br>Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar menegaskan bahwa literasi media merupakan kebutuhan penting bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kepala sekolah, tetapi juga guru dan siswa.<br><br>Menurutnya perkembangan teknologi digital membuat informasi dapat diterima masyarakat dengan sangat cepat. Namun informasi yang beredar tidak semuanya benar atau bermanfaat sehingga diperlukan kemampuan untuk memilah dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.<br><br>“Di era digital kita bangun pagi membuka ponsel, informasi sudah masuk. Kadang informasinya baik, kadang tidak baik. Karena itu, literasi media menjadi kebutuhan penting bagi semua kalangan,” ujarnya.<br><br>Raja Isyam mengatakan FGD tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi kepala sekolah ketika berhadapan dengan media. Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam ekosistem pendidikan sehingga perlu memahami pentingnya komunikasi publik yang baik.<br><br>“Prinsipnya sederhana, saring sebelum sharing. Ini berlaku bagi wartawan maupun bapak dan ibu kepala sekolah,” tegasnya.<br><br>Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Siak Wiwik Widaningsih mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya PWI untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi media dan jurnalistik, khususnya di lingkungan pendidikan.<br><br>“Kami ingin menjadikan FGD ini sebagai ruang berbagi pengetahuan, berdiskusi, serta mencari langkah bersama dalam menghadapi tantangan informasi di era digital,” kata Wiwik.<br>[br]<br>Ia berharap kegiatan ini dapat membangun pemahaman yang lebih baik antara insan pers dan pihak sekolah, sehingga tercipta hubungan yang profesional dan saling mendukung.<br><br>Kegiatan ditutup dengan tanya jawab antara narasumber dengan para kepala sekolah.***<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_164432_645.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_8814_PWI-Siak-Bekali-Kepala-Sekolah-Literasi-Jurnalistik-di-Era-Digital.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/pendidikan/pwi-siak-bekali-kepala-sekolah-literasi-jurnalistik-di-era-digital</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polsek Bangko Pusako Pantau Stok BBM dan Antrean SPBU</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 16:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polsek Bangko Pusako Pantau Stok BBM dan Antrean SPBU]]></title>
            <description><![CDATA[ROKAN HILIR, datariau.comPersonel Polsek Bangko Pusako melakukan patroli dan pengecekan stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU KM 4 Balam, Jalan Lintas SumateraRiau, Kepenghuluan Bangko Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kamis (29/10/2026).Kegiata]]></description>
            <content><![CDATA[<b>ROKAN HILIR, datariau.com-</b>Personel Polsek Bangko Pusako melakukan patroli dan pengecekan stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU KM 4 Balam, Jalan Lintas Sumatera??&quot;Riau, Kepenghuluan Bangko Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kamis (29/10/2026).<br><br>Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB tersebut dipimpin Aipda Teringet Barus. Petugas melakukan pengaturan antrean kendaraan untuk mencegah penumpukan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.<br><br>Selain mengatur kendaraan, personel juga memeriksa ketersediaan stok BBM guna memantau kondisi pasokan dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.<br><br>Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Bangko Pusako AKP Try Adiyatmmika SH MH, didampingi Kasi Humas Polres Rohil IPDA Anton SH, menyampaikan bahwa patroli tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban di kawasan SPBU.<br><br>“Kehadiran kami di lapangan bertujuan mengantisipasi antrean panjang yang berpotensi menyebabkan kemacetan di jalan lintas. Kami juga memastikan stok BBM tersedia dan pendistribusiannya berjalan tertib. Masyarakat tidak perlu panik, pasokan BBM di wilayah kami terjaga dengan baik,” ujarnya.<br>[br]<br>Melalui kegiatan ini, Polsek Bangko Pusako berharap pelayanan pengisian BBM berjalan tertib serta aktivitas lalu lintas di sekitar SPBU tetap lancar.<br><br>Hingga patroli berakhir, arus lalu lintas di sekitar lokasi dilaporkan lancar dan tertib. Berdasarkan hasil pemantauan petugas, tidak ditemukan kemacetan maupun kelangkaan BBM.***<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_164022_554.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_8911_Polsek-Bangko-Pusako-Pantau-Stok-BBM-dan-Antrean-SPBU.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/beritaTNI-polri/polsek-bangko-pusako-pantau-stok-bbm-dan-antrean-spbu</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polisi Selidiki Tragedi Lakalantas Maut di Perawang Siak, AKP Siswoyo: Proses Hukum Tetap Berjalan...</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 16:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polisi Selidiki Tragedi Lakalantas Maut di Perawang Siak, AKP Siswoyo: Proses Hukum Tetap Berjalan...]]></title>
            <description><![CDATA[Tragedi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berdarah yang menewaskan seorang pelajar SMKN 1 Tualang, menjadi perhatian serius pihak keluarga korban maupun masyarakata Kecamatan Tualang saat ini.]]></description>
            <content><![CDATA[<div><b>SIAK, datariau.com</b> - Tragedi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berdarah yang menewaskan seorang pelajar SMKN 1 Tualang, menjadi perhatian serius pihak keluarga korban maupun masyarakata Kecamatan Tualang saat ini.</div><div><br></div><div>Peristiwa ini, masih dalam suasana Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 yang digelar oleh Polda Riau selama 14 hari mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.</div><div><br></div><div>Tragedi na&#039;as yang dialami 5 orang pelajar SMKN 1 Tualang, dimana diantaranya mengalami luka-luka, 2 pelajar dalam keadaan kritis dan seorang siswi meninggal dunia, Rabu (28/10/2026).</div><div><br></div><div>Menurut penyampaian pihak sekolah (SMKN 1 Tualang) melalui media sosial Facebook yang menyampaikan belasungkawa yang mendalam dengan mengucapkan," Semoga ananda AM diterima dan di tempatkan tempat terbaik disisi Allah Subhanawata&#039;ala,".</div><div><br></div><div>"Untuk ananda Syifa dan Bunga semoga dapat segera pulih dan dapat beraktifitas seperti biasa, dan pelaku dapat diproses hukum secara adil sesuai perbuatannya," penyampaian media sosial Facebook SMKN 1 Tualang.</div><div><br></div><div>Sekedar informasi, seorang siswi meninggal dunia bernama AM (16), beserta 4 korban siswa-siswi lainnya, diketahui korban lain memgalami kritis (cacat) mendapatkan tanggapan serius dari pihak korban perihal penanggan hukum terhadap pengemudi Land Cruiser BM 151 AK.</div><div><br></div><div>Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar SH SIK MH melalui Kasat Lantas Polres Siak, AKP Siswoyo SH mengatakan, terkait tregedi maut yang terjadi di Kecamatan Tualang masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.</div><div><br></div><div>"Proses hukum tetap berjalan pak, untuk Unit Laka masih sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengemudi serta memperdalam hasil olah TKP," ujarnya.</div><div><br></div><div>Sementara Jasa Raharja juga telah melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP), di lokasi lakalantas maut di jalan lintas Minas-Perawang Km 10 Kampung Perawang Barat, Tualang, Siak.</div><div><br></div><div>Berdasarkan laporan awal kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Land Cruiser bernomor polisi BM 151 AK yang dikemudikan seorang pria berinisial DK (49), melaju dari arah Perawang menuju Minas.</div><div><br></div><div>Setibanya di lokasi kejadian, mobil tersebut tiba-tiba bergerak ke sisi kanan jalan.</div><div><br></div><div>Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang tiga unit sepeda motor, yakni Honda Vario BM 5471 SAE, Honda Beat BM 2925 ZAT, dan satu unit Honda Beat tanpa nomor polisi.</div><div><br></div><div>Karena jarak kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat terhindarkan. Akibat kejadian itu, para pengendara dan penumpang mengalami luka-luka, sementara kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan.</div><div><br></div><div>Pengendara juga diingatkan untuk selalu mematuhi rambu dan marka jalan serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan.(***)</div>	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_326_Polisi-Selidiki-Tragedi-Lakalantas-Maut-di-Perawang-Siak--AKP-Siswoyo--Proses-Hukum-Tetap-Berjalan---.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/berita/polisi-selidiki-tragedi-lakalantas-maut-di-perawang-siak--akp-siswoyo--proses-hukum-tetap-berjalan---</link>
            <author><![CDATA[Hermansyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sukses Biologi SMA/MA Kelas X dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Biologi</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 16:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sukses Biologi SMA/MA Kelas X dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Biologi]]></title>
            <description><![CDATA[DATARIAU.COMPendidikan biologi memiliki kedudukan penting dalam membangun pemahaman peserta didik mengenai kehidupan, keanekaragaman organisme, hubungan antarmakhluk hidup, dan interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Namun, pembelajaran bio]]></description>
            <content><![CDATA[	<b>DATARIAU.COM</b>-Pendidikan biologi memiliki kedudukan penting dalam membangun pemahaman peserta didik mengenai kehidupan, keanekaragaman organisme, hubungan antarmakhluk hidup, dan interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Namun, pembelajaran biologi tidak seharusnya dipahami hanya sebagai proses penyampaian kumpulan fakta, konsep, dan istilah ilmiah. Lebih dari itu, pendidikan biologi perlu membantu peserta didik memahami bagaimana pengetahuan tentang kehidupan dibangun, bagaimana kebenaran ilmiah diperoleh, serta bagaimana pengetahuan tersebut digunakan secara bertanggung jawab.<br><br>Pandangan tersebut berkaitan erat dengan filsafat pendidikan biologi yang mengkaji dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pembelajaran biologi. Firdaus (2025), dalam buku Filsafat Pendidikan Biologi: Dasar Filosofis, Epistemologis, dan Aplikatif dalam Pendidikan Biologi, membahas keterkaitan antara landasan filsafat ilmu, hakikat pengetahuan biologi, konstruktivisme, nilai dan etika, serta penerapan filsafat dalam praktik pendidikan. Perspektif ini memberikan landasan untuk menilai apakah suatu buku pelajaran biologi hanya berfungsi sebagai sumber informasi atau juga mendukung terbentuknya cara berpikir ilmiah dan sikap bertanggung jawab terhadap kehidupan.<br><br>Buku Sukses Biologi SMA/MA Kelas X dari Bumi Aksara merupakan salah satu sumber belajar yang menyajikan materi dasar biologi bagi peserta didik sekolah menengah. Berdasarkan daftar isi buku digital, pembahasannya meliputi virus, keanekaragaman hayati, klasifikasi makhluk hidup, makhluk hidup dan ekosistem, serta perubahan lingkungan. Cakupan tersebut memperlihatkan hubungan antara kajian organisme, sistem kehidupan, dan persoalan lingkungan. Oleh karena itu, resensi ini tidak hanya menguraikan isi buku, tetapi juga menelaahnya secara kritis melalui perspektif filsafat pendidikan biologi. Analisis difokuskan pada hakikat objek kajian biologi, proses pembentukan pengetahuan ilmiah, tujuan pendidikan, pengembangan keterampilan berpikir, dan pembentukan kesadaran ekologis peserta didik.<br><br>Buku Sukses Biologi SMA/MA Kelas X dapat dianalisis berdasarkan perspektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam filsafat pendidikan biologi. Secara ontologis, materi virus, keanekaragaman hayati, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan perubahan lingkungan memberikan landasan bagi peserta didik untuk memahami hakikat kehidupan, karakteristik organisme, serta hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. <br><br>Pembelajaran biologi menekankan pentingnya memperhatikan karakteristik khas biologi dalam pendidikan sains agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan fakta, tetapi juga pada pemahaman fenomena kehidupan. Secara epistemologis, pengetahuan biologi perlu dipahami sebagai pengetahuan yang diperoleh dan dikembangkan melalui observasi, penyelidikan, interpretasi data, serta penalaran ilmiah. Simard (2023) membahas tantangan epistemologis dalam pembelajaran biologi, sehingga peserta didik perlu diberi kesempatan untuk menguji informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti. Sementara itu, secara aksiologis, materi keanekaragaman hayati dan perubahan lingkungan dapat menumbuhkan kesadaran mengenai nilai, etika, dan tanggung jawab manusia terhadap kehidupan. Firdaus (2025) menempatkan nilai, etika, dan bioetika sebagai bagian penting dalam filsafat pendidikan biologi. Dengan demikian, pembelajaran biologi tidak hanya bertujuan menghasilkan penguasaan konsep, tetapi juga membangun pemahaman tentang hakikat kehidupan, proses pembentukan pengetahuan, dan pemanfaatan ilmu secara bertanggung jawab.<br><br>Cakupan materi buku meliputi berbagai konsep dasar biologi yang relevan untuk membangun pemahaman mengenai organisme, keanekaragaman hayati, ekosistem, dan perubahan lingkungan. Keragaman materi tersebut menyediakan peluang untuk menghubungkan konsep pada tingkat organisme dengan persoalan lingkungan.<br><br>Buku ini dapat digunakan sebagai landasan untuk mengembangkan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai. Materi perubahan lingkungan, misalnya, dapat dikaitkan dengan penyelidikan ilmiah dan pendidikan etika lingkungan.<br><br>Keberadaan aktivitas peserta didik dan latihan evaluasi berpotensi membantu guru mengembangkan pembelajaran yang lebih terarah. Jika aktivitas tersebut dilaksanakan dengan pendekatan penyelidikan dan refleksi, buku dapat mendukung perkembangan keterampilan berpikir kritis.<br><br>Keterbatasan berikut merupakan hasil analisis kritis terhadap cakupan dan fungsi buku sebagai sumber belajar, bukan pernyataan bahwa seluruh bagian buku memiliki kelemahan yang sama. Materi konseptual perlu diimbangi dengan penekanan yang memadai pada proses pembentukan pengetahuan ilmiah. Peserta didik perlu memperoleh kesempatan untuk mengamati, mengumpulkan data, membandingkan hasil, dan menguji penjelasan. Hubungan antara konsep biologi dan pertimbangan etis perlu diperkuat melalui diskusi dan kegiatan kontekstual. Pemahaman tentang kerusakan lingkungan, misalnya, sebaiknya tidak hanya diarahkan pada penguasaan istilah pencemaran, tetapi juga pada analisis tanggung jawab dan alternatif penyelesaian.<br><br>Pembelajaran perlu memberi ruang bagi permasalahan lokal agar peserta didik mampu menghubungkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Guru dapat melengkapi buku dengan lembar kerja berbasis pengamatan, studi kasus, proyek lingkungan, atau analisis data ilmiah. Penilaian pembelajaran sebaiknya tidak terbatas pada penguasaan pengetahuan. Keterampilan menyelidiki, menafsirkan bukti, menyusun argumen, bekerja sama, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab juga perlu mendapat perhatian. Pengembangan tersebut tidak berarti bahwa buku pelajaran harus memuat seluruh kegiatan pembelajaran secara terperinci. Buku dapat berfungsi sebagai sumber konseptual, sedangkan guru mengembangkan strategi dan bahan ajar pendamping berdasarkan tujuan pembelajaran serta karakteristik peserta didik.<br><br>Buku Sukses Biologi SMA/MA Kelas X merupakan sumber belajar yang menyajikan beragam materi dasar biologi, mulai dari virus dan keanekaragaman hayati hingga ekosistem dan perubahan lingkungan. Cakupan materi tersebut relevan untuk membantu peserta didik mengenali objek kajian biologi serta memahami keterkaitan antara kehidupan dan lingkungannya. Ditinjau dari perspektif filsafat pendidikan biologi, buku ini dapat dianalisis melalui tiga dimensi utama. Secara ontologis, materi yang disajikan memberikan landasan untuk memahami kehidupan dan interaksi organisme dengan lingkungan. Secara epistemologis, materi tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan penyelidikan dan penalaran ilmiah. Secara aksiologis, pembahasan keanekaragaman hayati dan perubahan lingkungan menyediakan peluang untuk membangun nilai, etika, serta tanggung jawab terhadap kehidupan.<br>[br]<br>Meskipun demikian, potensi pendidikan buku tidak hanya ditentukan oleh keluasan materi, tetapi juga oleh bagaimana guru dan peserta didik menggunakannya. Pembelajaran yang terlalu berorientasi pada hafalan berisiko membatasi perkembangan kemampuan berpikir ilmiah dan kesadaran ekologis. Oleh sebab itu, penggunaan buku perlu diperkuat melalui kegiatan observasi, praktikum, analisis kasus, diskusi etis, dan proyek lingkungan. Secara kritis, buku ini dapat diposisikan sebagai sumber konseptual yang mendukung pembelajaran biologi, sedangkan pengembangan pemahaman yang mendalam memerlukan keterpaduan antara pengetahuan ilmiah, proses penyelidikan, dan nilai kehidupan. Pendidikan biologi pada akhirnya tidak hanya bertujuan menghasilkan peserta didik yang mengetahui konsep kehidupan, tetapi juga individu yang mampu memahami bukti ilmiah, berpikir kritis, dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan.***<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_163241_026.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_1645_Sukses-Biologi-SMA-MA-Kelas-X-dalam-Perspektif-Filsafat-Pendidikan-Biologi.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/opini/sukses-biologi-sma-ma-kelas-x-dalam-perspektif-filsafat-pendidikan-biologi</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Larangan Laki-laki Ikat Rambut Saat Salat</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 15:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Larangan Laki-laki Ikat Rambut Saat Salat]]></title>
            <description><![CDATA[DATARIAU.COM  Dalam Islam, penampilan seorang muslim diatur agar tetap menjaga adab, kehormatan, dan tidak menyerupai kebiasaan yang dilarang syariat. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang hukum lelaki memanjangkan rambut. Apakah t]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>DATARIAU.COM </b>- Dalam Islam, penampilan seorang muslim diatur agar tetap menjaga adab, kehormatan, dan tidak menyerupai kebiasaan yang dilarang syariat. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang hukum lelaki memanjangkan rambut. Apakah termasuk sunnah, mubah, atau justru terlarang?<br><br>Para ulama menjelaskan bahwa hukum asal lelaki memanjangkan rambut adalah boleh. Bahkan terdapat riwayat shahih bahwa Nabi Muhammad ﷺ pernah memiliki rambut yang panjangnya sampai telinga, terkadang sampai pundak.<br><br></p><blockquote>Baca juga:<a href="https://www.datariau.com/detail/dakwah/hukum-lelaki-berambut-panjang-dalam-islam--boleh-asal-penuhi-syarat-ini" target="_blank">Hukum Lelaki Berambut Panjang dalam Islam, Boleh Asal Penuhi Syarat Ini</a></blockquote><p><br><b>Jika seorang lelaki berambut panjang, bagaimana ketika salat apakah boleh mengikatnya agar rapi?</b><br><br>Terdapat hadis shahih yang berbunyi, "Kuraib, maula Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, telah menceritakan kabar dari Abdullah bin Abbas, bahwa beliau pernah melihat Abdullah bin Harits salat dengan kondisi rambut kepala terikat di belakangnya. Lalu Ibnu Abbas bergegas melepas rambut yang terikat itu.<br><br>Seusai salat, Abdullah bin Harits menemui Ibnu Abbas, “Mengapa Anda memperlakukan rambut kepalaku seperti itu?”<br><br>“Aku mendengar…” Jawab Ibnu Abbas, ”Rasulullah ﷺ bersabda, “Permisalan orang yang salat dengan rambut terikat seperti ini, seperti orang yang salat dengan kondisi kedua tangannya diikat ke belakang.” (HR. Muslim dan yang lainnya)<br><br>Hadis ini menjelaskan bahwa, orang yang salat dengan kondisi rambut kepala terikat, seperti orang salat dengan keadaan kedua tangan terikat ke belakang.<br><br><b>Mengapa dipermisalkan demikian?</b><br><br>Imam Al Manawi -rahimahullah??&quot; memberikan penjelasan dalam kitab Faidhul Qodir “Karena rambut yang terikat tidak akan jatuh mengurai ke tanah. Sehingga kondisi seperti ini, tidak menunjukkan persaksian utuh. Seperti kondisi orang yang sujud sementara kedua tangan terikat, sehingga tidak menyentuh tanah (pent, sujud tidak sempurna). (Faidhul Qodir 3/6)<br><br><b>Apa Hikmahnya?</b><br><br>Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu menjelaskan hikmahnya, saat beliau menegur seorang yang salat dengan rambut terikat, Jika anda sholat, jangan diikat rambut anda. Karena rambut anda akan ikut sujud bersama anda. Dan anda mendapat pahala, dari setiap helai rambut anda. (Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah, dinukil dari Nailul Author 2/379)<br><br>Inilah yang mendasari larangan sholat dengan rambut terikat. Namun ada beberapa catatan penting tentang larangan ini:<br><br><b>[1]. Hanya sebatas makruh, bukan haram.</b><br><br>Sebagaimana diterangkan dalam Ensiklopedia Fikih, Para ulama sepakat bahwa sholat dalam kondisi rambut terikat adalah hukumnya makruh. Mengikat di sini maksudnya mengikat rambut bagian belakang seperti yang dilakukan pada wanita atau mengikat keseluruhan rambut kemudian di kebelakangkan. Sholat dengan kondisi seperti ini, hukumnya makruh tanzih (pent, makruh yang kita kenal, bukan makruh yang bermakna haram/makruh tahrim). Namun jika seorang sholat dengan keadaan seperti ini, tetap sah. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyyah, 26/109)<br><br><b>[2]. Hanya berlaku saat sholat saja, tidak di luar sholat.</b><br><br>Seperti dijelaskan oleh Imam Malik rahimahullah, Larangan ini hanya berlaku untuk orang yang mengikat rambutnya saat sholat saja. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyyah, 26/110)<br><br><b>[3]. Hanya berlaku untuk laki-laki, tidak untuk perempuan.</b><br><br>Dalam Nailul Author, Imam Syaukani rahimahullah menukil penjelasan Imam Al ‘Iroqi rahimahullah berkenaan hadis di atas, Larangan tersebut berlaku khusus untuk laki-laki, bukan untuk perempuan. Karena rambut perempuan adalah aurat. Wajib ditutup (terlebih) saat sholat. Jika rambut itu terurai, bisa menyebabkan terlihat keluar hijab, dan dia tidak mampu menutupinya. Sehingga akan menyebabkan batalnya sholat. (Nailul Author 2/379)<br><br>Demikian, Wallahua’lam bis shawab.<br><br>Sumber: <a href="https://konsultasisyariah.com/34615-hukum-mengikat-rambut-saat-sholat.html" target="_blank">konsultasisyariah.com</a></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_2857_Larangan-Laki-laki-Ikat-Rambut-Saat-Salat.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/dakwah/larangan-laki-laki-ikat-rambut-saat-salat</link>
            <author><![CDATA[Riki]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Cegah Karhutla, Polsek Bagan Sinembah Gencarkan Himbauan Keliling Menggunakan TOA kepada Masyarakat</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 11:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Cegah Karhutla, Polsek Bagan Sinembah Gencarkan Himbauan Keliling Menggunakan TOA kepada Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[ROKAN HILIR, datariau.comPolsek Bagan Sinembah menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan berkeliling menggunakan kendaraan yang dilengkapi pengeras suara atau TOA di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten ]]></description>
            <content><![CDATA[<div><b>ROKAN HILIR, datariau.com</b>-Polsek Bagan Sinembah menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan berkeliling menggunakan kendaraan yang dilengkapi pengeras suara atau TOA di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (29/10/2026).</div><div><br></div><div><p>Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut menyasar sejumlah titik, di antaranya kawasan depan Telkom di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Lancang Kuning, serta sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Bagan Batu.</p><p>Sosialisasi dilaksanakan personel Polsek Bagan Sinembah, Aipda Fitriadi Hsb dan Brigpol Wibowo. Melalui pengeras suara, personel menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.</p><p>Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala STK SIK MH menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla.</p><p>Masyarakat diingatkan bahwa pembakaran lahan dapat memicu kebakaran yang meluas, menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan, serta merusak lingkungan.</p><p>Personel juga menyosialisasikan Maklumat Kapolda Riau tentang larangan membakar hutan dan lahan, termasuk konsekuensi hukum bagi pihak yang melakukan pembakaran sesuai ketentuan perundang-undangan.</p><p>Melalui sosialisasi keliling ini, Polsek Bagan Sinembah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan Karhutla dan turut berperan menjaga lingkungan.</p><p>Warga juga diimbau segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda kebakaran hutan atau lahan di lingkungan sekitar. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.***</p></div>	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_9183_Cegah-Karhutla--Polsek-Bagan-Sinembah-Gencarkan-Himbauan-Keliling-Menggunakan-TOA-kepada-Masyarakat.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/beritaTNI-polri/cegah-karhutla--polsek-bagan-sinembah-gencarkan-himbauan-keliling-menggunakan-toa-kepada-masyarakat</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tinjau KDKMP Tanjung Selamat, Kodam I BB Dorong Pemasaran UMKM</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 11:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tinjau KDKMP Tanjung Selamat, Kodam I BB Dorong Pemasaran UMKM]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN, datariau.comTim Verifikasi dan Validasi (Verval) Kodam I/Bukit Barisan meninjau perkembangan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kamis (22/10/2026).Peninjauan yang berlangsung s]]></description>
            <content><![CDATA[<b>MEDAN, datariau.com-</b>Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Kodam I/Bukit Barisan meninjau perkembangan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kamis (22/10/2026).<br><br>Peninjauan yang berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB di gedung gerai Jalan Lizardi Putra tersebut meliputi pemeriksaan kondisi bangunan serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung operasional koperasi.<br><br>Kapok Sahli Kodam I/BB Brigjen TNI David Hutagaol memberikan arahan kepada pengurus agar segera mempersiapkan kebutuhan operasional gerai. Ia meminta manajer menyusun rencana kegiatan secara terarah, menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan berkoordinasi bersama Dinas Koperasi, serta membagi tugas antara manajer, ketua, dan pengurus lainnya.<br><br>Selain kesiapan tata kelola, pengurus juga diminta mendata pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Tanjung Selamat. Pendataan ini bertujuan mengidentifikasi produk lokal yang berpotensi dipasarkan melalui gerai koperasi.<br><br>Produk UMKM nantinya diharapkan dapat mengisi rak gerai berdampingan dengan barang-barang yang dipasok Agrinas. Penataan produk dan pencantuman harga juga perlu dilakukan secara rapi dan jelas, dengan mengacu pada tata letak gerai ritel yang telah beroperasi agar memudahkan konsumen berbelanja.<br><br>Pengurus KDKMP turut diminta mempersiapkan administrasi dan sistem pencatatan barang masuk secara tertib. Kesiapan tersebut dinilai penting untuk mendukung pengelolaan persediaan serta memastikan kegiatan usaha berjalan secara terorganisasi sejak awal operasional.<br><br>Kegiatan peninjauan tersebut dihadiri Aster Kodam I/BB Kolonel Inf Mohc Fuad S, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Fernando Batubara, Mayor Cpl Eddy selaku Pasi Ter Kodim 0201/Medan, Danramil 0201-07/Medan Tuntungan Kapten Kav Ando Sinaga, perwakilan Dinas Koperasi Pemerintah Kota Medan, perwakilan Polsek Medan Tuntungan Ipda H Tarigan, Lurah Tanjung Selamat, Babinsa, serta jajaran pengurus KDKMP.<br><br>Melalui verifikasi dan validasi ini, persiapan KDKMP Tanjung Selamat diharapkan mencakup kesiapan bangunan, tata kelola, administrasi, dan pemasaran produk lokal. Dengan pengelolaan yang terarah, koperasi diharapkan dapat menjadi wadah pemasaran UMKM sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.***<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261029_112444_795.sdocx-->	]]></content>
            <enclosure url="https://www.datariau.com/photo/berita/dir102026/_3098_Tinjau-KDKMP-Tanjung-Selamat--Kodam-I-BB-Dorong-Pemasaran-UMKM.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <link>https://www.datariau.com/detail/beritaTNI-polri/tinjau-kdkmp-tanjung-selamat--kodam-i-bb-dorong-pemasaran-umkm</link>
            <author><![CDATA[Samsul]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>